Masa Depan Niko

1321 Kata
Niko bisa lega mendengar kabar keadaan istrinya, namun Niko belum bisa menemuinya sebelum bisa dipindahkan keruangan. Leon bisa saja masuk kedalam karena profesinya sebagai seorang dokter namun itu akan bersinggungan dengan sepupunya yang sepertinya mulai posesif terhadap istrinya. Niko, diikuti ibunya Leon dan Mbok Yani menuju keruang bayi. Mereka semua mendapatkan ijin khusus untuk masuk kedalam ruang bayi. Niko menitihkan air matanya melihat dua malaikat kecil yang berada di dalam tabung sedang tertidur, kadang kaki mereka bergerak-gerak. Darah dagingnya. Niko tidak pernah menyangka akan memiliki darah daging sendiri. Niko menyentuh tabung itu seakan menyentuh dua malaikat kecil itu. Aunty Nila dan mbok Yani terharu melihat Niko yang hampir menitihkan air matanya. "Niko, selamat ya buat kamu. Mulai sekarang jangan jadi Player lagi sudah ada istri muda dan dua anak," ucap Nila menepuk bahu keponannya, menggoda keponakannya itu yang sangat terkenal dengan kebiasaan buruknya bermain dengan banyak wanita. Koleksi wanitanya tak terhitung jumlahnya. "Player juga bisa Tobat Aunty," sahutnya Niko dengan senyuman diwajahnya "Apa Mommy kamu tidak kamu beritahukan kabar ini?" tanyanya kemudian.dengan cukup hati-hati. Niko mengelengkan kepalanya. "Mommy sudah memilih putri mantan kekasihnya jadi aku sudah anggap dia tidak ada. Apalagi dia tidak merestui hubungan kami. Daripada nanti dia menyakiti istri dan anakku lebih baik seperti ini," tegas Niko Aunty Nila mengeleng nafas dia bisa memaklumi Niko ,Kakaknya memang sangat keterlaluan sampai membuat anak menderita demi putri mantan kekasih. "Oya Aunty kapan Louis balik ke Indonesia, lama sekali aku tidak bertemu dengannya?" tanya Niko "Aunty kenapa sifat kalian berbeda dengan Mommy? Aunty saja sangat mencintai Louis padahal Louis hanya anak angkat dari Uncle Remon dengan almarhum istrinya," keluh Niko "Kamu tau sifat Mommy kamu kayak opamu yang sangat keras, udah ada turunan kerasnya," sahut Aunty Nila. "Niko kamu jangan seperti Opa ya. Boleh keras tapi jangan kaku. Apalagi istri kamu masih sangat muda jadi kamu harus bisa mengerti dia. Lia belum pernah seumuran kamu tapi kamu sudah pernah berada di umur Lia jadi kamu tau emosi anak seumuran istrimu," nasehat Aunty Nila yang dijawab anggukan oleh Niko. Mereka meninggalkan ruangan perawatan si kembar, berbeda dengan mbok Yani masih tetap disana enggan beranjak, dia sudah 72% terpikat dengan bayi mungil itu. Niko mengijinkan mbok Yani tetap tinggal disana. Niko menuju kekamar perawatan istrinya yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan, Ada dokter Santi dan Leon diruang itu. Niko menatap tajam kepada sepupunya. Leon hanya membalas dengan senyuman,, dia paham sodara sepupunya ini pasti marah kepadanya, Leon juga tidak enak menolak dokter Santi ikut keruang perawatan Lia. "Lia masih berbaring di atas ranjang dengan diselimuti selimut rumah sakit. Niko langsung mendekati istri kecilnya memberikan hadiah kecupan di keningnya sebagai tanda terimakasih sudah memberikan dua malaikat kecil sekaligus yang akan menjadi sandaran hidup untuk Niko nanti. "Sayang, terimakasih sudah berjuang melahirkan buah cinta kita," ucap Niko kembali memberikan ciuman untuk Lia Leon mengalihkan pandangannya, meski sudah iklas menerima Lia milik sepupunya namun tetap saja Leon belum bisa melihat kemesraan yang ditunjukkan Niko kepada istrinya. Nila sang ibu menepuk pundak putranya tentu saja dia bisa merasakan perasaan putranya saat ini. "Bagaimana Nayra apa dia baik-baik saja?" tanya Ibunya mengalihkan perhatian putranya. "Nayra belum bisa menerima kenyataan ini. Tapi sekarang dia sudah ada di hotel di jaga oleh Astrid," sahut Leon dengan nada lirih. Lia baru habis melahirkan Leon tidak mau Lia sedih dengan masalah Nayra. Air mata membasahi pipi Lia. Dia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu diusia yang begitu muda. Kesedihan Lia karena dia tidak didampingi oleh Orangtuanya hanya Deon yang selalu ada bersamanya. "Sayang jangan menangis ada aku dan anak kita sekarang, kamu jangan mikirin yang lain lagi ya," Niko menghapus air mata istrinya seakan bisa membaca jalan pikirannya "ko gimana anak kita mereka lahir belum bulannya?" tanyanya begitu cemas. "Mereka baik-baik saja. Mereka berdua ada di ruangan perawatan khusus untuk sementara," jawab Niko dengan senyuman bahagia di bibirnya. "Nayra gimana ?" tanya Lia masih dengan wajah cemasnya. Dia sangat menyayangi sahabatnya itu. Bagaimanapun Nayra juga sudah banyak membantunya selama ini. Niko membelai rambut istri, padahal kondisi Lia belum membaik namun dia masih memikirkan keadaan Nayra. Hati istri kecilnya begitu baik hati padahal Nayra sudah habis-habisan menghinanya bahkan Nayra sempat mengusirnya hingga dia menetap di Bali. "Sayang, jangan mikirin masalah Nayra ya. Biar Astrid yang mengurus Nayra terlebih dahulu. Kamu tidak boleh stres biar Asi kamu lancar, kasian nanti sikembar," bujuk Niko dengan lembut. "Lia suami kamu itu bener, biar masalah Nayra di urus sama Astrid dulu yang ibu kandungnya. Kamu fokus ke twins," sela ibunya Leon yang kini sudah berada disamping Lia "Nayra pasti sedih sekarang Aunty. Sebenarnya Nayra wanita yang baik dia banyak bantu aku," ucapnya sedih. "Kamu berdoa ya buat Nayra bisa menerima kenyataan ini," ucap Aunty Nila dengan lembut. Lia menganggukkan kepalanya. Niko kembali mengecup kening sang istri. "ko, Lia mau liat anak kita," pinta Lia "Nanti sayang setelah kamu diijinkan oleh dokter ya. Kamu bisa liat mereka dari Video yang aku ambil." Niko tadi sempat mengambil video kedua buah hatinya. Dia juga tidak bisa sedetikpun tidak melihat wajah mereka. "Makasih ." ucapnya sambil tersenyum "aku yang mesti berterima kasih bukan kamu sayang. Kamu sudah mau melahirkan anak laki-laki tua ini." "Makanya kamu tipisin kumis sama jenggot itu biar gak di bilang tua sama potong rambut sedikit," sahut Lia jujur dia ngeri banget sama kumis dan jenggot suaminya bikin tubuhnya geli. Ibunya Leon yang mendengar kalimat Lia langsung tidak bisa menahan tawanya. Dengan penampilan Niko seperti ini terlihat kalo Niko itu ayahnya Lia bukan suami. Leon yang juga berada tidak jauh berdiri dari mereka juga tidak bisa menahan tawanya. Mungkin karena umur Lia masih muda jadi dia lebih suka penampilan pria ala-ala Korea, tidak seperti suaminya tapi kalo dari segi pandang wanita pencinta keseksian Niko begitu pas. Niko menatap tajam kearah Leon yang sedang menertawainya. Penampilan Leon memang seperti yang Ada dikepala Lia istrinya namun Niko geli berpenampilan seperti itu tidak ada machonya sama sekali. "Sayang, kalo aku berpenampilan seperti itu.aku malah geli nanti di bilang bencong," sahut Niko "Lia kan minta kamu gak ngabisin jenggot sama kumisnya tapi ditipisin aja. Lia juga dak suka liat laki-laki tampa kumis dan bulu-bulu dirahangnya." Lia memperjelas apa yang dia maksud. Niko tersenyum penuh kemenangan melihat kearah Leon. Ternyata istrinya gak suka laki-laki bersih tanpa kumis dan bulu-bulu di rahangnya seperti Leon. Leon hanya mendengus, sepupunya itu begitu berbeda biasanya begitu dingin tapi kalo sudah disamping istrinya seperti anjing penurunan. Catat: Anjing penurut. Kalo sampai Niko mendengarkannya dia bisa di cincang habis-habisan. Ibu Leon hanya menggelengkan kepalanya melihat putra sama keponakannya ini dua laki-laki dewasa namun seperti anak kecil. Suara ponsel Niko mengalihkan perhatian mereka, Niko merogoh sakunya mengambil ponselnya melihat siapa yang menghubungi dirinya. Nama Astrid terpampang di ponselnya. Niko mengerutkan keningnya. "Angkat takut Nayra kenapa-kenapa," pinta Lia Niko langsung menganggukkan kepalanya. "Haloo." "Mas Niko tolong kehotel Nayra mengamuk dikamarnya aku tidak bisa menenangkanmya." Suara Astrid terdengar panik. "Mas biar aku saja yang kehotel mas temenin Lia saja," ujar Leon. Entah kenapa seperti ada magnet yang menarik Leon. Sedari tadi dia mikirin Nayra. "Sana cepet pergi Leon. Jangan kamu tinggalkan Nayra," usir ibunya. "Leon, Makasih," kata itu yang bisa Niko katakan kepada Leon yang sudah membantunya saat ini. "Niko sepertinya putri kamu butuh psikolog, apalagi Nayra pernah terlibat dengan n*****a," seru Aunty Nila. Niko juga sempat memikirkan hal itu. "Nanti akan Niko bahas dengan Leon. Leon lebih mengerti hal seperti itu. Aku sangat mencintainya aunty aku harap bisa menolongnya kearah yang lebih baik," ucap Niko sedih. "Pengaruh Zara dan keegoisan Mommy kamu begitu keras melekat pada diri Nayra." "Kasian Nayra, walaupun kamu bukan ayah biologisnya namun Dimata hukum Nayra tetap putrimu. Kamu harus bisa mengendalikan putrimu itu Niko Kamu harus tegas sudah cukup kamu memanjakannya dari dulu dengan kemewahan." "Niko,nanti malam Louis pulang dari Amerika. Kamu bisa sharing sama dia. Dulu sifat Louis juga sangat keras." "Tante benar, aku baru ingat sifat Louis sangatlah keras setelah dia terapi semuanya mulai membaik. Niko akan mencoba meminta bantuan sepupunya itu, semoga bisa membantu Nayra.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN