Kalo anak menentang seorang ibu
dikatakan sebagai anak durhaka.
Bagaimana jika seorang ibu yang
memiliki sifat seperti ibunya Niko?
Bagaimana kita harus memberikan
istilah untuk wanita yang bernama
Rianti ini. Seorang ibu yang lebih
memilih membuat anaknya
menderita dan begitu
ibu
menyayangi anak dari mantan
kekasihnya.
"Mau apa kalian datang de sini?"
tanya Niko dingin sembari menatap
ibu Mommynya dan Zara dengan
tatapan tajam.
"Kamu masih bertanya kenapa
Mommy datang ke Bali. Itu semua
karena kamu yang menikah
diam-diam dengan p*lacur kecil
itu. Kamu sudah tidak
menganggap Mommy sebagai
orang tuamu lagi," omel Mommy
Rianti.
"Apa Mommy menganggap aku
sebagai putra Mommy?" tanya
Niko
"Tentu saja Mommy menyanyangi
kamu makanya Mommy ingin yang
terbaik untuk kamu. P*lacur kecil
itu hanya menginginkan uangmu
saja, Apa kamu tidak menyadari
itu?" sahut ibunya yang terlihat tidak
mau kalah.
"Cukup Mom," bentak Niko
menaikkan tangannya.
"Jangan sampai kesabaran aku
habis Mom. Selama ini aku sudah
sangat bersabar menghadapi
keegoisan Mommy," lanjut Niko
sembari menatap kecewa wanita
yang melahirkannya itu. Namun
wanita itu hanya bisa
memaksimalkan kehendaknya
pada Niko
Zara hanya menikmati
pertengkaran mereka, dia hanya
sebagai penonton saja sambil
mempelajari situasi.
"Kamu bilang Mommy egois?
Semua itu Mommy lakukan
justru untuk kebaikan kamu. Lihat
pernikahan kamu dengan Astrid
yang begitu kamu cintai juga
gagalkan," sahut sang Ibu yang
tidak mau kalah.
Niko mendengus, sudut bibirnya
terangkat, mata tajamnya melihat
kearah Zara sehingga Zara
memalingkan wajahnya.
"Mommy tau alasan perceraian
kami dan Mommy juga ikut andil
dengan mereka."
"Kamu jangan menuduh Mommy
Niko" bentak ibunya marah
sampai orang-orang yang berlalu
lalang melihat kearah mereka.
Kembali Niko mendengus lalu lebih
mendekat kepada ibunya.
"Perlu aku tunjukkan bukti
keterlibatan Mommy," ucap Niko
dengan nada rendah.
Mommy Rianti begitu terkejut dia
tidak menyangka putranya
memiliki bukti semua
keterlibatannya.
"Mommy aku bosan berdebat
sebaiknya Mommy balik ke
Jakarta," perintah Niko tegas.
"Mommy tidak setuju dengan
pernikahan ini. Tidak sah karena
Mommy tidak merestuinya," tegas
Rianti.
Niko kembali menatap ibunya
tajam, kenapa ada seorang ibu
seperti ini. Begitu egois.
"Aku tidak peduli mau Mommy
merestui apa enggak. Tetap saja itu
tidak berpengaruh bagiku," tegas
Niko lagi kemudian melangkahkan
kakinya menuju pintu perawatan.
"Mommy akan menghancurkan
pernikahan kamu. Kamu harus
cerai dengan p**acur itu,"
teriaknya kencang sampai Niko
menghentikan langkahnya lalu
membalikan badannya.
"Jika Mommy berani menyentuh
istri dan anakku dan melukai
mereka aku pastikan aku akan
membalas Mommy lebih dari apa
yang akan Mommy lakukan.
Bahkan aku bisa melenyapkan
Mommy, camkan itu," ancam Niko
tidak main-main. Lalu kembali
melangkahkan kakinya menuju
ruang perawatan si kembar
dimana istrinya pasti ketakutan.
Mommy Rianti begitu tak percaya
mendengar perkataan putranya.
Zara mengerutkan keningnya
melihat apa yang terjadi. Bibirnya
mengulas senyuman licik. Zara
mendekati Mommy Rianti.
"Mom, aku gak menyangka Mas
Niko akan berkata seperti itu.
Wanita itu sangat keras
pengaruhnya terhadap Mas Niko
Kita harus bermain cantik agar
bisa menyingkirkan wanita itu,"
ucap Sarah di telinga Mommy
Rianti.
"Kamu punya cara bagaimana
menyingkirkan wanita itu. Bila
perlu untuk selamanya?" tanya
Mommy Rianti.
"Kita balik dulu ke hotel nanti kita
bicarakan disana. Aku yakin Malik
akan membantu kita," ajak Zara.
Mereka berdua meninggalkan
rumah sakit menuju ke hotel
tempat mereka menginap.
***
Niko melihat istrinya berderaikan
air mata. Dia yakin istrinya
mendengar perbincangannya
dengan ibunya yang sangat
menegangkan itu. Niko memeluk
tubuh istrinya membelai
rambutnya untuk menenangkan
sang istri. Lia menangis
dipelukan suaminya, dia tidak
tahan dengan situasi seperti ini di
mana mertuanya begitu
membencinya.
" Lia takut mereka akan
menyakiti anak kita," ucapnya
dengan tangis didada bidang
suaminya.
"Kamu harus percaya sama aku
sayang. aku tidak akan
membiarkan siapapun menyakiti
kalian," ucap Niko berusaha
menenangkan istri kecilnya.
"Bukannya Lia tidak percaya sama
kamu, tapi mereka begitu
menakutkan."
"Mereka memang sangat
menakutkan tapi aku akan tetap
akan melindungi kalian. Tak akan
biarkan mereka menang
seperti sebelumnya," tegas Niko
sembari terus membelai rambut
lembut istrinya.
Niko mengajak istrinya kembali ke
kamar perawatan meski Lia
sudah menolaknya. Lia malah
mengkhawatirkan keselamatan
kedua anaknya namun suaminya
menegaskan kepadanya kalau tidak
akan terjadi apapun dengan si
kembar.
Setelah sampai di kamar ,Niko
membantu istrinya berbaring
diatas ranjang, setelah itu Niko
mengambil ponselnya
menghubungi Leon, Dia meminta
Leon datang ke rumah sakit ada
sesuatu hal yang ingin dia
bicarakan dengan Leon.
Tidak hanya Leon saja yang Niko
hubungi, dia juga menghubungi
Bram asistennya memberikan
perintah agar asistennya
menghubungi semua anak buah
mereka untuk mengawasi ibunya
dengan dan Zara.Niko juga menghubungi Louis
membicarakan masalah tadi, dia
meminta bantuan kepada Louis
juga. Niko sudah bisa menebak
Siapa saja yang akan diajak bekerja
sama dengan Zara. Siapa lagi kalau
bukan Malik suaminya sekaligus
kaki tangannya. Zara wanita yang
sangat pintar sekaligus licik
dengan kecantikannya dia bisa
membuat seseorang menuruti
semua keinginannya.
Niko juga meminta Mbok Yani
datang ke rumah sakit untuk
menemani Lia Karena untuk saat
ini hanya Mbok Yani yang Niko
percayai untuk menjaga istrinya.
Mbok Yani datang bersama Deon
karena Deon juga sangat
mengkhawatirkan keadaan
kakaknya.
Lia menjadi lebih tenang adiknya
ikut menemaninya di rumah sakit.
Dia takut mereka juga akan
mencelakai Deon karena Zara
pernah mengancam akan
menyakiti adiknya. Kenapa
hidupnya menjadi rumit seperti
ini.
**
Sejam kemudian Niko, Leon dan
Louis berbicara diruang tamu. Niko
meminta Leon mengurus sikembar
agar dipindahkan kerumah sakit
milik keluarga Leon dimana Niko
sendiri memiliki saham dirumah
sakit itu dan Niko meminta
ruangan khusus untuk sikembar
dan tidak ada yang boleh masuk
keruangan itu kecuali orang-orang
yang Niko percayai termasuk
dokter dan perawat. Niko
menginginkan dokter dan perawat
khusus dan Leon menyanggupi
semua permintaan saudara
sepupunya itu.
"Aku sudah tidak sabar menghajar
laki-laki itu dengan tanganku
sendiri, dia sudah berani merusak
Astrid dan membuat putriku
kecanduan," geram Louis
mengepalkan tangannya.
Niko menceritakan semua apa yang
terjadi pada Astrid kepada Louis
tidak ada yang Niko tutupi. Tentu
saja jiwa lain dari sepupunya
muncul. Kali ini Malik sudah tidak
bisa dibiarkan lagi termasuk Zara
dan ibunya.
Niko tidak ingin menjadi anak yang
berdosa namun dia tidak memiliki
pilihan lain lagi. Mommynya sudah
tidak bisa dikasih tau dengan
kata-kata. Dia sudah pernah ambil
andil merusak Astrid dan sekarang
dia tidak akan membiarkan
Mommynya menyentuh istrinya
dan kedua buah hatinya meskipun
Niko harus menjebloskan ibunya
kedalam penjara.
Sementara ditempat lain tepatnya
disebuah hotel mewah, Zara,
Rianti dan Malik sedang
berdiskusi. Malik sudah menolak
mentah-mentah keinginan Zara
namun Zara terus memaksanya
dengan rayuan mautnya. Seperti
itulah cara Zara menaklukkan
laki-laki dengan tubuhnya.
"Aku ingin kedua anak itu lenyap
dari muka bumi ini," pinta Zara
dengan manjanya.
"Tapi sayang itu tidak mudah
mereka itu anak-anaknya Niko
pasti Niko melakukan penjagaan
yang ketat melindungi mereka.
Sudahlah jangan cari perkara jika
ketahuan kita bisa tamat. Apalagi
Niko memiliki bukti klo aku ini
pengedar n*****a," rayu Malik.
"Pokoknya aku tidak peduli kamu
harus melenyapkan kedua anak
Niko. Aku benci anak itu," ucap
Zara yang bergelayut manja pada
tubuh laki-laki berstatus
suaminnya.
"Aku tau kamu menyukai Astrid.
Kamu tau dia juga berada di hotel
ini. Kamu bisa menikmati
tubuhnya sesukamu. Apalagi Niko
sudah tidak menginginkan wanita
itu," imbuh Zara yang mengetahui
Malik sangat menyukai Astrid.
"Kamu memang istri yang
pengertian," puji Malik tambah
bersemangat sembari menjapit
dagu Zara.
Zara memang berstatus istri Malik,
mereka menikah agar Malik bisa
leluasa tinggal di negara ini,
karena menikahi wanita lokal
sekaligus Malik ingin melebarkan
jaringannya di negara ini dengan
bisnis narkobanya yang sedang dia
geluti saat ini.