Leon membuka matanya tanpa
melihat Nayra berada
disampingnya. Dia langsung
bangun dan duduk di ranjang
sambil memanggil nama Nayra.
"Nayra...."
"Nayra..."
Namun tidak ada jawaban dari
Nayra. Leon beranjak dari ranjang
melangkahkan kakinya menuju
kamar mandi, siapa tau Nayra ada
di kamar mandi.
Leon semakin panik tidak
menemui Nayra di dalam kamar.
Leon langsung dengan cepat
memakai pakaiannya keluar dari
kamar yang menjadi saksi
penyatuannya dengan Nayra.
"Sial...," umpat Leon ketika hendak
menghubungi nomer Nayra namun
ponselnya kehabisan baterai.
Leon langsung menuju kearah
mobilnya, meninggalkan tempat
itu. Tujuan pertamanya adalah
hotel milik Niko dimana Nayra
menginap. Tak lupa Leon juga
mengisi daya ponselnya di dalam
mobil.
Banyak pikiran yang menyeruak
masuk kedalam kedalam otaknya.
Apa Nayra membencinya? Leon
memukul stir mobilnya
bisa-bisanya dirinya sampai
kehilangan jejak Nayra.
"Nayra apa kamu marah sama
uncle?' lirihnya.
Leon sampai di hotel dan langsung
menuju kamar yang Nayra
tempati. Sebelum lihat Niko dan
Astrid sedang berbicara di
restoran. Leon semakin
kebingungan harus menjawab apa
kepada sepupunya dan juga kepada
ibunya Nayra.
Dengan langkah berat Leon
mendekati mereka berdua.
"Dimana Nayra?" tanya Niko tanpa
basa basi dengan wajah dinginnya.
Terlihat jelas habis ada perdebatan
diantara mereka.
"Mas aku kehilangan jejak Nayra.
Aku sedang mencarinya sekarang,"
sahut Leon dengan expresi
bersalah dia sudah siap di marahi
oleh sepupunya.
Niko langsung berdiri dan menarik
kerah baju Leon. Tentu saja Niko
marah mendengar jawaban tak
bertanggungjawab dari Leon.
"Kemana kalian kemarin malam
dan kenapa kamu gak angkat
telponku?" Niko begitu emosi.
Astrid juga panik putrinya
menghilang padahal pantasan saja
kemarin feeling tidak enak.
"Kemarin Nayra ke Club malam
dan_"
"Kamu tidak perlu lagi mencari
Nayra lagi. Ko, Nayra sekarang
ada di villaku," ujar Louis yang
datang sendiri tanpa Nayra karena
Nayra menolak untuk ikut.
Astrid langsung panik melihat
Louis, sedangkan Louis menatap
tajam pada Astrid.
Niko melepaskan kerah kemeja
Leon. Leon langsung melangkah.
"Kamu mau kemana Leon?" cegah
Louis.
"Menjemput Nayra," sahutnya
pendek tanpa menghentikan
langkahnya.
"Berhenti Leon," bentak Louis.
Leon menghentikan langkahnya
dia menoleh ke arah kakaknya.
Leon merasa ada yang aneh
dengan sikap kakaknya.
"Kenapa Kamu mencegahku
membawa Nayra pulang? Kamu
tau sendiri istrimu jika melihat
wanita lain di Vilaamu dia akan
kesetanan, aku tidak mau istrimu
menyakiti Nayra," sahut Leon yang
begitu hapal dengan sifat kakak
iparnya.
"Leon jemput Nayra, bawa dia
kesini," perintah Niko kepada Leon.
Leon juga mengetahui sifat istri
sepupunya itu. Walaupun Nayra
bisa menghadap istri Leon namun
bagi Niko Nayra tidak berhak ada
ditempat itu.
"Kamu tidak bisa membawanya
Niko. Karena dia bukan putrimu."
Sontak semuanya terkejut kenapa
Louis bisa mengetahui hal itu.
Yang paling mengejutkan kenapa
tumben Louis ikut campur dengan
urusan yang bukan urusannya.
Apalagi sedari tadi Louis menatap
Astrid dan Astrid terlihat
kebingungan membuat Niko
penasaran. Niko hapal betul sifat
sepupunya, dia curiga apakah
sepupunya ada hubungannya
dengan Astrid. Apa mereka berdua
pernah mengkhianatinya? Niko
mulai berfikir kearah sana.
"Apa maksudmu? Nayra tetap
putriku secara hukum?" Niko
mendekati Louis sedangkan Astrid
gemetar. Sedangkan Leon merasa
ada yang janggal.
"Tanyakan langsung sama Astrid?"
sahut Louis dengan tatapan tertuju
kepada Astrid yang terlihat pucat
dan menundukkan kepalanya.
Niko mendekati Astrid yang
tertunduk,
"Astrid Jelaskan sama aku apa
sebenarnya maksud Louis,"
pintanya terus menatapi Astrid.
Astrid terdiam air mata mulai
keluar dari pelupuk matanya, dia
begitu ketakutan. Astrid
mendongkrak wajahnya sampai
tatapannya bertemu dengan Niko.
Terlihat jelas Niko begitu kecewa.
"Kamu mengkhianatiku dengan
Louis juga dan Nayra hasilnya?"
tanya Niko mengatakan apa yang
ada di otaknya.
"Bukan seperti itu Mas. Nayra
memang anak biologis Louis tapi
aku tidak pernah mengkhianati
kamu dengan Louis. Malam itu
Pria itu adalah sepupumu yang
memperkosaku. Aku tidak berani
mengatakannya karena takut kamu
kecewa dan meninggalkanku,"
jelasnya dengan isakan tangis.
Niko hampir tidak percaya dengan
pendengarannya dia mundur
beberapa langkah lalu duduk di
kursi yang berada tak jauh dari
dirinya.
"Astrid gak salah ko. Aku yang
salah mencintai kekasihmu
walaupun aku tau kalian saling
mencintai. Aku tak bisa menahan
diriku malam itu. Dimana kamu
meminta Astrid yang kelelahan
menunggumu di kamar. Aku
mabuk malam itu dan akhirnya
semuanya terjadi," jelas Louis.
"Aku ingin bertanggung jawab atas
apa yang aku lakukan namun
Astrid menolak karena dia sangat
mencintai kamu apalagi undangan
pernikahan kalian sudah tersebar,"
imbuh Louis lagi.
"Kenapa kamu tidak mau jujur
sama aku jika laki-laki itu adalah
Louis?" tanya Niko lagi.
"Apa aku harus menjawabnya lagi
Mas. Kamu tau aku begitu
mencintai kamu," jawab Astrid
terisak.
Astrid tidak tahan berada ditengah
dua laki-laki itu. Leon yang
mendengar kenyataan itu tambah
syok. Dia meniduri keponakannya
sendiri. Astrid berlari
meninggalkan dua laki-laki itu
menuju kekamarnya.
"Astrid...." panggil Louis yang
terlihat jelas masih menyimpan
rasa pada ibu dari anak anaknya
itu.
"Kamu masih sangat
mencintainya?" tanya Niko dengan
senyuman masam di wajahnya.
Louis menarik kursi yang ada
disebelah sepupunya, dia menatap Niko
"Maaf, kejadian malam itu
menghancurkan rumah tangga
kalian," ucap Louis penuh
penyesalan.
"Jawab pertanyaanku," Niko
menatap sepupunya. Leon memilih
untuk meninggalkan mereka
mencari Nayra menyelesaikan
urusan mereka.
"Tanpa aku jawab kamu sudah tau
jawabannya ko," sahut Louis.
"Bagaimana jika istrimu tau kalo
Nayra adalah putrimu. Aku tidak
mau istrimu yang arogan
menyakiti Nayra. Kamu harus
kembalikan Nayra kepadaku
bagaimanapun dia secara hukum
adalah putriku," ucap Niko tegas.
Niko memiliki kekuatan hukum
atas Nayra meskipun Louis adalah
ayah biologisnya
"Aku akan melindungi putriku
daripada dia tersiksa hidup sama
kamu Niko."
"Kamu salah Louis, Nayra yang
tidak mau menerima
pernikahanku dengan sahabatnya,
padahal sahabatnya sangat
mencintai dirinya bahkan Lia
istriku rela berkorban untuk
Nayra," kata Niko
"Aku tidak mengerti dengan
kehidupan kamu ko. Kamu
bercerai dengan Astrid sekarang
kamu menikah sahabat Nayra
sendiri. Bisa kamu jelaskan sama
aku semuanya?" pinta Louis.
Hubungan Niko dengan Louis
sangatlah dekat bahkan dulu
mereka seperti saudara kandung
mereka sering tidur satu kamar.
Louis memutuskan pergi karena
Astrid dan menikahi wanita lain
dan menetap di luar Negri.
Niko menceritakan kehancuran
pernikahan mereka karena Zara
dan Malik. Louis mengenal mereka
berdua dan dia juga mengetahui
jika Zara dari kecil sangat
mencintai Niko namun Louis tidak
menyangka kalo Zara akan
bertindak kejam seperti itu.
Tangan Louis mengepal
mendengar apa yang terjadi pada
Astrid dan putrinya wajahnya
sudah mulai memerah menahan
amarahnya. Louis memiliki
masalah dengan emosinya hampir
sama dengan Niko namun bedanya
Louis lebih ceroboh dan
menggunakan tangannya langsung
menghajar seseorang.
"Kendalikan emosimu Louis,"
pinta Niko
"Malik bukan orang yang
sembarangan," Niko memperingati
Sepupunya.
"Zara dan Malik harus menerima
ganjarannya karena perbuatannya
kepada Astrid dan Nayra," Suara
Louis begitu murka.
"Jangan kamu membuat masalah,
ingat sekarang posisimu pria
beristri jangan sampai istrimu juga
membuat masalah," ucap Niko
mengingatkan sepupunya itu.
"Biarkan Nayra hidup dengan
Astrid. Ini bukan saatnya kamu
mengakui Nayra. Biarkan Nayra
menjadi putriku. Aku berjanji jika
kamu sudah menyelesaikan
masalah kamu dengan istrimu,
Aku sendiri yang akan
menyerahkan
kepadamu,".
hak atas putrimu
janji Niko kepada sepupunya
"Ko. Apa mereka maksudku Astrid
tidak lagi ada di hatimu?" tanya
Louis.
Niko menyunggikan senyuman,
seketika bayangan istri kecilnya
memenuhi otaknya. Dia sudah
cukup lama meninggalkan istri dan
anaknya. Niko begitu merindukan
mereka.
Louis bisa membaca expresi Niko
dia bisa menebaknya.
"Ternyata kamu p*****l ko" ujar
Louis.
"Sialan, istriku sudah 18 tahun,"
sanggah Niko dengan kesal
mendengar ejekan sepupunya.
Mereka tertawa bersama.
"Ko, kalo urusanku sudah selesai
dengan istriku. Kamu tidak
keberatankan aku menikahi Astrid.
Aku janji akan membahagiakannya
dan mengajaknya tinggal diluar
negeri. Aku ingin putriku memiliki
keluarga lengkap," ucap Louis
kemudian.
"Aku akan mendukung kamu
asalkan kamu jangan pernah
menyesal menikahi mantan
istriku."
"Kamu tau aku, yang aku
pedulikan adalah perasaanku
bukan masa lalu akan tetapi masa
depan," sahut Louis penuh
keyakinan dan Niko mempercayai
sepupunya itu.
Niko menepuk-nepuk bahu
sepupunya. Dia sedikit lebih lega.
Dia juga berharap Astrid bisa
menerima Louis karena selama ini Niko tau jika sepupunya itu tidak
bahagia hidup dengan istri bulenya
yang cenderung lebih suka hidup
hura-hura dengan uang Louis.
Sekarang Louis termasuk
pengusaha sukses diluar negeri
dengan bisnis yang dia bangun
sendiri dengan jerih payahnya
yang hanya bermodalkan
keberanian sekarang
mengantarkannya menjadi
pengusaha yang sukses.