Leon mengendarai mobilnya
dengan kecepatan tinggi dia begitu
mengkhawatirkan keadaan Nayra
yang masih dalam kondisi yang
cukup memprihatinkan. Siapapun
dalam posisi ini pasti akan sulit
menerima kenyataan jika ayah
yang dia anggap sebagai ayahnya
ternyata bukan ayah kandungnya.
Nayra melempar barang-barang
yang ada di kamarnya sebagai
bentuk kekesalannya, Nayra
merasa kalo dia tidak meluapkan
emosi kepalanya akan bertambah
pusing. Dia ingin mencari
ketenangan dalam obat namun
orang yang selalu menyediakannya
ditahan oleh Bram, Asisten
ayahnya
Nayra kembali berteriak
sekencang-kencangnya, lalu
kembali melemparkan barang yang
ada didekatnya sampai hancur.
Astrid begitu ketakutan melihat
emosi anaknya seperti itu, maka
dari itu Astrid memutuskan untuk
menghubungi mantan suaminya
yaitu Niko
Leon terlihat berlari menuju ke
arah Astrid.
"Apa yang terjadi?" tanya Leon
khawatir apalagi dia mendengar
suara orang mengamuk di dalam
sana dan juga barang-barang yang
dilempar.
"Baru bangun tidur Nayra
menanyakan siapa ayahnya. Aku
tidak bisa menjawab setelah itu
Nayra langsung mengamuk dan
mengusirku," jelas Astrid yang
terlihat sangat stres sembari
memijit keningnya.
"Mana Mas Niko, apa dia lepas
tanggung jawab sekarang dengan
Nayra?" tanya Astrid yang begitu
kecewa Niko tidak datang menemui
Nayra.
"Mas Niko tidak mungkin bisa
datang, istrinya baru melahirkan,"
jawab Leon.
Astrid nampak kecewa, laki-laki
yang dia cintai sekarang sudah
menjadi milik orang lain. Sudah
tidak ada kesempatan bagi Astrid
hidup bersama dengan Niko lagi.
Walaupun sampai detik ini Astrid
masih mencintai sosok Niko.
Namun apa daya mungkin ini
sudah menjadi takdir mereka tidak
bisa bersatu. Padahal dulu Niko
begitu tergila-gila dengan dirinya.
Leon tidak mau membuang waktu
lebih lama lagi. Dia meminta
kepada salah satu room boy untuk
membukakan kamar tersebut.
Ternyata dari dalam Nayra
memasang kunci double lock.
Sehingga mereka susah masuk ke
dalam kamar. Leon meminta
pegawai di sana untuk mencarikan
benda agar bisa membuka pintu
kamar. Mereka memanggil bagian
yang khusus menangani hal seperti
itu. Akhirnya pintu bisa di buka,
Leon langsung berlari masuk
kedalam kamar.
Betapa terkejutnya Leon melihat
kamar yang seperti kapal pecah.
Nayra terlihat histeris, Leon
langsung mendekatinya dan
menarik wanita muda itu masuk ke dalam pelukannya. Awalnya Nayra
menolak namun Leon tetap
memeluk wanita itu sampai Nayra
sedikit tenang.
"Nayra, kenapa kamu seperti ini?
Kamu yang akan rugi bukan orang
lain. Kendalikan emosimu. Tidak
baik jika emosi menguasai hidup
kita," ucap Leon lembut sembari
membelai rambut Nayra.
Gerakan yang dilakukan oleh Leon
langsung mendapat tanggapan
positif dari tubuh Nayra, dia tidak
berontak lagi dan dia tidak
mengamuk lagi, dia hanya
menangis dalam pelukan laki-laki
itu menumpahkan rasa sakitnya
yang sedang dia rasakan.
"Antar aku ke Club uncle, aku ingin
menenangkan diri hanya minuman
lah yang bisa membuatku tenang
saat ini," ucapnya lirih.
"Tidak baik melampiaskan
kemarahan kepada minuman
Nayra," Leon menasehati Nayra
dengan lembut.
"Sekali ini aja uncle!!! Kalo uncle
tidak mau temenin Nayra. Nayra
bisa pergi sendiri," ancam Nayra
yang terlihat stres.
Leon tidak langsung menjawab dia
berpikir terlebih dahulu dengan
permintaan Nayra. Tak berselang
berapa lama Leon akhirnya
menyetujui permintaan Nayra
tentunya dengan satu syarat Leon
harus ikut dan ini yang terakhir
bagi Nayra menyentuh minuman
beralkohol. Nayra juga menyetujui
syarat itu.
Astrid mengamati mereka dari tempatnya berdiri.
Astrid begitu heran kenapa Leon
dengan mudahnya menenangkan
Nayra ketimbang dirinya ibu
kandungnya sendiri.
Nayra setuju jika Leon ikut kali ini.
Yang jelas Nayra ingin melepas
semua bebannya selama ini.
"Kamu mau kemana?" tanya Leon
sembari menatap kasian Nayra
yang terlihat berantakan.
"Sky garden...." sahutnya. Nayra
sudah sering liburan ke Bali
bahkan Bali sudah seperti rumah
kedua baginya dan dia hapal betul
hiburan malam yang ada di Bali.
**
Bohong jika Niko tidak memikirkan
Nayra. Walaupun Nayra bukan
putri kandungnya tetapi dia sangat
mencintainya bahkan Niko selalu
memanjakan gadis kesayangannya
itu.
"Nayra, ayah sangat
menyayangi kamu nak," lirihnya.
Hari semakin larut. Lia sudah
tertidur pulas, Niko keluar dari
kamar untuk menghubungi Leon
namun Leon tidak menjawab
panggilan Niko. Terpaksa Niko
menghubungi Astrid untuk
menanyakan perkembangan
Nayra.
Niko :Gimana keadaan Nayra?"
Astrid :Masih inget kamu sama
Nayra Mas!!
Niko: Aku tidak ingin bertengkar
Astrid, katakan dimana Nayra!!.
Astrid : Dia pergi sama Leon dan
belum kembali. Bersyukur Leon
bisa menenangkan Nayra.
Niko: Kalo mereka datang, kasih tau
Leon untuk menghubungiku.
Tanpa menunggu jawaban dari
Astrid, Niko langsung memutuskan
panggilan telpon. Dia terlalu malas
melanjutkan takutnya Astrid akan
mengajaknya berdebat. Niko hanya
ingin menghindari perdebatan.
Bukan dia tidak bertanggungjawab
kepada Nayra. Nayra akan tetap
menjadi putrinya sulung dari
Gautama meskipun darah dari
keluarga Gautama tidak mengalir
didalam tubuh Nayra.
Niko kembali masuk kedalam
kamar. Wajah cantik istrinya
membuat pikirannya sedikit lebih
tenang. Ada rasa bersalah
menyeruak masuk kedalam hati
Niko. Dia merusak persahabatan
dua wanita muda yang saling
menyayangi. Niko bisa merasakan
betapa Nayra peduli dengan
masalah Lia saat itu dan sampai
meminta bantuannya. Akan tetapi
ketertarikan Niko dengan Lia
membuatnya bersikap egois ingin
menjadikan Lia sahabat karib
putrinya menjadi miliknya.
Niko menundukkan tubuhnya
hingga wajahnya tepat berada di
atas wajah istrinya, Niko kembali
mengecupi kening dan pipi Lia
membelai rambut wanita yang
sudah memberikannya sepasang
malaikat.
"Maaf aku sudah menarikmu
dalam masalah pelik seperti ini.
aku memang egois dari pertama
melihatmu aku sudah
menginginkan kamu sayang,"
Suara Niko lirih.
***
Dentuman musik khas malam hari
begitu manjakan pengunjung salah
satu Club mewah di Bali itu.
Meskipun Leon seorang dokter
namun dia sudah biasa dengan
kehidupan malam seperti ini,
apalagi Leon cukup lama menetap
di luar negeri untuk menyelesaikan
studinya.
Sekarang Leon ingin membuktikan
sendiri gosip yang beredar selama
ini mengenai Nayra yang dikatakan
pencinta dunia malam. Bukan
tanpa tujuan Leon menyetujui
permintaan Nayra untuk
menenangkan tepatnya menghibur
dirinya karena masalah yang
sedang Nayra hadapi saat ini.
Leon mengamati Nayra ternyata
benar keponannya ini cukup
banyak memiliki teman di Bali, ada
pria Bule dan ada yang Blesteran.
Leon sengaja menjauh
memberikan ruang terlebih
dahulu. Leon ingin membantu
Nayra namun sebelum
membantunya, Leon harus
mengetahui langsung seberapa
bobroknya keponakannya ini. Meski
sudah terbukti Nayra bukan anak
kandung Niko dan tidak memiliki
ikatan darah Nayra tetap
keponakannya namun tidak tega
melihat Nayra menghancurkan
hidupnya sendiri.
Leon keluar sebentar
meninggalkan Club karena ibunya
menghubungi dirinya. Leon
mengangkat telepon ibunya
terlebih dahulu.
"Leon kamu dimana? Nayra
gimana?" pertanyaan ibunya terus
terdengar begitu menghawatirkan
Nayra.
"Nayra baik-baik saja Mommy,"
sahut Leon, dia tidak ingin ibunya
khawatir.
"Sudah dulu Mom, nanti Leon
hubungi lagi."
"Leon tunggu," suara ibunya
terdengar saat Leon ingin
memutuskan panggilan ponselnya.
"Kalo kamu lagi sama Nayra, nanti
kamu bawa Nayra pulang
kebetulan kakakmu Louis juga ada
dirumah."
"Baik Mom," jawab Leon,
kemudian dia memutuskan
panggilan. Dia sudah cukup lama
Leon meninggalkan Nayra dengan
teman-temannya.
Leon kembali masuk ke dalam dia
begitu terkejut tidak mendapatkan
Nayra ada di tempat sebelumnya.
Leon mencari Nayra bersyukur dia
mengenal beberapa pelayan
disana. karena Leon termasuk
member VVIP ditempat itu dan
Leon cukup terkenal.
Tangan Leon mengepal hingga
buku-bukunya memutih
mendengar informasi dari salah
satu pelayan yang Leon tanyakan.
Leon bersama salah satu pelayan
disana menuju ketempat yang di
maksud.
Nayra dibawa oleh teman-teman
prianya tadi pergi kesebuah kamar
yang ada di club itu khusus untuk
mereka melakukan one night
stand. Tentu saja Leon tidak akan
membiarkan Nayra
menghancurkan hidupnya.
Brukkk...
Leon langsung menghajar laki-laki
yang kedapatan menindih tubuh
Nayra yang hampir b***l itu.
Laki-laki bule itu dihajar
habis-habisan. Nayra tidak
menunjukkan reaksi dia sudah
terlihat hampir kehilangan
kesadarannya. Leon menghajar
pria bule sampai Pria bule itu
babak belur. Pria bule itu langsung
meninggalkan kamar itu dengan
pelayan tadi meninggalkan dua
orang itu di kamar.
Leon begitu terkejut dengan
serangan Nayra yang langsung
melumat bibirnya dengan penuh
hasrat. Leon adalah laki-laki
normal dia tidak mungkin tidak
tergoda apalagi tubuh Nayra
begitu seksi. Leon bisa merasakan
ada yang tidak beres pada tubuh
Nayra namun Leon tak kuasa
menahan Nayra yang terus beraksi
membangkitkan hasratnya.
"Nayra tolong jangan seperti ini,"
Leon berusaha menjauhkan tubuh
Nayra.
"Uncle Leon, tolong Nayra, Nayra
menginginkan Uncle."