Beberapa saat sebelumnya. Ferdy memperhatikan bungkusan yang ditaruh oleh Yohan di atas kursi tunggu di depannya. Bungkusan itu berwarna merah dan terlihat ada kotak segi empat di dalamnya. Meski tidak terlalu lapar, dia penasaran ingin melihat isi di dalamnya. Ferdy mendekati bungkusan itu dan duduk di sampingnya. Dia mengambil bungkusan tersebut dan membukanya. Aroma gurihnya keju tercium oleh indera penciumannya. Dan roti bakar itu masih hangat di tangannya. Kruyuk… Tiba-tiba saja perutnya menjadi lapar. Roti bakar di tangannya terlihat begitu menggiurkan. Tanpa ragu, Ferdy pun mengambil sepotong dan menyuapkannya ke dalam mulut. Gila! Roti bakar ini sangat lezat! Dimana bocah remaja itu membelinya? Jika tahu ada roti bakar selezat ini di luar rumah sakit, sudah dari kemarin-kemarin

