Lupakan Semua

1467 Kata
Leon mengendarai mobilnya menuju ke Villa kakaknya. Selama perjalanan dia terus memikirkan fakta yang baru dia ketahui ternyata wanita yang dia tiduri adalah keponakannya sendiri. Seandainya dia mengetahuinya sebelum hal itu terjadi mungkin hal itu masih bisa dihindari. Mungkin dia akan menolak Nayra mati-matian. Namun sekarang nasi sudah menjadi bubur. Leon terus memaki dirinya sendiri betapa dia tertarik dengan keponakannya sendiri. Leon tidak mengetahui jika Louis hanya saudara angkat dan hal itu juga tidak banyak yang mengetahuinya. Karena Remon dan Nila begitu menyayangi Louis seperti anak kandung sendiri dan tidak ada perbedaan antara Leon dan Louis. Niko mengetahui fakta itu karena Louis sendiri yang menceritakannya memang diantara mereka tidak ada rahasia. Leon sampai di villa, dia mendengar ada keributan dari dalam Villa. Terdengar suara Nayra sedang ribut dengan seorang wanita siapa lagi kalo bukan istri kakaknya yang egois itu. "p*****r kecil berani sekali kamu menggoda suamiku," maki seorang wanita bule seumuran ibunya sambil menunjuk Nayra. Wanita bule itu begitu fasih berbicara bahasa Indonesia. "Siapa yang kamu bilang pelacur hah?" tantang Nayra berkacak pinggang. Nayra bukan wanita yang gampang ditindas dia memiliki sifat keras hati. "Siapa lagi kalo bukan kamu," sahut wanita bule itu dengan galaknya. Nayra yang memiliki masalah dengan emosinya langsung mendekati wanita bule itu. PLAKKK Naira menatap tajam wanita bule didepannya, begitu juga dengan wanita bule itu. "Kamu berani tampar aku?" geram wanita bule yang sok cantik itu. Nayra menatapnya dengan tatapan menantangnya membuat wanita bule itu menaikan tangannya ingin membalas perlakuan Nayra. "Berhenti Clara." Suara Leon mengalihkan mereka berdua. Leon melihat kearah keponakannya, untuk sepersekian detik pandangan mereka bertemu sebelum akhirnya Nayra memutuskan kontak mata mereka. Leon berjalan mendekati mereka berdua. "Leon apa kamu mengenal wanita ini? Dia p*****r yang menggoda kakakmu," ujar Clara istri Louis. "Sekali lagi kamu mengataiku pelacur aku robek mulutmu," ancam Nayra dengan emosi. "Jaga kata-katamu Clara dia putri Mas Niko," ucap Leon tegas. "Niko?" "Iya..." sahut Leon lagi. "Sorry aku tidak tau kalo dia putri keponakan Louis," Clara merasa tidak enak. Clara mendekati Nayra yang masih memasang wajah marahnya. "Sorry Aunty tidak mengenalimu," ucapnya. "Nayra kita pulang sekarang ayah kamu sudah menunggu kamu di hotel," tegas Leon. "Aku mau tunggu Uncle Louis dulu," tolak Nayra dia tidak ingin pergi bersama Leon setelah kejadian kemarin. Sekarang Kak Louis sedang bersama ayah kamu di hotel," sahut Leon langsung menarik lengan Nayra. "Tunggu Leon," cegah Clara. Leon menghentikan langkahnya. Clara mendekati mereka berdua. "Katakan sama Louis untuk menemuiku. Aku sudah menghubunginya berkali-kali namun dia tidak mengangkat panggilanku," pesan Clara. "Kakakku tidak mengangkat panggilan darimu pasti ada alasannya," sahut Leon ketus. Clara akan mencari kakaknya jika dia sudah kehabisan uang. Leon juga tidak menyukai kakak iparnya itu yang hidupnya suka berfoya-foya dengan teman-temannya. Leon dan orang tua mereka mendukung rencana Louis menceraikan Clara. "Uncle Leon lepaskan tanganku sakit tau," tempat Nayra kesal. "Diam gak usah banyak protes," bentak Leon langsung membuat Nayra bungkam. Dari kecil Nayra memang paling takut jika