Lewati Bersama sama

1226 Kata
Niko langsung menjauhkan tubuh wanita seksi itu dari dirinya. Wanita itu tampak tidak senang biasanya Niko begitu hangat dengan wanita. "Laura jangan seperti ini," tegas Niko dengan sopan. "Loh Mas kita kan sudah biasa seperti ini," protes Wanita itu kembali memeluk Niko. Niko kembali mendorong wanita itu, kejadian itu cukup menyita perhatian pengunjung rumah makan itu. Lia melanjutkan makannya berusaha mengabaikan mereka berdua. Lia sadar siapa suaminya yang begitu terkenal dengan julukan sang Casanova. Jadi Lia sudah bisa menebak siapa wanita itu. Niko menjadi tidak enak dengan istrinya, istrinya memang tidak bereaksi dan tetap dengan acara makannya, namun terlihat dari wajahnya istrinya begitu kecewa. Laura melirik wanita muda yang satu meja dengan Niko,karena posisi duduk perut Lia yang tengah hamil besar tidak kelihatan. "Siapa wanita ini Mas? tanya Laura penasaran dengan wanita muda seumuran putrinya Niko, Laura mengamati Lia yang masih asyik menyantap soup ikan laut dengan santainya. "Bukan urusanmu Laura?" jawab Niko Laura salah satu model ditanah air Dia pernah menjadi patner ranjang Niko selama beberapa bulan. Niko cukup terganggu dengan kehadiran Laura, apalagi Laura ikut gabung di meja mereka. Niko mulai kehilangan selera makannya. "ko, kenapa gak dimakan?" Lia buka suara melihat Niko suaminya tidak menyentuh makanannya sama sekali. " makan dulu katanya tadi mau maem soup kepala ikan," seru Lia "sudah kenyang, kamu saja makanan ditambahin, biar kalian sehat," sahut Niko lembut sembari memperhatikan wajah suaminya. Laura terus mengamati interaksi mereka, matanya menatap Lia penuh selidik, Lia menyadari dirinya sedang diperhatikan. Lia menarik piring suaminya. Aaaaakkk "Buka mulutnya ," perintah Lia ingin menyuapi suaminya. Seketika perasaan mood Niko berubah melihat perlakuan manis istri kecilnya yang ingin menyuapinya. Niko membuka mulutnya menerima sendok yang disodorkan oleh istrinya. Dengan senyuman bahagia dia mengunyah makanannya. "Masih mau bilang gak berselera makan lagi " ucap Lia dengan santai. Dia tidak menganggap wanita yang ikut bergabung di meja mereka toh dia maupun suaminya tidak mengundang wanita itu. "Gak lagi sayang. Apalagi kamu yang nyuapi " sahut Niko. Dia juga sama seperti Lia tidak menganggap Laura ada. Laura mengepalkan tangannya sampai buku-bukunya memutih. Selama dia berhubungan dengan Niko tidak sekalipun Niko mengajaknya pergi makan bersama, mereka hanya bertemu di hotel, setelah percintaan mereka Niko langsung pergi meninggalkannya dengan uang di atas nakas sebagai tiping. Laura begitu cemburu melihat Niko yang bersikap begitu manis kepada wanita muda itu, bahkan Niko terlihat menuruti apa yang wanita muda itu perintahkan. Tak terasa suapan terakhir, makanan dipiring kini sudah berpindah ke dalam perut Niko " mau lagi?" tawar Lia. Niko menggelengkan kepalanya. Laura kehilangan nafsu makannya melihat Lia. "Kecil-kecil sudah jadi peliharaan Om-om," sindir Laura. Seketika senyuman Lia menghilang. hati sakit mendengar sindiran yang terkesan mencemooh. Iya dirinya memang menjadi simpanan om-om. Niko memutar lehernya menatap tajam Laura yang sedang tersenyum mencemooh. "Rupanya kamu ingin karirmu didunia model berakhir. Apa hak kamu menghina istri saya,' suara Niko tegas. Dia tentu saja tidak menerima istrinya di hina oleh orang lain apalagi sekelas model yang memiliki pekerjaan sampingan menjadi Call girl. Laura langsung terperanjat mendengar kata-kata Niko. Lia menyadari suaminya sedang naik darah apalagi banyak pengunjung di rumah makan itu. Malu itu yang ada dibenak Lia. Lia beranjak dari tempat duduknya. Lagi-lagi Laura begitu terkejut melihat perut Lia yang lagi hamil besar. "yuk, kita pulang ya. Malu ribut di tempat rame," pinta Lia mengajak suaminnya. " Kamu hamil," seru Laura. "Kenapa kalo istri saya hamil," sentak Niko tajam membuat Laura langsung terdiam. Lia berusaha menyunggingkan senyumannya, Lia mengelus lengan suaminya guna meredam emosi suaminya. " pulang yuk," pinta Lia lagi dengan lembut. Niko menoleh istrinya, dia tidak tega melihat wajah istrinya yang memelas. Niko merogoh kantong celananya mengambil dompetnya mengeluarkan tiga lembar uang ratusan meletakkannya di atas meja. Niko langsung merangkul pinggang istrinya mengajaknya keluar tanpa mempedulikan Laura " Laura bukankah tadi pak Niko? Setelah Niko pergi, salah satu dari team Laura mendekati Laura yang tampak kesal sekaligus kecewa mengetahui pria incarannya sekarang sudah menikah. "Iya dia Mas Niko?" sahutnya ketus. "Siapa wanita muda yang tengah hamil itu. Apa itu Nayra putrinya?" tanya wanita itu. "Bukan istrinya," ketus Laura lagi. "Ahhh, jadi model top kayak kamu bisa dikalahkan anak bau kencur kayak gitu. Berarti goyang gadis itu hot banget sampai sosok Niko yang terkenal Player sampai menikahi dirinya," seru wanita itu "Sialan kamu," maki Laura. *** "Sayang maaf kejadian barusan bikin kamu sama anak kita tidak nyaman," ucap Niko sembari memeluk pinggang istrinya. Mereka tidak pergi kerumah, Lia ingin melihat suasana pantai. Mereka berdua melewati jalan setapak, pasangan itu cukup menarik perhatian orang karena perbedaan usia mereka. Lia tidak menjawab suaminya. Bohong jika Lia tidak kesal dengan kejadian tadi. Meskipun dia berusaha memaklumi masa lalu suaminnya namun hatinya belum sepenuhnya siap menerima. Niko menghentikan langkahnya, dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya, matanya menatap lembut netra sang istri yang terlihat sedih. "aku serius sama kamu. aku cinta sama kamu. Setelah pertemuan kita di hotel pertama kalinya, aku tidak pernah menyentuh wanita lain lagi sampai detik ini. Hanya kamu Lia. Masa lalu aku memang suram dan aku tidak bisa mengubah masa lalu. aku hanya minta tolong kamu percaya kalo dalam hati hanya ada dirimu tidak ada yang lain lagi," ucap Niko jujur. Lia bisa melihat kejujuran di mata laki-laki dewasa yang kini berstatus suaminya. Semua orang memiliki.masa lalu termasuk dirinya. Dia tidak bisa menghakimi masa lalu suaminnya. "Lia percaya sama kamu" ucap Lia langsung masuk kedalam pelukan suaminya. Niko menjadi lega. Istri kecilnya sangat pengertian dan tidak pernah menuntut. Niko semakin mencintai istrinya. Wanita muda ini memberinya rasa nyaman, sangat berbeda dengan pernikahan yang sebelumnya. Astrid memang mencintainya begitu juga dengan Niko kala itu letak perbedaannya Astrid selalu menyalahkannya atas kejadian yang menimpanya di club malam itu sehingga dia harus bertanggungjawab atas kejadian itu dan sampai sekarang menjadi beban untuk dirinya. Karena Lia Niko berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya dan melanjutkan idupnya. Lia wanita muda ini bisa membuatnya jatuh cinta lagi. "Lia, Apa kamu tidak mau balik ke Jakarta lagi. aku gak tenang ninggalin kamu sendiri di Bali. Apalagi pekerjaan aku semuanya di Jakarta, aku gak bisa ninggalin perusahaan terlalu lama dan aku juga gak kuat kita berjauhan. Kita hadapi semuanya apa yang akan terjadi kedepannya bersama." Lia melihat wajah suaminya, dia bisa melihat guratan kelelahan di wajah laki-laki dewasa itu. Lia yakin suaminnya lelah namun tidak mengeluh. Perjalanan Bali -Jakarta, belum lagi masalah Nayra. Suaminya memang benar ini sudah takdir mereka dan mereka harus menghadapi semua masalah yang akan terjadi kelak, terutama masalah Nayra. "Lia mau ikut pulang," ucap Lia sembari mengecup pipi suaminya. "Benarkah?" "Iya. Lia ikut pulang," ulang Lia lagi. Niko kembali memeluk istrinya, dia begitu bahagia. Mereka menghabiskan waktu mereka sampai sore hari setelah itu mereka baru pulang keVilla. Selama perjalanan Lia meletakkan kepalanya di lengan suaminya. Hari ini dia begitu bahagia seharian ditemani oleh laki-laki yang menguasai hatinya. " sepertinya ada tamu?" Lia melihat dua mobil yang terparkir, satu mobil dia kenal mobilnya Leon. Niko mengenggam tangan istrinya kemudian mengecupnya sebelum membantu keluar dari mobil. Mereka berjalan bergandengan tangan menuju kedalam rumah. "ayah sangat keterlaluan menikahi p*****r ini." Siapa lagi kalo bukan Nayra. Yang sudah ada di Bali. Disana ada Leon dan juga keluarganya. Nayra mendapat kabar dari Laura dan dia langsung menyusul ke Bali. Pertama yang dia cari adalah Leon unclenya. Nayra tidak datang sendiri dia bersama ibunya Astrid. Lia langsung pucat pasi, dia belum siap ketemu Nayra sahabatnya namun Nayra kini muncul dihadapan dengan wajah yang begitu menyeramkan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN