POV-Rini Hari ini orang tua Mas Budi beserta adik iparku berencana kembali ke kota kediaman mereka. Entah apa alasannya aku dan Mas Budi juga tidak di perbolehkan oleh Buk Ice untuk mengantar keberangkatan mereka ke bandara. Hanya Agus yang baru aku ketahui adalah asisten pribadi Mas Budi yang mengantar mereka. “Ibuk pamit ya Rin. Kalian yang rukun, kalau sedikit berselisih di dalam berumah tangga itu biasa, sering-sering telepon ibuk. Oh iya, Ibumu juga sering di telepon, pasti ibumu juga pasti kangen merasa kehilangan anak perempuannya.” Begitulah petuah Bu Ice padaku. Mereka, aku dan Bu Ice pun saling peluk dan setelahnya kucium punggung tangan kedua mertuaku secara bergantian. Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi oleh Bu Ice beserta suami dan anaknya pun melaju pergi meningga

