Tolong Nayra

1281 Kata
Leon mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dia begitu mengkhawatirkan keadaan Nayra yang masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Siapapun dalam posisi ini pasti akan sulit menerima kenyataan jika ayah yang dia anggap sebagai ayahnya ternyata bukan ayah kandungnya. Nayra melempar barang-barang yang ada di kamarnya sebagai bentuk kekesalannya, Nayra merasa kalo dia tidak meluapkan emosi kepalanya akan bertambah pusing. Dia ingin mencari ketenangan dalam obat namun orang yang selalu menyediakannya ditahan oleh Bram, Asisten ayahnya Nayra kembali berteriak sekencang-kencangnya, lalu kembali melemparkan barang yang ada didekatnya sampai hancur. Astrid begitu ketakutan melihat emosi anaknya seperti itu, maka dari itu Astrid memutuskan untuk menghubungi mantan suaminya yaitu Niko Leon terlihat berlari menuju ke arah Astrid. "Apa yang terjadi?" tanya Leon khawatir apalagi dia mendengar suara orang mengamuk di dalam sana dan juga barang-barang yang dilempar. "Baru bangun tidur Nayra menanyakan siapa ayahnya. Aku tidak bisa menjawab setelah itu Nayra langsung mengamuk dan mengusirku," jelas Astrid yang terlihat sangat stres sembari memijit keningnya. "Mana Mas Niko, apa dia lepas tanggung jawab sekarang dengan Nayra?" tanya Astrid yang begitu kecewa Niko tidak datang menemui Nayra. "Mas Niko tidak mungkin bisa datang, istrinya baru melahirkan," jawab Leon. Astrid nampak kecewa, laki-laki yang dia cintai sekarang sudah menjadi milik orang lain. Sudah tidak ada kesempatan bagi Astrid hidup bersama dengan Niko lagi. Walaupun sampai detik ini Astrid masih mencintai sosok Niko. Namun apa daya mungkin ini sudah menjadi takdir mereka tidak bisa bersatu. Padahal dulu Niko begitu tergila-gila dengan dirinya. Leon tidak mau membuang waktu lebih lama lagi. Dia meminta kepada salah satu room boy untuk membukakan kamar tersebut. Ternyata dari dalam Nayra memasang kunci double lock. Sehingga mereka susah masuk ke dalam kamar. Leon meminta pegawai di sana untuk mencarikan benda agar bisa membuka pintu kamar. Mereka memanggil bagian yang khusus menangani hal seperti itu. Akhirnya pintu bisa di buka, Leon langsung berlari masuk kedalam kamar. Betapa terkejutnya Leon melihat kamar yang seperti kapal pecah. Nayra terlihat histeris, Leon langsung mendekatinya dan menarik wanita muda itu masuk ke dalam pelukannya. Awalnya Nayra menolak namun Leon tetap memeluk wanita itu sampai Nayra sedikit tenang. "Nayra, kenapa kamu seperti ini? Kamu yang akan rugi bukan orang lain. Kendalikan emosimu. Tidak baik jika emosi menguasai hidup kita," ucap Leon lembut sembari membelai rambut Nayra. Gerakan yang dilakukan oleh Leon langsung mendapat tanggapan positif dari tubuh Nayra, dia tidak berontak lagi dan dia tidak mengamuk lagi, dia hanya menangis dalam pelukan laki-laki itu menumpahkan rasa sakitnya yang sedang dia rasakan. "Antar aku ke Club uncle, aku ingin menenangkan diri hanya minuman lah yang bisa membuatku tenang saat ini," ucapnya lirih. "Tidak baik melampiaskan kemarahan kepada minuman Nayra," Leon menasehati Nayra dengan lembut. "Sekali ini aja uncle!!! Kalo uncle tidak mau temenin Nayra. Nayra bisa pergi sendiri," ancam Nayra yang terlihat stres. Leon tidak langsung menjawab dia berpikir terlebih dahulu dengan permintaan Nayra. Tak berselang berapa lama Leon akhirnya menyetujui permintaan Nayra tentunya dengan satu syarat Leon harus ikut dan ini yang terakhir bagi Nayra menyentuh minuman beralkohol. Nayra juga menyetujui syarat itu. Astrid mengamati mereka dari tempatnya berdiri. Astrid begitu heran kenapa Leon dengan mudahnya menenangkan Nayra ketimbang dirinya ibu kandungnya sendiri. Nayra setuju jika Leon ikut kali ini. Yang jelas Nayra ingin melepas semua bebannya selama ini. "Kamu mau kemana?" tanya Leon sembari menatap kasian Nayra yang terlihat berantakan. "Sky garden...." sahutnya. Nayra sudah sering liburan ke Bali bahkan Bali sudah seperti rumah kedua baginya dan dia hapal betul hiburan malam yang ada di Bali. ** Bohong jika Niko tidak memikirkan Nayra. Walaupun Nayra bukan putri kandungnya tetapi dia sangat mencintainya bahkan Niko selalu memanjakan gadis kesayangannya itu. "Nayra, ayah sangat menyayangi kamu nak," lirihnya. Hari semakin larut. Lia sudah tertidur pulas, Niko keluar dari kamar untuk menghubungi Leon namun Leon tidak menjawab panggilan Niko. Terpaksa Niko menghubungi Astrid untuk menanyakan perkembangan Nayra. Niko :Gimana keadaan Nayra?" Astrid :Masih inget kamu sama Nayra Mas!! Niko: Aku tidak ingin bertengkar Astrid, katakan dimana Nayra!!. Astrid : Dia pergi sama Leon dan belum kembali. Bersyukur Leon bisa menenangkan Nayra. Niko: Kalo mereka datang, kasih tau Leon untuk menghubungiku. Tanpa menunggu jawaban dari Astrid, Niko langsung memutuskan panggilan telpon. Dia terlalu malas melanjutkan takutnya Astrid akan mengajaknya berdebat. Niko hanya ingin menghindari perdebatan. Bukan dia tidak bertanggungjawab kepada Nayra. Nayra akan tetap menjadi putrinya sulung dari Gautama meskipun darah dari keluarga Gautama tidak mengalir didalam tubuh Nayra. Niko kembali masuk kedalam kamar. Wajah cantik istrinya membuat pikirannya sedikit lebih tenang. Ada rasa bersalah menyeruak masuk kedalam hati Niko. Dia merusak persahabatan dua wanita muda yang saling menyayangi. Niko bisa merasakan betapa Nayra peduli dengan masalah Lia saat itu dan sampai meminta bantuannya. Akan tetapi ketertarikan Niko dengan Lia membuatnya bersikap egois ingin menjadikan Lia sahabat karib putrinya menjadi miliknya. Niko menundukkan tubuhnya hingga wajahnya tepat berada di atas wajah istrinya, Niko kembali mengecupi kening dan pipi Lia membelai rambut wanita yang sudah memberikannya sepasang malaikat. "Maaf aku sudah menarikmu dalam masalah pelik seperti ini. aku memang egois dari pertama melihatmu aku sudah menginginkan kamu sayang," Suara Niko lirih. *** Dentuman musik khas malam hari begitu manjakan pengunjung salah satu Club mewah di Bali itu. Meskipun Leon seorang dokter namun dia sudah biasa dengan kehidupan malam seperti ini, apalagi Leon cukup lama menetap di luar negeri untuk menyelesaikan studinya. Sekarang Leon ingin membuktikan sendiri gosip yang beredar selama ini mengenai Nayra yang dikatakan pencinta dunia malam. Bukan tanpa tujuan Leon menyetujui permintaan Nayra untuk menenangkan tepatnya menghibur dirinya karena masalah yang sedang Nayra hadapi saat ini. Leon mengamati Nayra ternyata benar keponannya ini cukup banyak memiliki teman di Bali, ada pria Bule dan ada yang Blesteran. Leon sengaja menjauh memberikan ruang terlebih dahulu. Leon ingin membantu Nayra namun sebelum membantunya, Leon harus mengetahui langsung seberapa bobroknya keponakannya ini. Meski sudah terbukti Nayra bukan anak kandung Niko dan tidak memiliki ikatan darah Nayra tetap keponakannya namun tidak tega melihat Nayra menghancurkan hidupnya sendiri. Leon keluar sebentar meninggalkan Club karena ibunya menghubungi dirinya. Leon mengangkat telepon ibunya terlebih dahulu. "Leon kamu dimana? Nayra gimana?" pertanyaan ibunya terus terdengar begitu menghawatirkan Nayra. "Nayra baik-baik saja Mommy," sahut Leon, dia tidak ingin ibunya khawatir. "Sudah dulu Mom, nanti Leon hubungi lagi." "Leon tunggu," suara ibunya terdengar saat Leon ingin memutuskan panggilan ponselnya. "Kalo kamu lagi sama Nayra, nanti kamu bawa Nayra pulang kebetulan kakakmu Louis juga ada dirumah." "Baik Mom," jawab Leon, kemudian dia memutuskan panggilan. Dia sudah cukup lama Leon meninggalkan Nayra dengan teman-temannya. Leon kembali masuk ke dalam dia begitu terkejut tidak mendapatkan Nayra ada di tempat sebelumnya. Leon mencari Nayra bersyukur dia mengenal beberapa pelayan disana. karena Leon termasuk member VVIP ditempat itu dan Leon cukup terkenal. Tangan Leon mengepal hingga buku-bukunya memutih mendengar informasi dari salah satu pelayan yang Leon tanyakan. Leon bersama salah satu pelayan disana menuju ketempat yang di maksud. Nayra dibawa oleh teman-teman prianya tadi pergi kesebuah kamar yang ada di club itu khusus untuk mereka melakukan one night stand. Tentu saja Leon tidak akan membiarkan Nayra menghancurkan hidupnya. Brukkk... Leon langsung menghajar laki-laki yang kedapatan menindih tubuh Nayra yang hampir b***l itu. Laki-laki bule itu dihajar habis-habisan. Nayra tidak menunjukkan reaksi dia sudah terlihat hampir kehilangan kesadarannya. Leon menghajar pria bule sampai Pria bule itu babak belur. Pria bule itu langsung meninggalkan kamar itu dengan pelayan tadi meninggalkan dua orang itu di kamar. Leon begitu terkejut dengan serangan Nayra yang langsung melumat bibirnya dengan penuh hasrat. Leon adalah laki-laki normal dia tidak mungkin tidak tergoda apalagi tubuh Nayra begitu seksi. Leon bisa merasakan ada yang tidak beres pada tubuh Nayra namun Leon tak kuasa menahan Nayra yang terus beraksi membangkitkan hasratnya. "Nayra tolong jangan seperti ini," Leon berusaha menjauhkan tubuh Nayra. "Uncle Leon, tolong Nayra, Nayra menginginkan Uncle."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN