Niko bisa lega mendengar kabar
keadaan istrinya, namun Niko
belum bisa menemuinya sebelum
bisa dipindahkan keruangan. Leon
bisa saja masuk kedalam karena
profesinya sebagai seorang dokter
namun itu akan bersinggungan
dengan sepupunya yang sepertinya
mulai posesif terhadap istrinya.
Niko, diikuti ibunya Leon dan
Mbok Yani menuju keruang bayi.
Mereka semua mendapatkan ijin
khusus untuk masuk kedalam
ruang bayi.
Niko menitihkan air matanya
melihat dua malaikat kecil yang
berada di dalam tabung sedang
tertidur, kadang kaki mereka
bergerak-gerak. Darah dagingnya.
Niko tidak pernah menyangka akan
memiliki darah daging sendiri.
Niko menyentuh tabung itu seakan
menyentuh dua malaikat kecil itu.
Aunty Nila dan mbok Yani terharu
melihat Niko yang hampir
menitihkan air matanya.
"Niko, selamat ya buat kamu. Mulai
sekarang jangan jadi Player lagi
sudah ada istri muda dan dua
anak," ucap Nila menepuk bahu
keponannya, menggoda
keponakannya itu yang sangat
terkenal dengan kebiasaan
buruknya bermain dengan banyak
wanita. Koleksi wanitanya tak
terhitung jumlahnya.
"Player juga bisa Tobat Aunty,"
sahutnya Niko dengan senyuman
diwajahnya
"Apa Mommy kamu tidak kamu
beritahukan kabar ini?" tanyanya
kemudian.dengan cukup hati-hati.
Niko mengelengkan kepalanya.
"Mommy sudah memilih putri
mantan kekasihnya jadi aku sudah
anggap dia tidak ada. Apalagi dia
tidak merestui hubungan kami.
Daripada nanti dia menyakiti istri
dan anakku lebih baik seperti ini,"
tegas Niko
Aunty Nila mengeleng nafas dia
bisa memaklumi Niko ,Kakaknya
memang sangat keterlaluan sampai
membuat anak menderita demi
putri mantan kekasih.
"Oya Aunty kapan Louis balik ke
Indonesia, lama sekali aku tidak
bertemu dengannya?" tanya Niko
"Aunty kenapa sifat kalian berbeda
dengan Mommy? Aunty saja
sangat mencintai Louis padahal
Louis hanya anak angkat dari
Uncle Remon dengan almarhum
istrinya," keluh Niko
"Kamu tau sifat Mommy kamu
kayak opamu yang sangat keras,
udah ada turunan kerasnya," sahut
Aunty Nila.
"Niko kamu jangan seperti Opa ya.
Boleh keras tapi jangan kaku.
Apalagi istri kamu masih sangat
muda jadi kamu harus bisa
mengerti dia. Lia belum pernah
seumuran kamu tapi kamu sudah
pernah berada di umur Lia jadi
kamu tau emosi anak seumuran
istrimu," nasehat Aunty Nila yang
dijawab anggukan oleh Niko.
Mereka meninggalkan ruangan
perawatan si kembar, berbeda
dengan mbok Yani masih tetap
disana enggan beranjak, dia sudah
72%
terpikat dengan bayi mungil itu.
Niko mengijinkan mbok Yani tetap
tinggal disana.
Niko menuju kekamar perawatan
istrinya yang sudah dipindahkan
ke ruang perawatan, Ada dokter
Santi dan Leon diruang itu. Niko
menatap tajam kepada sepupunya.
Leon hanya membalas dengan
senyuman,, dia paham sodara
sepupunya ini pasti marah
kepadanya, Leon juga tidak enak
menolak dokter Santi ikut keruang
perawatan Lia.
"Lia masih berbaring di atas
ranjang dengan diselimuti selimut
rumah sakit. Niko langsung
mendekati istri kecilnya
memberikan hadiah kecupan di
keningnya sebagai tanda
terimakasih sudah memberikan
dua malaikat kecil sekaligus yang
akan menjadi sandaran hidup
untuk Niko nanti.
"Sayang, terimakasih sudah
berjuang melahirkan buah cinta
kita," ucap Niko kembali
memberikan ciuman untuk Lia
Leon mengalihkan pandangannya,
meski sudah iklas menerima Lia
milik sepupunya namun tetap saja
Leon belum bisa melihat
kemesraan yang ditunjukkan Niko
kepada istrinya.
Nila sang ibu menepuk pundak
putranya tentu saja dia bisa
merasakan perasaan putranya saat
ini.
"Bagaimana Nayra apa dia
baik-baik saja?" tanya Ibunya
mengalihkan perhatian putranya.
"Nayra belum bisa menerima
kenyataan ini. Tapi sekarang dia
sudah ada di hotel di jaga oleh
Astrid," sahut Leon dengan nada
lirih. Lia baru habis melahirkan
Leon tidak mau Lia sedih dengan
masalah Nayra.
Air mata membasahi pipi Lia. Dia
tidak menyangka akan menjadi
seorang ibu diusia yang begitu
muda. Kesedihan Lia karena dia
tidak didampingi oleh
Orangtuanya hanya Deon yang
selalu ada bersamanya.
"Sayang jangan menangis ada
aku dan anak kita sekarang,
kamu jangan mikirin yang lain lagi
ya," Niko menghapus air mata
istrinya seakan bisa membaca jalan
pikirannya
"ko gimana anak kita mereka
lahir belum bulannya?" tanyanya
begitu cemas.
"Mereka baik-baik saja. Mereka
berdua ada di ruangan perawatan
khusus untuk sementara," jawab
Niko dengan senyuman bahagia di
bibirnya.
"Nayra gimana ?" tanya Lia
masih dengan wajah cemasnya.
Dia sangat menyayangi
sahabatnya itu. Bagaimanapun
Nayra juga sudah banyak
membantunya selama ini.
Niko membelai rambut istri,
padahal kondisi Lia belum
membaik namun dia masih
memikirkan keadaan Nayra. Hati
istri kecilnya begitu baik hati
padahal Nayra sudah
habis-habisan menghinanya
bahkan Nayra sempat
mengusirnya hingga dia menetap
di Bali.
"Sayang, jangan mikirin masalah
Nayra ya. Biar Astrid yang
mengurus Nayra terlebih dahulu.
Kamu tidak boleh stres biar Asi
kamu lancar, kasian nanti
sikembar," bujuk Niko dengan
lembut.
"Lia suami kamu itu bener, biar
masalah Nayra di urus sama Astrid
dulu yang ibu kandungnya. Kamu
fokus ke twins," sela ibunya Leon
yang kini sudah berada disamping
Lia
"Nayra pasti sedih sekarang Aunty.
Sebenarnya Nayra wanita yang
baik dia banyak bantu aku,"
ucapnya sedih.
"Kamu berdoa ya buat Nayra bisa
menerima kenyataan ini," ucap
Aunty Nila dengan lembut.
Lia menganggukkan kepalanya.
Niko kembali mengecup kening
sang istri.
"ko, Lia mau liat anak kita,"
pinta Lia
"Nanti sayang setelah kamu
diijinkan oleh dokter ya. Kamu
bisa liat mereka dari Video yang
aku ambil."
Niko tadi sempat mengambil video
kedua buah hatinya. Dia juga tidak
bisa sedetikpun tidak melihat
wajah mereka.
"Makasih ." ucapnya sambil
tersenyum
"aku yang mesti berterima kasih
bukan kamu sayang. Kamu sudah
mau melahirkan anak laki-laki tua
ini."
"Makanya kamu tipisin kumis
sama jenggot itu biar gak di
bilang tua sama potong rambut
sedikit," sahut Lia jujur dia
ngeri banget sama kumis dan
jenggot suaminya bikin tubuhnya
geli.
Ibunya Leon yang mendengar
kalimat Lia langsung tidak bisa
menahan tawanya. Dengan
penampilan Niko seperti ini terlihat
kalo Niko itu ayahnya Lia bukan
suami. Leon yang juga berada
tidak jauh berdiri dari mereka juga
tidak bisa menahan tawanya.
Mungkin karena umur Lia masih
muda jadi dia lebih suka
penampilan pria ala-ala Korea,
tidak seperti suaminya tapi kalo
dari segi pandang wanita pencinta
keseksian Niko begitu pas.
Niko menatap tajam kearah Leon
yang sedang menertawainya.
Penampilan Leon memang seperti
yang Ada dikepala Lia istrinya
namun Niko geli berpenampilan
seperti itu tidak ada machonya
sama sekali.
"Sayang, kalo aku
berpenampilan seperti itu.aku
malah geli nanti di bilang
bencong," sahut Niko
"Lia kan minta kamu gak ngabisin
jenggot sama kumisnya tapi
ditipisin aja. Lia juga dak suka liat
laki-laki tampa kumis dan
bulu-bulu dirahangnya." Lia
memperjelas apa yang dia maksud.
Niko tersenyum penuh kemenangan
melihat kearah Leon. Ternyata
istrinya gak suka laki-laki bersih
tanpa kumis dan bulu-bulu di
rahangnya seperti Leon.
Leon hanya mendengus,
sepupunya itu begitu berbeda
biasanya begitu dingin tapi kalo
sudah disamping istrinya seperti
anjing penurunan.
Catat: Anjing penurut. Kalo sampai
Niko mendengarkannya dia bisa di
cincang habis-habisan.
Ibu Leon hanya menggelengkan
kepalanya melihat putra sama
keponakannya ini dua laki-laki
dewasa namun seperti anak kecil.
Suara ponsel Niko mengalihkan
perhatian mereka, Niko merogoh
sakunya mengambil ponselnya
melihat siapa yang menghubungi
dirinya.
Nama Astrid terpampang di
ponselnya. Niko mengerutkan
keningnya.
"Angkat takut Nayra
kenapa-kenapa," pinta Lia Niko
langsung menganggukkan
kepalanya.
"Haloo."
"Mas Niko tolong kehotel Nayra
mengamuk dikamarnya aku tidak
bisa menenangkanmya." Suara
Astrid terdengar panik.
"Mas biar aku saja yang kehotel mas
temenin Lia saja," ujar Leon.
Entah kenapa seperti ada magnet
yang menarik Leon. Sedari tadi dia
mikirin Nayra.
"Sana cepet pergi Leon. Jangan
kamu tinggalkan Nayra," usir
ibunya.
"Leon, Makasih," kata itu yang bisa
Niko katakan kepada Leon yang
sudah membantunya saat ini.
"Niko sepertinya putri kamu butuh
psikolog, apalagi Nayra pernah
terlibat dengan n*****a," seru
Aunty Nila. Niko juga sempat
memikirkan hal itu.
"Nanti akan Niko bahas dengan
Leon. Leon lebih mengerti hal
seperti itu. Aku sangat
mencintainya aunty aku harap bisa
menolongnya kearah yang lebih
baik," ucap Niko sedih.
"Pengaruh Zara dan keegoisan
Mommy kamu begitu keras
melekat pada diri Nayra."
"Kasian Nayra, walaupun kamu
bukan ayah biologisnya namun
Dimata hukum Nayra tetap
putrimu. Kamu harus bisa
mengendalikan putrimu itu Niko
Kamu harus tegas sudah cukup
kamu memanjakannya dari dulu
dengan kemewahan."
"Niko,nanti malam Louis pulang
dari Amerika. Kamu bisa sharing
sama dia. Dulu sifat Louis juga
sangat keras."
"Tante benar, aku baru ingat sifat
Louis sangatlah keras setelah dia
terapi semuanya mulai membaik.
Niko akan mencoba meminta
bantuan sepupunya itu, semoga
bisa membantu Nayra.