“Apa kamu terluka?” songsong Wilson pada Yoana yang masih terduduk di atas aspal dengan sepeda disampingnya. Beberapa orang pengguna jalan memperhatikan Yoana dan Wilson, tapi karena sang penabrak terlihat punya etiket baik, mereka melanjutkan perjalanan kembali. Mendapati Wilson yang mendekat, Yoana langsung berusaha untuk berdiri dengan susah payah. Rasa perih di tangan dan kaki yang terluka membuatnya meringis menahan sakit. “Ya, aku terluka. Ini, ini, dan ini.” Dengan polosnya Yoana menunjukkan luka di kaki dan tangannya pada Wilson. Wilson memperhatikan luka di tangan dan kaki Yoana dengan seksama. Memang hanya lecet-lecet, tapi cukup banyak. Lecet itu ada di kedua tangan dan kaki kiri Yoana. Sementara kaki kanannya mulus. “Wah, lumayan parah ya?" gumam Wilson kemudian. "Tidak bi

