Satu minggu telah berlalu sejak insiden kecelakaan itu. Kini Mas Bryan sudah menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Arm silp sudah tidak ada lagi ditangannya dia sudah sembuh seperti semula. Dia benar sudah kembali Ina memperhatikan gerakan Mas Bryan tidak nampak dia meringis kesakitan saat dia bergerak. Dia benar-benar telah kembali memancarkan pesona seperti biasa mengajar di kelas. Tadi juga menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan kepada kami bahwa dia mengalami kecelakaan. Kelas tiba-tiba riuh dan ikut prihatin mendengarkan cerita dari Mas Bryan. Ina tidak peduli dengan ocehan Naswa, yang memuji Mas Bryan. Ina mulai merasa terganggu oleh ucapan Naswa ini rasanya Ina memberi tahu kan kepada Naswa agar Naswa bisa diam. Ina kembali fokus menatap dengan Mas Bryan yang terlihat

