Pertemuan

1504 Kata
"Nayra tolong jangan seperti ini aku ini unclemu." Leon masuk berusaha menahan dirinya sendiri, sedangkan bagian bawahnya sudah mulai mengeras. Nayra terus bergerak tak terkendali terus membuka Kemeja yang Leon pakai sampai kemeja itu lepas dari tubuh Leon. Nayra tetap tidak peduli dengan Leon yang terus menolaknya. Hasrat Nayra semakin tak terbendung lagi. "Nayra, kendalikan dirimu. Kita tidak boleh seperti ini, kamu keponakanku." Bukannya tambah sadar Nayra justru menciumi leher Leon membuat hasrat Leon semakin terpancing. Leon sudah berusaha menahan dirinya namun Nayra begitu menggodanya. "Jangan sampai kamu menyesal setelah kejadian malam ini Nay," ucap Leon disela-sela kewarasannya yang sudah mulai menipis. "Tidak akan Uncle!!" sahut Nayra penuh keyakinan. Detik selanjutnya Leon langsung mendorong tubuh Nayra keranjang lalu menindihnya. Leon mulai melumat bibir ranum Nayra. Nayra membalas ciuman panas yang Leon lakukan. Lidah mereka saling membelit saling menukar Saliva sedang tangan Leon bebaskan b*******a Nayra dari penutupnya lalu melemparnya kesembarang arah Lidah Leon mulai menelusuri leher jenjang putih dan mulus Nayra dan meninggalkan jejak kepemilikan di tempat itu. Hasrat mereka berdua semakin tak terbendung lagi. Mereka berdua begitu terhanyut dengan kenikmatan mereka melupakan hubungan mereka. Kini bibir Leon mulai menikmati buah d**a Nayra yang begitu pas ditangannya. Nayra semakin dibuat melayang oleh kenikmatan yang diberikan oleh laki-laki yang tiga belas tahun diatasnya itu. Nayra bukan yang pertama bagi Leon, jadi Leon memiliki pengalaman di bidang itu meskipun tidak semahir kakak sepupunya Niko "Oughhh...." desah Nayra. Setelah puas bermain dengan dua buah d**a yang kenyal itu, Lidah Leon kembali bergerilya kearah kebagian perut Nayra lalu menelusuri kaki mulus milik keponakannya. "Uncle Nayra gak tahan lagi." mohon Nayra yang sudah tidak tahan pengaruh obat perangsangnya begitu kuat. Leon bisa melihat keponakanya itu sudah tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi untuk penyatuan. Leon menurunkan celana dalam yang Nayra kenakan memperlihatkan inti milik Nayra. Leon sempat ragu, namun Nayra terus merengek dan memohon. Leon membuka celananya pada akhirnya memperlihatkan junior yang sudah berdiri tegak. Nayra memang sering ke Club malam namun dia belum pernah sekalipun melihat langsung milik pria, Nayra menelan salivanya melihat milik Leon. "Nay, tolong minta uncle berhenti." "No, uncle lakukan sekarang," pintanya. Leon sudah tidak bisa mundur lagi dia menekuk kedua kaki Nayra lalu melebarkannya. Leon mulai menuntun juniornya yang sudah siap tempur memasuki Nayra. "Aughhhhhh," pekik Nayra air matanya jatuh membasahi pipinya disaat mahkotanya dia lepaskan untuk uncle tampannya. Leon begitu terkejut, ternyata Nayra masih perawan. "Maafin uncle," lirih Leon. "Uncle gak salah semua ini keinginan Nay," ucapnya. Mereka kemudian melanjutkan kembali kegiatan mereka. Leon begitu berhati-hati karena ini yang pertama bagi Nayra. Leon melumat bibir Nayra untuk menyamakan rasa sakit yang Nayra rasakan. Mereka berdua terus menggapai kenikmatan bersama sampai mereka mendapatkan kepuasan bersama-sama tanpa memikirkan apa yang akan terjadi esok hari. *** Niko terlihat cemas, semaleman dia menunggu telpon dari Leon namun Leon tidak ada menghubunginya dan sekarang telpon Leon maupun Nayra tidak aktif. Bagaimanapun Nayra tetap putri Niko meski mereka tidak memiliki hubungan darah. Lia bisa menangkap kekhawatiran di wajah suaminya. Tanpa Lia tanya, Lia sudah mengetahui apa yang mengganggu pikiran suaminya. "ko...." panggil Lia "Iya sayang," Niko mendekati istrinya yang baru membuka matanya lalu mengecup bibir Lia. "pergilah cek kondisi Nayra. Ada Nenek Yani yang temeni Lia jadi gak usah cemasin lia. Lia juga tidak tenang belum mengetahui kabar Nayra," ucap Lia yang sedang di bantu duduk oleh suaminya Istrinya memang sangat muda namun begitu pengertian membuat Niko semakin tambah mencintai istrinya. "Lia, makasih atas pengertian kamu sayang. Nayra memang tidak memiliki hubungan darah sama aku akan tetapi aku sangat mencintainya. Tolong maafin sikap kasar Nayra sama kamu ya," ucap Niko sembari duduk ditepi ranjang istrinya sembari memeluk tubuh istri kecilnya itu. "lupa ya kalo aku sama Nayra sahabatan." "Tapi aku yang merusak persahabatan kalian," lirih Niko penuh penyesalan. Lia bisa merasakan perasaan suaminya saat ini. " gak bole ngomong kayak gitu, mungkin ini sudah takdir yang harus kita lalui," sahut Lia kemudian mengecup rahamg suaminya yang dipenuhi bulu-bulu. "inget ya nanti bulunya di kuris terlalu lebat nanti kasian anak kita takut Liat ayahnya sangar seperti ini," Lia berusaha mengalihkan pembicaran mereka. "Tapi kan ini yang bikin kamu terus mendesah," goda Niko. Wajah Lia seketika memerahkah karena malu. Niko langsung terkekeh-kekeh melihat expresi wajah istrinya yang begitu menggemaskan baginya. Niko mendekatkan bibirnya ke telinga Lia. "aku sudah gak sabar lagi nunggu masa nifasmu. Nanti kasih kamu lagi rasa yang lebih enak.aku yakin kamu pasti menyukainya dan kamu gak akan pernah berhenti mendesah. Desahanmu sangat seksi sayang," bisiknya dengan begitu menggoda. Spontan tangan Lia mencubit perut suaminya. Suaminya ini memang m***m sekali. "Idih m***m banget." "Tapi kamu sukakan sama aku yang m***m ini," kekeh Niko lagi sejenak bisa melupakan masalah Nayra untuk sementara waktu. Niko melumat bibir istrinya dia begitu merindukan istri kecilnya ini. CLEKKK Seorang petugas membawakan makanan masuk kedalam ruangan, petugas wanita itu hanya tersenyum. Lia begitu malu ada yang memergokinya sedang berciuman. Pola pikiran Lia begitu lugu sangat berbeda dengan Niko yang terlihat santai. "Pagi pak, Bu. Selamat ya atas kelahiran anaknya," ucap wanita itu sembari meletakkan nampan berisi makanan untuk Lia di meja khusus pasien. "Terimakasih Bu," sahut Lia dengan ramahnya. Niko melihat menu untuk istrinya, menu ciri khas rumah sakit. "Apa boleh saya bawa makanan diluar untuk istri saya?" tanya Niko " Boleh pak asal makanan itu bergizi dan tidak boleh pedes terutama bersih pak. Yang banyak sayurannya ya agar produksi ASI nya bagus," sahut wanita itu dengan ramah. "Nanti saya akan perintahkan staf di hotel saya untuk memasak makanan untuk bergizi untuk istri saya," sahut Niko. Menurut Lia jawaban suaminya sangat sombong tapi itulah gaya suaminya. Petugas wanita pembawa makanan itu sudah mendapatkan informasi bahwa pasien diruangan ini istri dari sepupu dokter Leon sekaligus pengusaha kaya raya jadi petugas itu tidak heran lagi jika laki-laki itu menjawab seperti itu. Tak lama nenek Yani sama Deon datang kerumah sakit, Deon sudah bisa berjalan walaupun masih di bantu dengan tongkat. Pegawai wanita itu mohon ijin keluar meninggalkan mereka. "Kakak selamat ya. Sekarang aku punya ponakan temenku bermain," ucal Deon langsung memeluk kakak tercintanya. Niko menggosok rambut Deon yang dia anggap seperti anaknya alih-alih seperti adik iparnya. Memang Deon lebih cocok jadi anaknya ketimbang jadi adik iparnya. "Kakak ipar Deon mau jenguk si kembar dulu ya," ucap Deon begitu bersemangat. "Tunggu kakak kamu makan dulu, setelah itu kalian bisa menjenguk mereka," ucap Niko yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari deon Niko menyuapi istrinya makan terlebih dahulu, meskipun Lia menolak namun Niko tetap memaksa menyuapi istri kecilnya. "No, ini tugas aku." *** Nayra bangun pukul enam pagi sedangkan Leon masih tidur terlelap. Mereka mengulangi percintaan panas mereka berulang kali tadi malam sampai mereka benar-benar kelelahan mereka berdua sudah seperti kecanduan. Nayra hanya melihat wajah Leon yang tampan sedang tertidur. Ini kesalahan Nayra dia yang memaksa Leon melakukan itu. Nayra tidak mau menjadi beban kedepannya dan dianggap menjadikan apa yang terjadi malam ini untuk mengikat Leon. Nayra turun dari ranjang membersihkan tubuhnya kekamar mandi terlebih dahulu, walaupun bagian intinya masih sangat sakti namun dia terus menahannya dia tidak boleh cengeng lagi. Sekarang dirinya bukan seorang putri lagi. Dia anak yang tidak jelas identitasnya. Kemarin Nayra sudah memikirkan hal ini. Mulai detik ini dia akan menjalani kehidupannya sesuai kemampuannya. Nayra sudah menganggap ayahnya sudah tidak menginginkannya lagi. Selesai membersihkan tubuhnya, Nayra mengganti memakai pakaiannya lagi kemudian meninggalkan ruangan itu mencapai sebuah taxi menuju ke Bandara. Bersyukur Nayra masih memiliki uang dan periasan yang melekat ditubuhnya untuk bekalnya sebelum dia mendapatkan pekerjaan. Ini adalah tekatnya, dia ingin meningkatkan semuanya dan memulai kehidupan yang baru. Perut Nayra merasa kelaparan, sedari kemarin dia belum makan sama sekali jadi dia memutuskan mencari restoran cepat saji. Brukkk. Nayra menubruk tubuh kekar seorang laki-laki seumuran Niko dan masih terlihat tampan. Pada saat itu Nayra sedang mengambil dompetnya di tas dan tidak melihat orang didepannya. "Maaf om saya ganti makanannya," ujar Nayra. Laki-laki dewasa itu melihat kearah Nayra langsung mengerutkan keningnya, wajah yang tidak asing meskipun mereka tidak pernah bertemu. "Kamu Nayra kan?" seru laki-laki itu. "Kok Om tau aku Nayra," Nayra menatap curiga laki-laki itu. "Om ini Uncle Louis," seru laki-laki itu. "Sepupu ayah kamu yang di Bali," imbuhnya lagi. Nayra yang ingin menghindari keluarga dari mantan ayahnya itu langsung meninggalkan Louis. "Tunggu Nayra," Louis mengejar Nayra karena mereka ada yang aneh dengan keponakannya itu. "Lepaskan saya Uncle saya bukan putrinya ayah lagi. Dia bukan ayah kandungku," seru Nayra berusaha melepaskan diri dari Louis yang menahan tangannya. Sekilas tentang kejadian 21 tahun yang lalu kembali teringat di pikirannya. "Apa maksud kamu Nayra bilang Niko bukan ayah kamu?" tanya Louis. "Karena aku hasil dari pemerkosa Mommyku," ucapnya sedih matanya mulai menangis Louis langsung memeluk Nayra, dan menciumi rambut Nayra seolah wanita muda itu sangat berarti baginya. "Astrid kenapa kamu tega berbohong sama aku mengatakan anak dalam kandunganmu anaknya Niko. Apa karena aku tidak sekaya Niko,kamu jelas-jelas tau betapa aku mencintai kamu." "Nayra aku ini ayah kamu." Suara Louis tertahan di kerongkongan. Dia tidak sanggup mengatakan kebenaran ini sebelum bertemu dengan Astrid dan Nikoterlebih dahulu. "Sama siapa kamu kebali Nayra?" tanya Louis tanpa melepaskan pelukannya. "Sama Mommy."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN