Tinju Pamela memang betulan keras untuk sekelas cewek seperti dia. Kalau gue nggak menahan dia sekarang, bisa jadi gue remuk. "Stop!" Akhirnya gue membalik badan dan menahan dua tangannya dengan cengkraman erat gue. Sekuat apapun dia, gue lebih kuat sebagai cowok. "Atau gue cium lo di muka umum." Ancaman gue sukses membuat Pamela menjauh secara otomatis. "Ogah!" komentarnya. Ekspresi Pamela membuat gue sangat terhibur. "Siapa juga yang mau nyium lo?" ledek gue dengan lidah terlujur. "Banyak kali," sahut Pamela percaya diri. "Tapi aku tolak. Nggak level." "Yakin nggak level?" Gue sengaja menyindir dia lebih lagi. Rasanya gue masih belum puas melihat ekspresi malunya itu. "Atau karena emang nggak ada yang suka?" Tiba-tiba saja raut wajah Pamela berubah menjadi serius. Dia menatap gue de

