Cinta Yang Berbeda

1347 Kata
"Nayra... Nayra.....," panggil Niko dan Astrid bersamaan. Nayra begitu terkejut mengetahui fakta kalau dirinya adalah anak dari hasil p*********n. Nayra langsung berlari meninggalkan villa itu. "Mas biar aku yang urus Nayra," ucap Leon, Niko menganggukkan kepalanya, Leon langsung keluar mengejar Nayra. "Ini semua salah kamu," teriak Astrid menunjuk menyalahkan Lia. Lia begitu terkejut. "Astrid kenapa kamu nyalahin Lia. Ini semua salah kita yang tidak bisa mendidik Nayra," Niko menarik Astrid sedikit menjauh dari Lia. Astrid mendekati Niko memukul dadanya dengan kedua tangannya. "Mas Niko mana janjimu? Bukankah dulu kamu berjanji sama aku akan menjadikan Nayra putrimu dan menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Kalo bukan gara-gara dia kamu tidak akan mengingkari janji yang sudah kita buat," Astrid kembali menunjukkan Lia. Lia semakin merasa dirinya bersalah, Lia memegangi perutnya. Seakan anaknya dalam perutnya mulai bereaksi. "Astrid, Lia tidak bersalah kamu tidak bisa menyalahkannya Urusan masa lalu kalian kalian selesaikan berdua jangan bawa- Lia dalam masalah ini," bela ibunya Leon sambil berjalan mendekati Lia. "Jadi anda membela wanita penghancur ini. Pantesan saja orang tuanya sendiri meninggalkannya, sok lugu tapi berbisa." "Astrid pergi kamu dari sini. Ingat wanita yang kamu hina itu istriku," usir Niko "Aughhhhhh," pekik Lia memegangi perutnya. "Lia, kamu kenapa Nak" ibu Leon begitu panik. Tidak hanya ibunya Leon yang panik Niko juga. Niko langsung menggendong tubuh istrinya keluar dari Villa menuju kearah mobil. Niko mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Lia terus menangis kesakitan memegangi perutnya, jalanan cukup rame sehingga Niko terus menekan klakson mobilnya. "Sayang tahan dikit ya, kita kerumah sakit sekarang," Satu tangan Niko menggenggam tangan istrinya. Ibu Leon tidak kalah paniknya di Vila. Dia melihat kearah Astrid, dia tidak membenci Astrid tetapi dia kurang suka Astrid menyalahkan Lia dalam masalah ini. Ibu Leon mendekati Astrid yang juga dalam keadaan tidak baik, dia memikirkan Nayra putrinya. Kamu sudah dewasa mestinya kamu bisa berfungsi lebih objektif menyikapi masalah orang. Justru saya merasa tidak ada putri yang sebaik Lia yang rela berkorban demi keluarganya. Pantesan saja Niko mencintai Lia karena wanita itu memang pantas di cintai. Berdoa saja agar anak dalam perut Lia baik-baik saja. Kalo tidak kamu dan Nayra bersiap-siap dengan kemarahan Niko yang saya yakin kamu sudah mengetahui sisi lain dari diri mantan suami kamu itu," Setelah mengatakan itu Ibu Leon melewati Astrid mencari mbok Yani mengajak wanita itu kerumah sakit menemani Lia Astrid memilih meninggalkan Villa mencari taxi pergi ke hotel tempat dia menginap dia akan menghubungi putrinya dari sana. Astrid memang kecewa kepada Niko mengungkapkan kebenarannya dengan cara seperti ini. Seandainya kejadian malam itu tidak terjadi, mungkin dia dan Niko sudah hidup bahagia apalagi mereka saling mencintai. Kalo bukan karena laki-laki sialan itu pasti malam pertama pernikahan mereka dia menyerahkan mahkotanya kepada Niko. Niko memang benar berkata akan bertanggungjawab jawab karena kejadian itu, Nikolah yang meminta dirinya menjemput ke Club dimana Niko sedang merayakan acara perpisahan dengan sepupunya bernama Louis yang akan melanjutkan study di luar negeri Air mata Astrid mulai membasahi pipinya, mengingat malam ini di sebuah kamar seorang laki-laki yang dia kira Niko menjamahnya dengan paksa laki-laki itu. Laki-laki yang masih dia ingat jelas wajahnya namun dia tidak berani mengatakan identitas laki-laki itu kepada Niko. Belum lagi kejadian dimana dia dijebak oleh Zara dimana dia diberi obat perangsang dan Malik menjamahnya di kamar pribadinya sehingga Niko memutuskan bercerai dengan dirinya. Hidup Astrid memang tragedi, takdir tidak berpihak kepadanya atau dia salah memilih teman. Zara adalah iblis berkedok sahabat. *** Leon mengejar Nayra, Nayra hampir terjun dari jembatan jika Leon tidak menghentikannya. Nayra tidak bisa menerima kenyataan ini. Nayra menangis dipelukan Leon seperti seorang anak kecil. Leon juga syok mengetahui fakta ini apalagi Nayra. Leon terus menenangkan keponakan kecilnya. Walaupun sekarang faktanya Mereka tidak memiliki hubungan darah sedikitpun tetap saja Leon akan menganggap Nayra seperti keponakannya karena ikatan yang sudah terjalin tidak begitu mudah diputuskan. Bagaimanapun juga secara hukum Nayra tetap putri Niko William Gautama dari pernikahannya dengan Astrid. Leon yakin Niko sepupunya sangat mencintai putrinya ini hanya saja Niko kecewa dengan sifat keras dan nakal putrinya. "Nay. Tenangkan pikiranmu uncle yakin meskipun kalian tidak memiliki ikatan biologi, ayahmu masih sangat mencintai kamu. Hanya saja dia kecewa karena kamu tidak mengerti ayahmu dan juga kamu terlalu egois dan juga keras kepala Kata Leon sambil terus membelai rambut gadis muda di pelukannya. "ayah lebih menyayangi Lia daripada aku. Lia merebut ayahku uncle," ucapnya dengan Isak tangis. "ayah kamu mencintai kalian berdua dengan cinta yang berbeda. ayahmu mencintai Lia sebagai seorang wanita dan mencintai kamu sebagai putrinya. Leon berusaha menjelaskan arti cinta kepada keponakannya ini. "Berdamailah dengan keadaan ini Nayra. Terimalah Lia sebagai istri ayah kamu apalagi mereka akan memiliki anak," impuh Leon lagi. Nayra tidak menjawab dia hanya menangis di pelukan sang Uncle. Nayra merasa begitu nyaman dalam pelukan itu. Belum pernah dia merasa senyaman ini selain dipelukan ayahnya. "Kita pulang ya," ajak Leon. Nayra menganggukan kepalanya tanda dia setuju. Mereka berdua masuk kedalam mobil. Leon mengantarkan Nayra kehotel tempat mereka menginap Leon mengantarkan Nayra sampai kekamarnya dan bertemu dengan Astrid. "Leon terimakasih," ucap Astrid tulus. Leon hanya menyunggikan senyuman menggendong Nayra dan meletakkannya di atas ranjang lalu menyelimutinya. "Astrid, aku pulang dulu," ucap Leon. "Tunggu Leon?" Leon menghentikan langkahnya. "Bukankah kamu sodaranya Louis? Gimana kabar Louis?" tanya Astrid. "Kak Louis ada di luar negri bersama istrinya," jawab Leon dengan santai. "Kamu kenal Louis?" tanya Leon. "Siapa yang gak kenal sama Louis apalagi dia cukup dekat dengan Niko" sahut Astrid. "Aku pulang dulu. Kamu jaga Nayra saat ini dia belum bisa berdamai dengan keadaannya. Jika terjadi apa-apa telpon aku," Leon memberikan ponselnya pada Astrid. Astrid mencatat ponsel Leon pada ponselnya setelah itu Leon meninggalkan hotel. Leon mendapatkan kabar kalo Lia dibawa kerumah sakit yang terdekat. Suasana di rumah sakit begitu tegang. Dokter memutuskan melakukan tindakan karena Air ketuban sudah pecah "Pak Niko, kami harus segera melakukan tindakan operasi, ketuban istri anda sudah pecah dan itu sangat berbahaya untuk janin didalam. Tolong bapak ke bagian administrasi untuk menandatangani persetujuan tindakan," ucap Dokter yang menangani Lia "Baik dok. Tolong selamatkan istri dan anak kembar kami," ucap Niko dengan nada memohon. Dia akan melakukan apapun demi istri dan anaknya termasuk memohon kepada dokter. "Kami akan berusaha pak Niko," sahut dokter itu kemudian masuk kedalam ruangan. Niko menuju kebagian administrasi mengurus semuanya dan menandatangani surat persetujuan pengambilan tindakan. Ini pertama kali Niko mengurus administrasi secara langsung biasanya Bramlah yang melakukannya. Seperti ini jadi suami yang siaga ada perasaan lain dalam hatinya mengurus semua sendiri untuk istri dan calon anaknya. "Tuhan tolong selamatkan mereka. Mereka begitu penting dalam hidupku bahkan aku rela melaksanakan apapun demi mereka," terucap barisan doa yang tulus dipanjatkan untuk istri kepada Tuhan untuk istri tercintanya. Ibu Leon dan Mbok Yani menghampiri Niko yang terlihat khawatir. Niko terus mondar-mandir sekali-kali menghisap wajahnya. Bagaimana Niko tidak khawatir didalam ruangan operasi istrinya berjuang keras untuk melahirkan anak-anaknya, apalagi usia kandungan Lia belum cukup bulan menambah kekawatiran Niko. "Niko, kamu jangan khawatir Auty yakin Lia kuat dia anak yang kuat dan sudah melewati kehidupan yang keras. Tuhan akan memberikannya kebahagiaan." Nila ibunya Leon berusaha menghibur Niko yang tengah menghawatirkan keadaan istrinya. Terlihat Leon begitu buru-buru berjalan kearah mereka, wajah Leon tidak kalah khawatirnya dengan sosok Niko. Mereka melewati jam-jam menunggu berita dari dalam ruang operasi. Leon sudah menghubungi dokter Sinta, dokter yang menangani dari awal kehamilan Lia. Bersyukur dokter Sinta juga bertugas di rumah sakit itu juga. CLEKKK Pintu ruangan operasi terbuka, seorang dokter keluarga dari pintu. Niko dan Leon langsung mendekatinya. "Gimana keadaan Lia, dok?" tanya Leon mendahului Niko membuat Niko kesal. "Saya suaminnya jawab pertanyaan saya saja," tegur Niko tegas. Membuat dokter itu kebingungan melihat kedua laki-laki yang terlihat begitu mencintai wanita yang sama. Operasi berjalan lancar namun karena lagi belum cukup bulan si kembar kami rawat diruangan khusus dulu," kelas dokter itu. "Saya ingin melihat istri saya." "Setelah dipindahkan keruangan anda bisa melihat istri anda," sahut dokter itu. Kemudian dokter itu meninggalkan mereka berdua. "Lia Leon bukan Lea. Lia hanya panggilan sayangku terhadap istriku," Niko memperingati Leon dengan tegas. "Maaf Mas, karena aku sudah kebiasaan," ucapnya tak enak. "Rubah kebiasaan itu dari sekarang. Kamu paling mengenalku. Aku paling tidak suka milikku diminati orang lain," tegas Niko lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN