"Itu yang kamu bawa, apa?" Wajah Gina spontan menunjuk tas kertas di tangan Nathan. Nathan angkat barang bawaannya, perlihatkan ini kepada Gina. "Kebetulan tadi ketemu Raga, dia ngasih ini." "Isinya udah dilihat?" Kepala Gina dinaikan, mengarahkan tatapan pada Nathan. Sejenak Nathan menimang. Peringatan Raga agar membuka tas ini sebelum pulang, membuat Nathan curiga. Barang ini bukan barang untuk orang normal sepertinya. Pun bayangan senyum jahil dua sahabatnya itu mampir sekelibat, menambah keyakinan Nathan agar tidak membuka tas kertas ini sebelum pulang. "Nanti aja di rumah." Nathan menyahut, berusaha acuh dan tidak penasaran. Gina mengangguk. Rasa penasaran pun dia endapkan. Barang pemberian Raga pastinya barang pribadi laki-laki yang tidak seharusnya Gina ketahui. *** Nathan le

