Mobil itu melaju dengan kecepatan rendah. Cahaya lampunya mengisi gang demi gang yang Theo lewati. Sampai di area jalan raya, kecepatannya sama sekali tidak bertambah. Tak peduli dengan kendaraan lain yang melaju. Mereka membunyikan klakson berulangkali, menganggapnya menghalangi jalan dengan laju yang pelan, memintanya untuk sedikit lebih cepat. Tak ingin menghalangi jalan dan semakin mendapat banyak protes dari pengguna jalan lain—yang pasti juga akan menambah kadar kegugupannya—sang Pengemudi memutar stir ke kiri. Melaju pada batas haluan kiri, supaya kendaraan lain bisa dengan mudah menyalip tanpa harus bersikap frontal. Mata Theo dengan lihai menyisir tiap sisi jalan. Sejujurnya Theo bingung harus mencari ke mana. Ia tadi tak sempat membaca alamat lokasi pekerjaan freela

