Terungkap

1306 Kata
Leon membuka matanya tanpa melihat Nayra berada disampingnya. Dia langsung bangun dan duduk di ranjang sambil memanggil nama Nayra. "Nayra...." "Nayra..." Namun tidak ada jawaban dari Nayra. Leon beranjak dari ranjang melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, siapa tau Nayra ada di kamar mandi. Leon semakin panik tidak menemui Nayra di dalam kamar. Leon langsung dengan cepat memakai pakaiannya keluar dari kamar yang menjadi saksi penyatuannya dengan Nayra. "Sial...," umpat Leon ketika hendak menghubungi nomer Nayra namun ponselnya kehabisan baterai. Leon langsung menuju kearah mobilnya, meninggalkan tempat itu. Tujuan pertamanya adalah hotel milik Niko dimana Nayra menginap. Tak lupa Leon juga mengisi daya ponselnya di dalam mobil. Banyak pikiran yang menyeruak masuk kedalam kedalam otaknya. Apa Nayra membencinya? Leon memukul stir mobilnya bisa-bisanya dirinya sampai kehilangan jejak Nayra. "Nayra apa kamu marah sama uncle?' lirihnya. Leon sampai di hotel dan langsung menuju kamar yang Nayra tempati. Sebelum lihat Niko dan Astrid sedang berbicara di restoran. Leon semakin kebingungan harus menjawab apa kepada sepupunya dan juga kepada ibunya Nayra. Dengan langkah berat Leon mendekati mereka berdua. "Dimana Nayra?" tanya Niko tanpa basa basi dengan wajah dinginnya. Terlihat jelas habis ada perdebatan diantara mereka. "Mas aku kehilangan jejak Nayra. Aku sedang mencarinya sekarang," sahut Leon dengan expresi bersalah dia sudah siap di marahi oleh sepupunya. Niko langsung berdiri dan menarik kerah baju Leon. Tentu saja Niko marah mendengar jawaban tak bertanggungjawab dari Leon. "Kemana kalian kemarin malam dan kenapa kamu gak angkat telponku?" Niko begitu emosi. Astrid juga panik putrinya menghilang padahal pantasan saja kemarin feeling tidak enak. "Kemarin Nayra ke Club malam dan_" "Kamu tidak perlu lagi mencari Nayra lagi. Ko, Nayra sekarang ada di villaku," ujar Louis yang datang sendiri tanpa Nayra karena Nayra menolak untuk ikut. Astrid langsung panik melihat Louis, sedangkan Louis menatap tajam pada Astrid. Niko melepaskan kerah kemeja Leon. Leon langsung melangkah. "Kamu mau kemana Leon?" cegah Louis. "Menjemput Nayra," sahutnya pendek tanpa menghentikan langkahnya. "Berhenti Leon," bentak Louis. Leon menghentikan langkahnya dia menoleh ke arah kakaknya. Leon merasa ada yang aneh dengan sikap kakaknya. "Kenapa Kamu mencegahku membawa Nayra pulang? Kamu tau sendiri istrimu jika melihat wanita lain di Vilaamu dia akan kesetanan, aku tidak mau istrimu menyakiti Nayra," sahut Leon yang begitu hapal dengan sifat kakak iparnya. "Leon jemput Nayra, bawa dia kesini," perintah Niko kepada Leon. Leon juga mengetahui sifat istri sepupunya itu. Walaupun Nayra bisa menghadap istri Leon namun bagi Niko Nayra tidak berhak ada ditempat itu. "Kamu tidak bisa membawanya Niko. Karena dia bukan putrimu." Sontak semuanya terkejut kenapa Louis bisa mengetahui hal itu. Yang paling mengejutkan kenapa tumben Louis ikut campur dengan urusan yang bukan urusannya. Apalagi sedari tadi Louis menatap Astrid dan Astrid terlihat kebingungan membuat Niko penasaran. Niko hapal betul sifat sepupunya, dia curiga apakah sepupunya ada hubungannya dengan Astrid. Apa mereka berdua pernah mengkhianatinya? Niko mulai berfikir kearah sana. "Apa maksudmu? Nayra tetap putriku secara hukum?" Niko mendekati Louis sedangkan Astrid gemetar. Sedangkan Leon merasa ada yang janggal. "Tanyakan langsung sama Astrid?" sahut Louis dengan tatapan tertuju kepada Astrid yang terlihat pucat dan menundukkan kepalanya. Niko mendekati Astrid yang tertunduk, "Astrid Jelaskan sama aku apa sebenarnya maksud Louis," pintanya terus menatapi Astrid. Astrid terdiam air mata mulai keluar dari pelupuk matanya, dia begitu ketakutan. Astrid mendongkrak wajahnya sampai tatapannya bertemu dengan Niko. Terlihat jelas Niko begitu kecewa. "Kamu mengkhianatiku dengan Louis juga dan Nayra hasilnya?" tanya Niko mengatakan apa yang ada di otaknya. "Bukan seperti itu Mas. Nayra memang anak biologis Louis tapi aku tidak pernah mengkhianati kamu dengan Louis. Malam itu Pria itu adalah sepupumu yang memperkosaku. Aku tidak berani mengatakannya karena takut kamu kecewa dan meninggalkanku," jelasnya dengan isakan tangis. Niko hampir tidak percaya dengan pendengarannya dia mundur beberapa langkah lalu duduk di kursi yang berada tak jauh dari dirinya. "Astrid gak salah ko. Aku yang salah mencintai kekasihmu walaupun aku tau kalian saling mencintai. Aku tak bisa menahan diriku malam itu. Dimana kamu meminta Astrid yang kelelahan menunggumu di kamar. Aku mabuk malam itu dan akhirnya semuanya terjadi," jelas Louis. "Aku ingin bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan namun Astrid menolak karena dia sangat mencintai kamu apalagi undangan pernikahan kalian sudah tersebar," imbuh Louis lagi. "Kenapa kamu tidak mau jujur sama aku jika laki-laki itu adalah Louis?" tanya Niko lagi. "Apa aku harus menjawabnya lagi Mas. Kamu tau aku begitu mencintai kamu," jawab Astrid terisak. Astrid tidak tahan berada ditengah dua laki-laki itu. Leon yang mendengar kenyataan itu tambah syok. Dia meniduri keponakannya sendiri. Astrid berlari meninggalkan dua laki-laki itu menuju kekamarnya. "Astrid...." panggil Louis yang terlihat jelas masih menyimpan rasa pada ibu dari anak anaknya itu. "Kamu masih sangat mencintainya?" tanya Niko dengan senyuman masam di wajahnya. Louis menarik kursi yang ada disebelah sepupunya, dia menatap Niko "Maaf, kejadian malam itu menghancurkan rumah tangga kalian," ucap Louis penuh penyesalan. "Jawab pertanyaanku," Niko menatap sepupunya. Leon memilih untuk meninggalkan mereka mencari Nayra menyelesaikan urusan mereka. "Tanpa aku jawab kamu sudah tau jawabannya ko," sahut Louis. "Bagaimana jika istrimu tau kalo Nayra adalah putrimu. Aku tidak mau istrimu yang arogan menyakiti Nayra. Kamu harus kembalikan Nayra kepadaku bagaimanapun dia secara hukum adalah putriku," ucap Niko tegas. Niko memiliki kekuatan hukum atas Nayra meskipun Louis adalah ayah biologisnya "Aku akan melindungi putriku daripada dia tersiksa hidup sama kamu Niko." "Kamu salah Louis, Nayra yang tidak mau menerima pernikahanku dengan sahabatnya, padahal sahabatnya sangat mencintai dirinya bahkan Lia istriku rela berkorban untuk Nayra," kata Niko "Aku tidak mengerti dengan kehidupan kamu ko. Kamu bercerai dengan Astrid sekarang kamu menikah sahabat Nayra sendiri. Bisa kamu jelaskan sama aku semuanya?" pinta Louis. Hubungan Niko dengan Louis sangatlah dekat bahkan dulu mereka seperti saudara kandung mereka sering tidur satu kamar. Louis memutuskan pergi karena Astrid dan menikahi wanita lain dan menetap di luar Negri. Niko menceritakan kehancuran pernikahan mereka karena Zara dan Malik. Louis mengenal mereka berdua dan dia juga mengetahui jika Zara dari kecil sangat mencintai Niko namun Louis tidak menyangka kalo Zara akan bertindak kejam seperti itu. Tangan Louis mengepal mendengar apa yang terjadi pada Astrid dan putrinya wajahnya sudah mulai memerah menahan amarahnya. Louis memiliki masalah dengan emosinya hampir sama dengan Niko namun bedanya Louis lebih ceroboh dan menggunakan tangannya langsung menghajar seseorang. "Kendalikan emosimu Louis," pinta Niko "Malik bukan orang yang sembarangan," Niko memperingati Sepupunya. "Zara dan Malik harus menerima ganjarannya karena perbuatannya kepada Astrid dan Nayra," Suara Louis begitu murka. "Jangan kamu membuat masalah, ingat sekarang posisimu pria beristri jangan sampai istrimu juga membuat masalah," ucap Niko mengingatkan sepupunya itu. "Biarkan Nayra hidup dengan Astrid. Ini bukan saatnya kamu mengakui Nayra. Biarkan Nayra menjadi putriku. Aku berjanji jika kamu sudah menyelesaikan masalah kamu dengan istrimu, Aku sendiri yang akan menyerahkan kepadamu,". hak atas putrimu janji Niko kepada sepupunya "Ko. Apa mereka maksudku Astrid tidak lagi ada di hatimu?" tanya Louis. Niko menyunggikan senyuman, seketika bayangan istri kecilnya memenuhi otaknya. Dia sudah cukup lama meninggalkan istri dan anaknya. Niko begitu merindukan mereka. Louis bisa membaca expresi Niko dia bisa menebaknya. "Ternyata kamu p*****l ko" ujar Louis. "Sialan, istriku sudah 18 tahun," sanggah Niko dengan kesal mendengar ejekan sepupunya. Mereka tertawa bersama. "Ko, kalo urusanku sudah selesai dengan istriku. Kamu tidak keberatankan aku menikahi Astrid. Aku janji akan membahagiakannya dan mengajaknya tinggal diluar negeri. Aku ingin putriku memiliki keluarga lengkap," ucap Louis kemudian. "Aku akan mendukung kamu asalkan kamu jangan pernah menyesal menikahi mantan istriku." "Kamu tau aku, yang aku pedulikan adalah perasaanku bukan masa lalu akan tetapi masa depan," sahut Louis penuh keyakinan dan Niko mempercayai sepupunya itu. Niko menepuk-nepuk bahu sepupunya. Dia sedikit lebih lega. Dia juga berharap Astrid bisa menerima Louis karena selama ini Niko tau jika sepupunya itu tidak bahagia hidup dengan istri bulenya yang cenderung lebih suka hidup hura-hura dengan uang Louis. Sekarang Louis termasuk pengusaha sukses diluar negeri dengan bisnis yang dia bangun sendiri dengan jerih payahnya yang hanya bermodalkan keberanian sekarang mengantarkannya menjadi pengusaha yang sukses.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN