Delia menatap sekeliling pada restoran. Tempat itu telah dihiasi pernak-pernik dan tulisan 'Anniversary' tertempel di bagian dinding. Hari ini Morgan mengajaknya ke sebuah restoran untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka yang pertama. Perayaan itu tidak dilakukan di malam hari, melainkan Siang hari. Morgan memundurkan kursi dan membiarkan sang istri duduk di sana. Ia memberikan ciuman singkat di pipi kiri Delia dengan raut senang. Sama sekali tidak memerhatikan ekspresi wanita itu yang nampak jijik dan dipenuhi keengganan. "Merayakan satu pernikahan di siang hari?" Delia bertanya dengan nada biasa disertai senyuman. Seolah raut jijik yang tadi itu hanya ilusi semata. Pria itu terbatuk-batuk, menjawab dengan gugup, "Hari ini aku harus pergi dinas ke luar kota. Penerbangannya malam