bertemu dengan Leon karena Leon suka memarahinya kalo sudah membuat kesalahan dan Leon tidak seperti ayahnya yang begitu memanjakannya dan menuruti semua keinginannya, sehingga Nayra menjadi sosok yang egois. Leon membuka pintu mobil. "Masuk," perintah Leon tegas. Kemudian Leon menutup pintu mobil. Leon mengitari mobil dan duduk dibelakang kemudian. Mobil Jeep Wrangler berwarna hitam itu melesat meninggalkan villa milik Louis. "Uncle lupakan semuanya yang terjadi kemarin. Aku akan menyimpan rahasia ini, Uncle tenang saja aku gak akan ember," ucap Nayra enteng tanpa menoleh kearah Leon dia melihat kearah jendela. "Uncle aku gak mau balik ke hotel aku mau pulang ke Jakarta. Aku mau hidup dengan caraku sendiri aku bukan putri ayah Niko lagi," ucapnya. Hati Leon mencelos mendengar kata-kata Wanita muda yang kemarin di renggut kehormatannya tepatnya Nayra kehilangan kendali karena obat perangsang yang diberikan oleh temannya di Club malam. Leon bisa merasakan kesedihan Nayra namun wanita muda itu berusaha kuat dan seperti tidak terjadi sesuatu. Kini Leon yakin Nayra memang putri kakaknya keras hati namun tetap tegar apapun masalahnya. "Uncle kita mau kemana?" tanya Nayra lagi setelah menyadari jalan yang Leon ambil bukan menuju kearah hotel maupun bandara. Leon tidak menjawab dia fokus dengan kemudinya, Nayra menjadi tambah kesal dibuatnya. "Uncle berhenti, aku gak mau ikut uncle." Leon tidak peduli dia fokus dengan jalanan yang dia lalui. Meski Nayra terus mengoceh dan berteriak. Leon memang lelaki yang lembut namun dia juga bisa keras tergantung siapa yang sedang dia hadapi. "Nayra duduk yang tenang klo gak Uncle iket kamu," ancam Leon menoleh Nayra sebentar lalu kembali fokus dengan jalan. Leon membawa Nayra ke villa milik pribadinya di kawasan Canggu cukup jauh dari Villa kakaknya yang berada di kawasan Jimbaran. Leon memarkir mobilnya di depan Villa, pegawainya menghampiri Leon. "Tuan anda ditunggu Nona Cynthia di dalam," lapor pegawainya. Leon memang sering bertemu dengan teman-teman setiap hari sabtu di Villanya membahas pekerjaan dan Cynthia salah satunya. Nayra merasa tidak suka mendengar ada seorang wanita berada di villa Leon. Entah kenapa namun Nayra berusaha cuek. Leon menarik lengan Nayra masuk kedalam villa. "Sakit Uncle..." protes Nayra. "Anak nakal memang harus dikasih pelajaran," sahut Leon tegas terus menarik Nayra masuk. Cynthia yang sedang bersantai menunggu Leon, mengerutkan keningnya melihat Leon datang dengan seorang wanita muda. Nayra juga tidak suka melihat Cynthia yang begitu kecentilan. Terlihat jelas jika wanita itu menyukai Leon. "Uncle lepasin, aku pingin pulang," protes Nayra sembari berusaha melepaskan cengkraman tangan Leon. "Cynthia bisa kamu tinggalkan villaku. Hari ini sepertinya aku ada urusan dengan keponakanku." Cynthia merasa kurang suka, seakan Leon mengusirnya padahal dia sengaja datang kevila ini karena dia mengetahui klo Leon setiap akhir pekan akan menghabiskan waktu di tempat ini dengan teman yang lain. Leon mengambil ponselnya menghubungi temannya yang lain agar tidak datang keVillanya. "Uncle gak usah batalin janji sama temen-temen uncle. Aku janji gak akan kabur." "Gak usah mengatur Uncle kamu cukup diam dan menurut saja. Uncle bukan ayah kamu yang selalu menuruti keinginan kamu," tegas Leon. Nayra berdecak kesal, seandainya waktu bisa di ulang lebih baik dirinya tidak berurusan dengan sosok ini. "Cynthia pergilah aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu," perintah Leon. Dia langsung meninggalkan Cynthia masuk kedalam sebuah kamar yang memiliki pemandangan pantai. Cynthia dengan kesal meninggalkan Villa milik Leon padahal dia sudah menghabiskan berjam-jam menghabiskan waktu di spa untuk hari ini biar bisa menarik perhatian dokter ganteng dan kaya itu. "Uncle mau apa sih sebenarnya. Bukankah aku sudah bilang kita lupakan kejadian semalam." Leon kesal sekali mendengar kata-kata Nayra. Dia langsung mendorong Nayra di ranjang langsung menindih nya dan mengunci kedua tangannya diatas kepalanya. "Kamu kira mudah melupakan kejadian kemarin malam Nayra. "Bagaimana kalo kamu hamil. Kemarin kita melakukannya berkali-kali dan aku tidak memakai pengaman." Nayra langsung terdiam dia mengalihkan pandangannya dari wajah Leon, sebisa mungkin Nayra menghindari kontak mata dengan Leon. "Tinggal digugurin saja bereskan. Uncle tenang Nayra gak tuntut uncle untuk bertanggungjawab," sahut Nayra dengan enteng. "Nayra......" *** Niko menjadi lebih tenang setelah mengetahui Nayra sekarang berada di villa Leon. Niko juga mengetahui Nayra bisa dijinakkan oleh Leon karena sedari kecil Nayra paling takut dengan Uncle dokternya klo sudah mengancam akan menyuntikan kalo dia tidak mau minum obat kalo sedang sakit. Niko kembali kerumah sakit sedangkan Louis masih di hotel milik Niko. Dia ingin berbicara dengan Astrid masalah Nayra dan Niko tidak keberatan untuk itu, karena dirinya dan Astrid tidak ada hubungan lagi. Perkawinan mereka sudah berakhir lama dan sekarang Niko sudah melanjutkan kehidupannya yang baru dengan istri kecilnya yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu. Apalagi sekarang sudah ada sikembar diantara mereka. Niko langsung menuju keruang bayi setelah tidak melihat istrinya berada diruanganya. Bibir Niko menyunggikan senyuman melihat istrinya sedang duduk di kursi roda sambil memandangi dua malaikat kecil mereka yang masih berada didalam tabung incubator. Niko meminta mbok Yani dan Deon pulang kerumah untuk beristirahat, dia akan menunggui istri kecilnya. "Mereka mirip kita ya." ucap Niko sembari tersenyum. "Sayang, mereka belum memiliki nama. Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita." "Belum, kamu aja yang kasih nama kan ayah mereka," sahut Lia. Niko berfikir sebentar. "Alexander Gautama dan Alexia Fransiska Gautama." "Mommy tidak setuju nama Gautama diberikan kepada kedua anak itu, karena perkawinan kalian tidak sah tanpa ada persetujuan Mommy." Niko dan Lia begitu terkejut mendengar suara wanita yang sangat mereka kenal. Niko dan Lia membalikkan badannya melihat kearah suara itu. Mommy Rianti ditemani oleh Zara sudah berdiri tepat dihadapan mereka. Wajah Lia seketika memucat melihat kedua wanita itu. Niko melihat expresi wajah istrinya. Niko mensejajarkan dirinya yang sedang duduk dikursi roda. " Jangan takut ada aku bersamamu," ucap Niko sembari membelai wajah istrinya. Rianti mendengus melihat putranya yang begitu perhatian dengan Lia. Wanita yang begitu Rianti benci. Niko berdiri lagi lalu mendekati kedua wanita itu. "Kita bicara diluar jangan buat keributan disini. Aku tidak ingin istri dan anakku terganggu dengan kedatangan kalian. Urusan kalian denganku bukan dengan Lia," tegas Niko menggiring ibunya dan Zara keluar dari ruangan bayi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN