Drrrrt….. Drrrrt….. Drrrrt….. Kedua kelopak mata Asher membuka perlahan. Permukaan mata masih memerah karena masih mengantuk. Asher memijit keningnya yang terasa pusing. Dia baru saja tertidur, baru tiga puluh menitan. Tapi kini suara getaran ponsel di atas nakas membangunkannya. “Siapa sih malam begini telpon?” gumam Asher sembari menggeliat mengambil ponselnya. Saat ini di Indonesia memang pukul 6 pagi tapi di Paris masih pukul 1 dini hari. Tentu saja ini bukan waktunya menerima telpon. Tapi Asher paling enggan diganggu, sedangkan suara getaran ponsel itu begitu mengganggunya. Menerima telpon dulu lebih baik dari pada telinga panas dengan suara getaran ponsel. “Halo, ada apa John?” tanya Asher setelah mendekatkan ponsel di telinga. Jika saja bukan John yang telpon, pastilah dia su

