Pandangan tajam Pak Saipul menghunus pada sosok Chico yang sedang berlari kecil menuju ke lapangan. Tak hanya Pak Saipul, seluruh teman sekelas Chico yang berbaris rapi di sana, juga tengah menatapnya. Bedanya dengan Pak Saipul, mereka menatap dengan prihatin. "Habis ngapain kamu?" bentak Pak Saipul. "Dari toilet, Pak. Perut saya sakit." "Jangan bohong! Saya tadi denger HP kamu bunyi, terus kamu langsung lari." "Bapak salah denger kali. Beneran, saya sakit perut." "Pem-bo-hong!" Pak Saipul sengaja memisahkan tuduhannya per suku kata, supaya lebih jelas dan mengena. "Bapak suka nggak percaya emang kalo sama saya!" "Salah sendiri nggak bisa dipercaya!" Chico diam seribu bahasa. Menohok sekali kata-kata Pak Saipul itu. "Lari sepuluh kali!"

