Tidak Bisa Tidur

1220 Kata

"Mau ke mana kamu beraninya akan keluar tanpa bilang-bilang, ternyata kangen mendapat hukuman?" Gibran heran melihat wajah istrinya basah sisa air wudu berjalan ke arah pintu dengan memeluk mukena. Tangan kanan Aliza sudah terulur nyris meraih knop pintu, dia menyempatkan menoleh ke belakang daripada suaminya akan membuat onar di rumah sang papa. "Mau salat isya sama Papa serta Kak Zelina. Kita tuh biasa jamaah kalau pas kumpul di rumah." Ia menekankan kalimat terakhir seakan menyindir Gibran supaya hatinya tergerak ikut. "Tidak boleh," desisnya. "Apa kamu lupa sudah menikah, sekarang ada aku yang jadi imam kamu." Aliza membelalakkan mata. "Maksudnya?" Gadis itu merasa masalah pendengarannya makin serius. Seumur-umur ia tidak percaya suami super galak sekaligus egois mau menurunkan ego

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN