Asher sudah siap untuk pergi mengunjungi kamar Yoana. Dia memakai satu setel pakaian tidur pria yang berwarna gelap. Keinginannya untuk bersama Yoana malam ini begitu menggebu, meskipun dia tidak yakin akan sanggup memaksa Yoana. Airmata dan kepolosan gadis itu adalah senjata ampuh untuk melawan keangkuhan dan kuasanya. John sudah menunggu Asher ketika pria itu keluar kamar. Selanjutnya, kepala pelayan itu mengikuti langkah Asher yang santai dengan kedua tangan saling bertaut di belakang. Kamar itu tertutup seperti biasa. "Buka kamar itu!" perintah Asher. Tampaknya John agak lamban karena telat membuka pintu hingga Asher meminta untuk dibukakan. Tak perlu diperintah dua kali, John yang memang sudah mengeluarkan kunci kamar dari saku bajunya, langsung memasukkan kunci tersebut. Tapi ken

