"Aku tidak mau kembali ke sana." "Tapi kau tidak bisa terus berada di sini." Raffi berusaha membujuk agar Delia kembali ke dalam. Namun permintaannya ditolak mentah-mentah. "Aku takut ... dia menakutkan." Suara napas dalam-dalam terdengar, pria itu berlutut, tepat menghadap Delia yang kini kembali menangis. "Kau berjanji padaku akan bahagia, tapi lihat dirimu sekarang... menangis tepat di malam pernikahan?" Delia bungkam. Sejujurnya dia juga tidak mau begini, tidak mau menunjukkan kelemahannya pada sahabatnya sendiri. Ia malu, malu bahwa bahkan di saat dirinya sedih, orang pertama yang ingin ditemuinya adalah Raffi. "Semakin dingin di luar," ucapnya menyerah membujuk Delia menemui Morgan di kamarnya. "Dan kau harus beristirahat." Tidak mendengar tanggapan, Raffi kemudian memega

