Niko langsung menjauhkan tubuh
wanita seksi itu dari dirinya.
Wanita itu tampak tidak senang
biasanya Niko begitu hangat
dengan wanita.
"Laura jangan seperti ini," tegas
Niko dengan sopan.
"Loh Mas kita kan sudah biasa
seperti ini," protes Wanita itu
kembali memeluk Niko.
Niko kembali mendorong wanita
itu, kejadian itu cukup menyita
perhatian pengunjung rumah
makan itu.
Lia melanjutkan makannya
berusaha mengabaikan mereka
berdua. Lia sadar siapa suaminya
yang begitu terkenal dengan
julukan sang Casanova. Jadi Lia
sudah bisa menebak siapa wanita
itu.
Niko menjadi tidak enak dengan
istrinya, istrinya memang tidak
bereaksi dan tetap dengan acara
makannya, namun terlihat dari
wajahnya istrinya begitu kecewa.
Laura melirik wanita muda yang
satu meja dengan Niko,karena
posisi duduk perut Lia yang
tengah hamil besar tidak kelihatan.
"Siapa wanita ini Mas? tanya Laura
penasaran dengan wanita muda
seumuran putrinya Niko, Laura
mengamati Lia yang masih asyik
menyantap soup ikan laut dengan
santainya.
"Bukan urusanmu Laura?" jawab
Niko
Laura salah satu model ditanah air
Dia pernah menjadi patner ranjang
Niko selama beberapa bulan. Niko
cukup terganggu dengan kehadiran
Laura, apalagi Laura ikut gabung
di meja mereka. Niko mulai
kehilangan selera makannya.
"ko, kenapa gak dimakan?"
Lia buka suara melihat Niko
suaminya tidak menyentuh
makanannya sama sekali.
" makan dulu katanya tadi
mau maem soup kepala ikan," seru
Lia
"sudah kenyang, kamu saja
makanan ditambahin, biar kalian
sehat," sahut Niko lembut sembari
memperhatikan wajah suaminya.
Laura terus mengamati interaksi
mereka, matanya menatap Lia
penuh selidik, Lia menyadari
dirinya sedang diperhatikan.
Lia menarik piring suaminya.
Aaaaakkk
"Buka mulutnya ," perintah
Lia ingin menyuapi suaminya.
Seketika perasaan mood Niko
berubah melihat perlakuan manis
istri kecilnya yang ingin
menyuapinya. Niko membuka
mulutnya menerima sendok yang
disodorkan oleh istrinya. Dengan
senyuman bahagia dia mengunyah
makanannya.
"Masih mau bilang gak berselera
makan lagi " ucap Lia dengan
santai. Dia tidak menganggap
wanita yang ikut bergabung di
meja mereka toh dia maupun
suaminya tidak mengundang
wanita itu.
"Gak lagi sayang. Apalagi kamu
yang nyuapi " sahut Niko.
Dia juga sama seperti Lia tidak
menganggap Laura ada.
Laura mengepalkan tangannya
sampai buku-bukunya memutih.
Selama dia berhubungan dengan
Niko tidak sekalipun Niko
mengajaknya pergi makan
bersama, mereka hanya bertemu di
hotel, setelah percintaan mereka
Niko langsung pergi
meninggalkannya dengan uang di
atas nakas sebagai tiping.
Laura begitu cemburu melihat
Niko yang bersikap begitu manis
kepada wanita muda itu, bahkan
Niko terlihat menuruti apa yang
wanita muda itu perintahkan.
Tak terasa suapan terakhir,
makanan dipiring kini sudah
berpindah ke dalam perut Niko
" mau lagi?" tawar Lia. Niko
menggelengkan kepalanya.
Laura kehilangan nafsu makannya
melihat Lia.
"Kecil-kecil sudah jadi peliharaan
Om-om," sindir Laura.
Seketika senyuman Lia
menghilang. hati sakit mendengar
sindiran yang terkesan
mencemooh. Iya dirinya memang
menjadi simpanan om-om.
Niko memutar lehernya menatap
tajam Laura yang sedang
tersenyum mencemooh.
"Rupanya kamu ingin karirmu
didunia model berakhir. Apa hak
kamu menghina istri saya,' suara
Niko tegas. Dia tentu saja tidak
menerima istrinya di hina oleh
orang lain apalagi sekelas model
yang memiliki pekerjaan
sampingan menjadi Call girl.
Laura langsung terperanjat
mendengar kata-kata Niko. Lia
menyadari suaminya sedang naik
darah apalagi banyak pengunjung
di rumah makan itu. Malu itu yang
ada dibenak Lia. Lia beranjak
dari tempat duduknya. Lagi-lagi
Laura begitu terkejut melihat
perut Lia yang lagi hamil besar.
"yuk, kita pulang ya. Malu ribut
di tempat rame," pinta Lia
mengajak suaminnya.
" Kamu hamil," seru Laura.
"Kenapa kalo istri saya hamil,"
sentak Niko tajam membuat Laura
langsung terdiam.
Lia berusaha menyunggingkan
senyumannya, Lia mengelus
lengan suaminya guna meredam
emosi suaminya.
" pulang yuk," pinta Lia
lagi dengan lembut.
Niko menoleh istrinya, dia tidak
tega melihat wajah istrinya yang
memelas. Niko merogoh kantong
celananya mengambil dompetnya
mengeluarkan tiga lembar uang
ratusan meletakkannya di atas
meja. Niko langsung merangkul
pinggang istrinya mengajaknya
keluar tanpa mempedulikan Laura
" Laura bukankah tadi pak Niko?
Setelah Niko pergi, salah satu dari
team Laura mendekati Laura yang
tampak kesal sekaligus kecewa
mengetahui pria incarannya
sekarang sudah menikah.
"Iya dia Mas Niko?" sahutnya
ketus.
"Siapa wanita muda yang tengah
hamil itu. Apa itu Nayra putrinya?"
tanya wanita itu.
"Bukan istrinya," ketus Laura lagi.
"Ahhh, jadi model top kayak kamu
bisa dikalahkan anak bau kencur
kayak gitu. Berarti goyang gadis itu
hot banget sampai sosok Niko yang
terkenal Player sampai menikahi
dirinya," seru wanita itu
"Sialan kamu," maki Laura.
***
"Sayang maaf kejadian barusan
bikin kamu sama anak kita tidak
nyaman," ucap Niko sembari
memeluk pinggang istrinya.
Mereka tidak pergi kerumah, Lia
ingin melihat suasana pantai.
Mereka berdua melewati jalan
setapak, pasangan itu cukup
menarik perhatian orang karena
perbedaan usia mereka. Lia tidak
menjawab suaminya. Bohong jika
Lia tidak kesal dengan kejadian
tadi. Meskipun dia berusaha
memaklumi masa lalu suaminnya
namun hatinya belum sepenuhnya
siap menerima.
Niko menghentikan langkahnya,
dia melingkarkan kedua tangannya
di pinggang istrinya, matanya
menatap lembut netra sang istri
yang terlihat sedih.
"aku serius sama kamu. aku
cinta sama kamu. Setelah
pertemuan kita di hotel pertama
kalinya, aku tidak pernah
menyentuh wanita lain lagi sampai
detik ini. Hanya kamu Lia. Masa
lalu aku memang suram dan
aku tidak bisa mengubah masa
lalu. aku hanya minta tolong
kamu percaya kalo dalam hati
hanya ada dirimu tidak ada
yang lain lagi," ucap Niko jujur.
Lia bisa melihat kejujuran di
mata laki-laki dewasa yang kini
berstatus suaminya. Semua orang
memiliki.masa lalu termasuk
dirinya. Dia tidak bisa menghakimi
masa lalu suaminnya.
"Lia percaya sama kamu" ucap
Lia langsung masuk kedalam
pelukan suaminya. Niko menjadi
lega. Istri kecilnya sangat
pengertian dan tidak pernah
menuntut. Niko semakin mencintai
istrinya.
Wanita muda ini memberinya rasa
nyaman, sangat berbeda dengan
pernikahan yang sebelumnya.
Astrid memang mencintainya
begitu juga dengan Niko kala itu
letak perbedaannya Astrid selalu
menyalahkannya atas kejadian
yang menimpanya di club malam
itu sehingga dia harus
bertanggungjawab atas kejadian
itu dan sampai sekarang menjadi
beban untuk dirinya. Karena Lia
Niko berani mengambil keputusan
besar dalam hidupnya dan
melanjutkan idupnya. Lia wanita
muda ini bisa membuatnya jatuh
cinta lagi.
"Lia, Apa kamu tidak mau balik ke
Jakarta lagi. aku gak tenang
ninggalin kamu sendiri di Bali.
Apalagi pekerjaan aku
semuanya di Jakarta, aku gak
bisa ninggalin perusahaan terlalu
lama dan aku juga gak kuat kita
berjauhan. Kita hadapi semuanya
apa yang akan terjadi kedepannya
bersama."
Lia melihat wajah suaminya, dia
bisa melihat guratan kelelahan di
wajah laki-laki dewasa itu. Lia
yakin suaminnya lelah namun
tidak mengeluh. Perjalanan Bali
-Jakarta, belum lagi masalah
Nayra. Suaminya memang benar
ini sudah takdir mereka dan
mereka harus menghadapi semua
masalah yang akan terjadi kelak,
terutama masalah Nayra.
"Lia mau ikut pulang," ucap
Lia sembari mengecup pipi
suaminya.
"Benarkah?"
"Iya. Lia ikut pulang," ulang
Lia lagi.
Niko kembali memeluk istrinya, dia
begitu bahagia. Mereka
menghabiskan waktu mereka
sampai sore hari setelah itu
mereka baru pulang keVilla.
Selama perjalanan Lia
meletakkan kepalanya di lengan
suaminya. Hari ini dia begitu
bahagia seharian ditemani oleh
laki-laki yang menguasai hatinya.
" sepertinya ada tamu?" Lia
melihat dua mobil yang
terparkir, satu mobil dia kenal
mobilnya Leon.
Niko mengenggam tangan istrinya
kemudian mengecupnya sebelum
membantu keluar dari mobil.
Mereka berjalan bergandengan
tangan menuju kedalam rumah.
"ayah sangat keterlaluan
menikahi p*****r ini."
Siapa lagi kalo bukan Nayra. Yang
sudah ada di Bali. Disana ada Leon
dan juga keluarganya. Nayra
mendapat kabar dari Laura dan dia
langsung menyusul ke Bali.
Pertama yang dia cari adalah Leon
unclenya. Nayra tidak datang
sendiri dia bersama ibunya Astrid.
Lia langsung pucat pasi, dia belum
siap ketemu Nayra sahabatnya
namun Nayra kini muncul
dihadapan dengan wajah yang
begitu menyeramkan