Korban p*********n

1113 Kata
Nayra begitu kesal dengan Bram yang tidak mau memberitahukannya ke mana ayahnya pergi. Bram begitu keras kepala dia paling susah dirayu, sudah berbagai macam cara Nayra lakukan untuk membuat Bram buka mulut namun hasilnya tetap nihil. Nayra kembali ke rumah dengan penuh kemarahan. Dia membanting pintu mobilnya setelah itu masuk ke dalam rumah dan membanting beberapa barang yang ada didekatnya. Astrid begitu terkejut dengan sikap kasar putrinya. Ternyata darah lebih kental, meskipun Nayra dibesarkan oleh Niko namun sama sekali Nayra tidak menuruni sikap Niko "Nayra kamu kenapa nak?" tanya Astrid menarik putrinya menjauh dari pecahan kaca dilantai dan meminta pelayan untuk membersihkannya. Astrid mengajak putrinya duduk di sofa. "Nayra jawab Mommy apa yang terjadi?" tanya Astrid lagi. "ayah gak ada di kantor Mom dan asisten sialan itu gak mau kasi tau ayah lagi pergi kemana sama aku," terlihat Nayra begitu marah sekaligus kesal. Astrid meraih tangan putrinya lalu mengenggam tangan wanita muda yang sedang emosi itu. "Nay, Mungkin ayahmu punya urusan yang tidak ingin diganggu. ayahmu juga punya privasi kamu harus menghormati privasi itu juga," nasehat Astrid dengan lembut. "Nayra merasa ayah sedang merahasiakan sesuatu dariku. Pokoknya ayah hanya milikku dan aku yang boleh menentukan siapa pasangan hidup ayahku," kata Nayra dengan egoisnya sampai Astrid sendiri kebingungan menghadapi sifat keras putrinya ini. "Seandainya kamu tau yang sebenarnya Nayra," lirih Astrid sembari membelai rambut lembut sang Nayra. Detik berikutnya ponsel Nayra berdering, nomer yang tidak Nayra kenal. Awalnya Nayra mengabaikannya namun nomor itu terus menghubunginya jadi dia terpaksa mengangkat panggilan itu. Nayra begitu terkejut mendengar apa yang wanita itu katakan. Berita yang sungguh mengejutkan bagi Nayra. Wanita yang menghubungi Nayra adalah Laura menanyakan kabar kebenaran ayahnya sudah menikah dengan wanita muda seumurannya dan Nayra bisa menebak siapa wanita yang dimaksud. "Nayra kamu mau kemana?" cegah Astrid. " Mau Ke Bali menghajar wanita itu," teriaknya sembari kekamarnya. Astrid yang takut dengan emosi putrinya yang bisa jadi memancing emosi Niko. Akan lebih mengerikan jika emosi Niko sampai terpancing dan bisa jadi rahasia yang di simpan selama ini muncul kepermukaan dan itu akan tambah menjadi runyam. Sesampainya di Bali Nayra dan Astrid langsung menuju ke hotel milik Niko. Namun Nayra juga tidak bisa mendapatkan informasi dari staf ayahnya karena memang Niko tidak ada menginap di hotel. Dengan terpaksa Nayra pergi kerumah Oma Nila, ato Leon. Mereka memutuskan mengantar Nayra. Mereka juga ingin masalah ini cepat selesai tidak kucing-kucing seperti ini. "ayah sangat keterlaluan menikahi p*lacur ini." Lia langsung pucat pasi, dia belum siap ketemu Nayra sahabatnya namun Nayra kini muncul dihadapan dengan wajah yang begitu menyeramkan. Nayra langsung menghampiri mereka. "Jaga kata-kata kamu Nayra," bentak Niko begitu marah. Nayra tidak peduli dia hendak menampar Lia namun dengan cepat Niko menepis tangan Nayra dan melindungi Lia dalam pelukannya "Lia pelet apa yang sudah kamu kasih ke ayahku sampai ayahku seperti ini. Dasar p*lacur murahan, masih tidak puas juga kamu mengganggu ayahku," teriak Nayra memaki Lia. "Nayra tutup mulut kau. Kamu tidak berhak menghina Nayra karena dia yang lebih berhak atas diri ayah melebihi kamu dan Mommy mu karena kamu bukan_" "Mas Niko cukup Mas," teriak Astrid menghentikan kalimat Niko selanjutnya. Astrid mendekati Niko dengan wajahnya yang memohon. "Kenapa ayah bilang p*lacur ini lebih berharga daripada aku?" tanya Nayra. Lia begitu sedih dia menangis dipelukan suaminya. Sedih karena sahabatnya begitu membencinya. Jika dia bisa mengulang kembali, lebih baik bukan Niko yang membeli perawannya. "Karena sekarang dia istri sah ayah," sahut Niko Leon dan ibunya yang ada disana merasa ada yang Niko sembunyikan terlihat dia ingin mengutarakan sesuatu namun Astrid mencegahnya membuat Leon curiga. "Aku tidak peduli, aku ini putrimu sedangkan dia hanya p*lacur yang tidak kita tau anak siapa yang sedang dia kandung, bisa jadi itu anak Uncle Leon atau Rey." PLAKKK Niko sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, dengan cepat tangannya menampar Nayra yang sudah begitu kurang ajar seperti anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan. Semua orang begitu terkejut dengan tindakan Niko "hentikan," pinta Lia yang merasa bersalah atas kejadian ini. Semua ini gara-gara dia. Nayra memegangi pipinya yang kebas. Astrid mendekati putrinya langsung memeluk Nayra. "Aku benci Kamu ayah mestinya aku habisi saja p*lacur ini," teriak Nayra yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Nayra hendak menyeberang Lia namun dengan cepat Leon memeganginya. Kemarahan Niko sudah naik ke ubun-ubun. "Astrid, kamu sebagai ibu kandungnya yang memiliki darah yang sama dengan Nayra tidak bisa mengendalikannya apalagi aku yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan dirinya," ujar Niko penuh kemarahan. Bak petir disiang bolong menyambar ditelinga Nayra dan semua orang diruangan itu yang mendengar pernyataan Niko Astrid langsung lemas. Inilah yang paling dia takuti kemarahan Niko meledak karena Nayra terus memancingnya. "ayah kenapa ayah tega menyakiti Nayra seperti itu?" tanya Lia yang tidak kalah syoknya dari Nayra. "Sayang tapi itulah kenyataannya. Nayra bukan darah dagingku, Astrid sudah mengandung ketika aku menikahinya," jelas Niko kepada Lia. "Mestinya jangan katakan itu. Entah ada ataupun tidak Nayra tetap putri kamu. kamu yang sudah merawatnya sedari kecil. Apa hubungan darah lebih penting dari sebuah ikatan." "aku sudah tidak sanggup mengendalikan Nayra lagi. Bukan karena aku tidak menyayanginya, aku sangat menyayanginya tapi aku tidak sanggup mendengar kata-katanya yang kasar menghina kamu dan anak kita," ucap Niko penuh kesedihan Nayra begitu pucat dia begitu syok mendengar kenyataan ini. Dia duduk dilantai dengan wajah yang pucat dan meneteskan air matanya. Jadi selama ini dia bukan keturunan dari Niko Gautama yang begitu dia banggakan. Lia meminta Niko mendekati Nayra, karena Nayra yang lebih membutuhkan Niko sekarang ini menurut Lia. Niko mengikuti permintaan istrinya, Niko mendekati Nayra lalu berjongkok disampaikannya. "Maaf sayang kamu harus mengetahui kenyataan ini dengan cara seperti ini. Jangan pernah kamu mengira ayah tidak mencintai kamu justru ayah sangat menyayangi kamu. Hanya saja ayah kecewa dengan sikap egois kamu dan sifat arogan kamu. Dari dulu ayah tidak pernah mendidikmu seperti itu. Tapi entah kenapa kamu berubah," ucap Niko dengan lembut langsung menarik tubuh Nayra masuk kedalam pelukannya. Niko menciumi rambut putrinya tanda betapa cintanya kepadanya. Hanya saja Niko begitu kecewa dengan sikap Nayra yang begitu kasar. Lia yang melihat pemandangan itu langsung menitihkan air matanya, dia bisa merasakan perasaan sahabatnya saat ini, dia ingin memeluk sahabatnya namun dia takut akan menambah masalah baru jadi dia mengurungkan niatnya membiarkan suaminya menyelesaikan masalah keluarganya dengan putrinya dan mantan istrinya. " ayah, jawab Aku siapa ayah ku dan dimana dia saat ini?" tanya Nayra keluar dari pelukan ayahnya. Niko melirik Astrid yang terlihat bergetar mendengar pertanyaan putrinya pikirannya kembali mengingat malam kejadian itu. "Malam itu Mommy kamu di perkosa di sebuah Club malam ketika mommy kamu menjemput ayah malam itu." Deg Deg Niko tidak memiliki pilihan lain lagi, dia harus menceritakan semuanya. Dia takut nanti Nayra mendengar dari orang lain. Karena Niko yakin jika putrinya akan terus mencari jawabannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN