Susana ramai di kampus kembali menyapa Ina. Seperti biasa dia merapikan penampilannya di kaca spion motornya. "Ina ? " Sebuah suara yang sangat familiar memecah keramaian. Naswa menyapa dan melambaikan tangan kepada Ina yang baru datang ke kampus. Ina menoleh dan mendapati Naswa sedang berdiri tak jauh darinya, dia melambaikan tangan dengan semangat. Sebuah senyuman tulus terbit di wajah Ina. Ia mempercepat langkah, menghampiri sahabatnya itu sembari membetulkan letak tas ranselnya. Sebelum berangkat tadi, ia sudah memastikan bahwa Bryan tidak akan sendirian. Bryan berjanji akan segera menghubungi Mamanya untuk datang ke rumah sakit menemaninya. Ina berjanji akan datang lagi tapi tidak hari ini. Pelukan hangat dan kecupan manis yang diberikan Mas Bryan saat tadi membuat Ina benar tidak

