Ciuman itu perlahan terlepas, namun Bryan tidak membiarkan jarak tercipta di antara mereka dua. Bryan menyandarkan keningnya di dahi Ina, membiarkan napas mereka yang menderu saling berkejaran di udara yang terasa semakin panas. Jemari Bryan bergerak lembut, mengusap sisa kelembapan di sudut bibir Ina dengan ibu jarinya, sebuah gerakan yang jauh lebih intim daripada ciuman tadi. Aku tidak menyangka bibir ini sangat manis sekali. Setiap sentuhan, setiap lumatan yang ia berikan tadi pada bibir Ina, terasa seperti sedang mencicipi madu, ada sensasi candu yang merayap perlahan, menguasai logikanya, hingga ia tak lagi mampu menarik diri. Semakin ia menikmatinya, semakin ia merasa haus akan rasa yang sama. Apakah dia sudah lama tidak merasakan kegiatan seperti ini ?. Terakhir dia melakukan den

