bc

Istri 365 Hari CEO Dingin

book_age18+
101
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
forbidden
love-triangle
contract marriage
BE
one-night stand
family
HE
escape while being pregnant
time-travel
love after marriage
age gap
fated
forced
opposites attract
second chance
friends to lovers
pregnant
arranged marriage
kickass heroine
boss
stepfather
single mother
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
bold
brilliant
campus
city
office/work place
childhood crush
lies
secrets
love at the first sight
affair
friends with benefits
polygamy
addiction
assistant
actor
like
intro-logo
Uraian

Seolah belum cukup menjadi pengangguran melarat, Gina didatangkan mantan atasan rese dengan tawaran menjadi istrinya selama 365 hari dengan kompensasi lima milyar.Lima milyar? Jelas Gina tidak menolah. Pernikahan ini adalah bisnis. Setelah kontrak selesai, dia akan pergi.Namun, rencana Gina pupus saat Naura datang ingin mengacaukan rumah tangganya.Alih-alih rumah tangganya yang kacau, justru perasaan Gina yang menjadi kacau. Kehadiran Naura menghadirkan tindakan aneh dari Nathan. Kerap kali lelaki itu perhatian padanya, memberikan sentuhan yang perlahan merobohkan pertahanan Gina.Membuat Gina akhirnya bimbang. Haruskah dia jujur pada perasaannya dan bertahan di sisi Nathan? Atau pergi seperti yang sudah dituliskan dalam kontrak?

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
"Satu hal yang tidak kamu ketahui Gina." Lelaki itu memancarkan pilu dari kelopak matanya, seakan luka telah lama tergores di sana. "Saya mencintai kamu." Bibirnya bergetar, menahan gejolak emosi yang selama ini ditahan. "Jauh sebelum kita menikah selama 365 hari." "Dan pernikahan 365 hari hanyalah alibi agar saya bisa hidup sama kamu setidaknya 365 hari." Setiap untaian katanya adalah tombak yang berhasil mengoyak hati Gina. Surat perceraian di tangan Gina bergetar kala perasaannya bergejolak oleh masygul yang memberondongi diri. Lapisan air mata telah menggelegak kelopak matanya, dengan pupil bergetar menahan tangis. "Makasih." Suara Gina melirih, menyimpan pilu begitu besar. "Dan selama 365 hari, aku jadi cinta sama kamu." Kata-katanya dituturkan terlampau hati-hati. "Kamu memberikan apa yang belum pernah aku dapatkan. Tapi maaf...." Nathan menunggu, menunggu kelanjutan ucapan Gina yang kelak menjadi masa depan rumah tangga mereka. Walau surat perceraian di tangan Gina sudah jelas menamparnya. Dia tidak bisa memiliki Gina dalam waktu lama. Hanya 365 hari. Setelah itu dia akan melepaskan Gina, seperti yang sudah tertulis di kontrak. "Mentalku masih berantakan. Hubunganku sama keluargaku juga berantakan. Aku enggak yakin bisa hidup sama kamu saat aku sendiri masih belom damai sama diri sendiri." Suara Gina bergetar, oleh tangis yang mendesak. "Aku juga pengen hidup lebih dari 365 hari sama kamu, pengen banget." Di ujung kata, Gina sematkan harapan yang selama ini tumbuh dalam diam. "Tapi aku enggak bisa." Tangisnya telah meluruh, buat seluruh badan bergetar. "Aku enggak bisa hidup sama kamu saat aku sendiri masih berantakan. Aku mau menata hidupku sebelum memulai hidup baru sama orang lain." "Aku terima." Akhirnya Nathan bersuara, dengan hati lapang dia pun berucap. "Aku lepasin kamu. Sekarang pergilah dengan tenang. Maaf, aku enggak bisa jadi suami sempurna buat kamu." Segera Gina menggeleng, menyangkal pernyataan Nathan. "Kamu sempurna. Sempurna banget ... itu kenapa aku milih pisah karena aku enggak mau bebanin kamu." Bibir Nathan menipis, sejenak dia palingkan wajah kala tangis semakin mendesak untuk dikeluarkan, tak tahan melihat sang dara melirihkan pilu teramat menyayat. "Boleh aku peluk kamu?" Nathan bertanya hati-hati, sebelum Gina mengangguk. "Aku cinta kamu, Gina." Suaranya mengalun lirih di sisi telinga Gina saat dekapan mereka menyatu. "Dan akan selalu begitu." Tangannya menyusuri surai Gina, selagi hidung membaui aroma tubuh sabg istri. Yang beberapa menit lagi akan menjadi mantan istrinya. "Aku akan selalu menunggu kamu." Perkataan Nathan meluruhkan isak tangis Gina. Di sela getar tangis Gina menjawab, "Makasih." "Aku ... mau cium kamu. Boleh?" Mata pria itu membinarkan harapan, sebelum disahuti anggukan. Bibir mereka saling berlabuh, menautkan cinta yang selama ini tumbuh saat pernikahan mereka sendiri memiliki tenggat waktu 365 hari. Tangis keduanya mengurai, membersamai rasa pilu dari lidah yang saling bertaut. Surat perceraian di genggaman Gina nyaris koyak, kala emosi menyayat relung jiwa. Pernikahan mereka telah tiba di penghujungnya, tak ada lagi ikatan yang menyatukan mereka. Namun, nyatanya, cinta menerobos tanpa permisi, membuat perpisahan yang seharusnya damai menjadi begitu menyakitkan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
315.8K
bc

Too Late for Regret

read
326.8K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.7M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
145.8K
bc

The Lost Pack

read
445.2K
bc

Revenge, served in a black dress

read
155.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook