Ina berdiri terpaku di depan cermin besar yang memantulkan dirinya disana, Ina mengenakan gaun yang dipilihkan oleh Bryan kemarin dengan penuh cinta itu, Ina sempat menolak gaun cantik ini tapi sayangnya Ina tidak bisa berkutik dengan pilihannya Mas Bryan kemarin. Ini berputar tubuhnya di depan kaca. Ina menghela napas, tangannya gemetar menyentuh baju mahal ini yang jatuh dengan sempurna di lekuk tubuhnya. "Wah cantik banget gaunnya sayang..?" Suara lembut Miranda memecah keheningan Ina. "Ma, ini terlalu mewah kan Ma ?" tanyanya pelan, mencari dukungan atas rasa tidak percayanya sejak dari tadi. "Hah gimana ?" "Baju Ina ini aneh nggak Ma ? Ina sudah menolaknya kemarin, tapi Pak Bryan bilang ini sangat cocok untukku. Apa ini tidak berlebihan Ma?" Miranda melangkah mendekat, merapik

