Nayra begitu kesal dengan Bram
yang tidak mau
memberitahukannya ke mana
ayahnya pergi. Bram begitu keras
kepala dia paling susah dirayu,
sudah berbagai macam cara Nayra
lakukan untuk membuat Bram
buka mulut namun hasilnya tetap
nihil.
Nayra kembali ke rumah dengan
penuh kemarahan. Dia
membanting pintu mobilnya
setelah itu masuk ke dalam rumah
dan membanting beberapa barang
yang ada didekatnya.
Astrid begitu terkejut dengan sikap
kasar putrinya. Ternyata darah
lebih kental, meskipun Nayra
dibesarkan oleh Niko namun sama
sekali Nayra tidak menuruni sikap
Niko
"Nayra kamu kenapa nak?" tanya
Astrid menarik putrinya menjauh
dari pecahan kaca dilantai dan
meminta pelayan untuk
membersihkannya.
Astrid mengajak putrinya duduk di
sofa.
"Nayra jawab Mommy apa yang
terjadi?" tanya Astrid lagi.
"ayah gak ada di kantor Mom dan
asisten sialan itu gak mau kasi tau
ayah lagi pergi kemana sama
aku," terlihat Nayra begitu marah
sekaligus kesal.
Astrid meraih tangan putrinya lalu
mengenggam tangan wanita muda
yang sedang emosi itu.
"Nay, Mungkin ayahmu punya
urusan yang tidak ingin diganggu.
ayahmu juga punya privasi kamu
harus menghormati privasi itu
juga," nasehat Astrid dengan
lembut.
"Nayra merasa ayah sedang
merahasiakan sesuatu dariku.
Pokoknya ayah hanya milikku
dan aku yang boleh menentukan
siapa pasangan hidup ayahku,"
kata Nayra dengan egoisnya
sampai Astrid sendiri kebingungan
menghadapi sifat keras putrinya
ini.
"Seandainya kamu tau yang
sebenarnya Nayra," lirih Astrid
sembari membelai rambut lembut
sang Nayra.
Detik berikutnya ponsel Nayra
berdering, nomer yang tidak Nayra
kenal. Awalnya Nayra
mengabaikannya namun nomor itu
terus menghubunginya jadi dia
terpaksa mengangkat panggilan
itu.
Nayra begitu terkejut mendengar
apa yang wanita itu katakan. Berita
yang sungguh mengejutkan bagi
Nayra.
Wanita yang menghubungi Nayra
adalah Laura menanyakan kabar
kebenaran ayahnya sudah
menikah dengan wanita muda
seumurannya dan Nayra bisa
menebak siapa wanita yang
dimaksud.
"Nayra kamu mau kemana?" cegah
Astrid.
" Mau Ke Bali menghajar wanita
itu," teriaknya sembari
kekamarnya.
Astrid yang takut dengan emosi
putrinya yang bisa jadi memancing
emosi Niko. Akan lebih mengerikan
jika emosi Niko sampai terpancing
dan bisa jadi rahasia yang di
simpan selama ini muncul
kepermukaan dan itu akan tambah
menjadi runyam.
Sesampainya di Bali Nayra dan
Astrid langsung menuju ke hotel
milik Niko. Namun Nayra
juga tidak bisa mendapatkan
informasi dari staf ayahnya karena
memang Niko tidak ada menginap
di hotel. Dengan terpaksa Nayra
pergi kerumah Oma Nila, ato Leon.
Mereka memutuskan mengantar
Nayra. Mereka juga ingin masalah
ini cepat selesai tidak
kucing-kucing seperti ini.
"ayah sangat keterlaluan
menikahi p*lacur ini."
Lia langsung pucat pasi, dia belum
siap ketemu Nayra sahabatnya
namun Nayra kini muncul
dihadapan dengan wajah yang
begitu menyeramkan.
Nayra langsung menghampiri
mereka.
"Jaga kata-kata kamu Nayra,"
bentak Niko begitu marah.
Nayra tidak peduli dia hendak
menampar Lia namun dengan
cepat Niko menepis tangan Nayra
dan melindungi Lia dalam
pelukannya
"Lia pelet apa yang sudah kamu
kasih ke ayahku sampai ayahku
seperti ini. Dasar p*lacur
murahan, masih tidak puas juga
kamu mengganggu ayahku,"
teriak Nayra memaki Lia.
"Nayra tutup mulut kau. Kamu
tidak berhak menghina Nayra
karena dia yang lebih berhak atas
diri ayah melebihi kamu dan
Mommy mu karena kamu bukan_"
"Mas Niko cukup Mas," teriak
Astrid menghentikan kalimat Niko
selanjutnya. Astrid mendekati Niko
dengan wajahnya yang memohon.
"Kenapa ayah bilang p*lacur ini
lebih berharga daripada aku?"
tanya Nayra.
Lia begitu sedih dia menangis
dipelukan suaminya. Sedih karena
sahabatnya begitu membencinya.
Jika dia bisa mengulang kembali,
lebih baik bukan Niko yang
membeli perawannya.
"Karena sekarang dia istri sah
ayah," sahut Niko
Leon dan ibunya yang ada disana
merasa ada yang Niko
sembunyikan terlihat dia ingin
mengutarakan sesuatu namun
Astrid mencegahnya membuat
Leon curiga.
"Aku tidak peduli, aku ini putrimu
sedangkan dia hanya p*lacur yang
tidak kita tau anak siapa yang
sedang dia kandung, bisa jadi itu
anak Uncle Leon atau Rey."
PLAKKK
Niko sudah tidak bisa lagi menahan
emosinya, dengan cepat tangannya
menampar Nayra yang sudah
begitu kurang ajar seperti anak
yang tidak pernah mengenyam
pendidikan.
Semua orang begitu terkejut
dengan tindakan Niko
"hentikan," pinta Lia yang
merasa bersalah atas kejadian ini.
Semua ini gara-gara dia.
Nayra memegangi pipinya yang
kebas. Astrid mendekati putrinya
langsung memeluk Nayra.
"Aku benci Kamu ayah mestinya
aku habisi saja p*lacur ini," teriak
Nayra yang tidak bisa
mengendalikan dirinya.
Nayra hendak menyeberang Lia
namun dengan cepat Leon
memeganginya. Kemarahan Niko
sudah naik ke ubun-ubun.
"Astrid, kamu sebagai ibu
kandungnya yang memiliki darah
yang sama dengan Nayra tidak bisa
mengendalikannya apalagi aku
yang tidak memiliki
hubungan darah sama sekali
dengan dirinya," ujar Niko penuh
kemarahan.
Bak petir disiang bolong
menyambar ditelinga Nayra dan
semua orang diruangan itu yang
mendengar pernyataan Niko
Astrid langsung lemas. Inilah yang
paling dia takuti kemarahan Niko
meledak karena Nayra terus
memancingnya.
"ayah kenapa ayah tega
menyakiti Nayra seperti itu?"
tanya Lia yang tidak kalah
syoknya dari Nayra.
"Sayang tapi itulah kenyataannya.
Nayra bukan darah dagingku,
Astrid sudah mengandung ketika
aku menikahinya," jelas Niko
kepada Lia.
"Mestinya jangan katakan
itu. Entah ada ataupun tidak Nayra
tetap putri kamu. kamu yang
sudah merawatnya sedari kecil.
Apa hubungan darah lebih penting
dari sebuah ikatan."
"aku sudah tidak sanggup
mengendalikan Nayra lagi. Bukan
karena aku tidak
menyayanginya, aku sangat
menyayanginya tapi aku tidak
sanggup mendengar kata-katanya
yang kasar menghina kamu dan
anak kita," ucap Niko penuh
kesedihan
Nayra begitu pucat dia begitu syok
mendengar kenyataan ini. Dia
duduk dilantai dengan wajah yang
pucat dan meneteskan air
matanya. Jadi selama ini dia bukan
keturunan dari Niko Gautama yang
begitu dia banggakan.
Lia meminta Niko mendekati
Nayra, karena Nayra yang lebih
membutuhkan Niko sekarang ini
menurut Lia.
Niko mengikuti permintaan
istrinya, Niko mendekati Nayra lalu
berjongkok disampaikannya.
"Maaf sayang kamu harus
mengetahui kenyataan ini dengan
cara seperti ini. Jangan pernah
kamu mengira ayah tidak
mencintai kamu justru ayah
sangat menyayangi kamu. Hanya
saja ayah kecewa dengan sikap
egois kamu dan sifat arogan kamu.
Dari dulu ayah tidak pernah
mendidikmu seperti itu. Tapi
entah kenapa kamu berubah," ucap
Niko dengan lembut langsung
menarik tubuh Nayra masuk
kedalam pelukannya. Niko
menciumi rambut putrinya tanda
betapa cintanya kepadanya. Hanya
saja Niko begitu kecewa dengan
sikap Nayra yang begitu kasar.
Lia yang melihat pemandangan
itu langsung menitihkan air
matanya, dia bisa merasakan
perasaan sahabatnya saat ini, dia
ingin memeluk sahabatnya namun
dia takut akan menambah masalah
baru jadi dia mengurungkan
niatnya membiarkan suaminya
menyelesaikan masalah keluarganya
dengan putrinya dan mantan
istrinya.
" ayah, jawab Aku siapa ayah ku
dan dimana dia saat ini?" tanya
Nayra keluar dari pelukan
ayahnya.
Niko melirik Astrid yang terlihat
bergetar mendengar pertanyaan
putrinya pikirannya kembali
mengingat malam kejadian itu.
"Malam itu Mommy kamu di
perkosa di sebuah Club malam
ketika mommy kamu menjemput
ayah malam itu."
Deg
Deg
Niko tidak memiliki pilihan lain
lagi, dia harus menceritakan
semuanya. Dia takut nanti Nayra
mendengar dari orang lain. Karena
Niko yakin jika putrinya akan terus
mencari jawabannya.