Adelia menatap pada jam di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dan tak ada tanda-tanda Morgan masuk ke dalam kamar. Beberapa temannya tadi memang sempat menemaninya di sini, begitu pula dengan ayah dan sang mama tapi mereka sudah pergi. Sekarang, hanya ada dia sendiri di kamar. "Apa dia kedatangan temannya?" tanya Delia seraya mematut dirinya di depan cermin. Riasannya belum dibersihkan begitu pula dengan baju pengantin yang sama sekali tidak diapa-apakannya. "Nanti suruh Morgan saja yang bukakan." celetuk teman kantornya menggoda. "Mau ku kasih wejangan waktu malam pertama tidak?" "Kau sendiri saja belum menikah, sok-sokan ingin memberikan wejangan!" Delia hanya bisa tertawa-tawa mendengar celotehan teman-temannya beberapa menit lalu. Merasa senang kar

