Mendiamkan Asher menikmati sepasang bibirnya yang mungil bukan karena menikmati. Yoana hanya tak ingin melakukan hal sia-sia. Dia sudah berada dalam cengkraman Asher, bahkan tubuhnya sulit untuk bergerak. Jantung Asher bertalu. Hatinya berdebar-debar. Namun, dia seperti enggan untuk melepaskan apa yang sudah didapatnya sekarang. Mencecap bibir Yoana membuatnya melayang dalam keintiman yang tak bisa digambarkan. Dia tidak merasakan ini pada wanita lainnya yang pernah dia rasakan. Yoana sangat berbeda, sungguh berbeda. Dan jika bukan karena waktu yang tengah memburu, Asher masih ingin lebih lama bersama Yoana. Akan tetapi, akal sehatnya masih berfungsi. Dia harus segera meninggalkan tempat ini sekaligus meninggalkan Yoana. Perlahan Asher menarik wajahnya. Pria itu lalu berkata lirih di j

