Tidak Berhak

1183 Kata
Sudah seminggu Niko tidak pulang kerumahnya, namun dia tetap menghubungi Astrid menanyakan perkembangan Nayra. Niko tidak bisa pulang mengingat kondisi kandungan Lia sudah mau menginjak delapan bulan. Lia sangat membutuhkan perhatian apalagi ini pengalamannya dan didalam perutnya ada janin kembar. Nayra semakin membenci ayahnya karena dia anggap tidak mempedulikan dirinya bahkan Nayra tidak mengetahui ayahnya pergi kemana. Nayra juga menganggap jika ayahnya tidak menghargai ibunya karena sang ayah tidak pernah pulang kerumah. "Nay, mau kemana kamu?" tanya Astrid yang barusan ingin membangun Nayra karena sarapan sudah tersaji di meja makan. "Mau cari ayah kekantor Mom," sahut Nayra. "Nayra, sini sarapan dulu." Astrid mengajak putrinya kemeja makan sarapan bersama. Niko mencukupi kebutuhan mereka meskipun Niko tidak pernah pulang. Bukan egois namun Niko yakin jika putrinya akan menjodohkannya kembali dengan mantan istrinya. Niko tidak mau ada berdebat lagi lebih baik dia menghindar untuk sementara waktu. Dia ingin fokus kepada darah dagingnya yang sebentar lagi akan membawa warna baru dalam hidupnya, Buah cintanya denga Lia istri kecilnya. Astrid bisa melihat kekecewaan di mata putrinya namun dia juga tidak bisa menyalahkan Niko Laki-laki itu sudah begitu baik walaupun perceraian yang akhirnya mengakhiri kisah cinta mereka. "Nay, kamu gak bisa bersikap egois seperti ini kepada ayah kamu. Dia berhak menentukan melanjutkan hidupnya dengan wanita yang dia anggap bisa membuatnya bahagia," nasehat Astrid kepada sang putri. Seketika Nayra menghentikan kegiatan makanannya, dia kurang suka dengan kata-kata ibunya. "Mommy, apa ayah tidak bisa berkorban sedikitpun untuk aku. Aku juga ingin Keluarga yang lengkap. Bukankah kalian dulu saling mencintai kenapa tidak bisa balikan," sahut Nayra masih dengan pikirannya yang keras kepala itu. Astrid menarik nafas panjang, dia begitu bersedih dengan sikap anaknya ini. Astrid berusaha menasehati putrinya dengan lembut. "Sayang, perasaan seseorang itu bisa berubah dengan perjalanan waktu. Tolong maklumi ayah kamu ya. Terimalah wanita yang ayah kamu cintai sekarang ini," ucap Astrid lembut sembari membelai tangan putrinya. Nayra memutar lehernya memperhatikan ibunya yang jelas-jelas masih sangat mencintai ayahnya. Nayra akan berusaha memaksa ayahnya apapun yang akan dia lakukan demi ibunya. "Mom.. Aku tau Mommy masih mencintai ayah jadi apa salahnya kalian rujuk demi aku. Lagian wanita itu tidak tulus mencintai ayah, apalagi dia lagi butuh uang untuk pengobatan adiknya." "Maksud kamu apa Nayra? Kamu tau kekasih ayahmu?" Astrid begitu penasaran. "Tentu saja aku tau. ayah ada hubungan dengan temen sekolahku. ayah membiayai semua pengobatan adiknya yang kecelakaan," tutur Nayra. Astrid seakan tidak percaya jika mantan suaminya menyukai wanita seumuran Nayra. Astrid jadi berfikir apa mantan suaminya lagi diperalat wanita itu. "Nayra, kamu tidak boleh ngomong seperti itu. Mungkin saja temanmu itu memang mencintai ayahmu," Astrid tetap berfikir positif "LIa itu mencintai Rey mantan kekasihnya. Mereka putus karena Rey selingkuh setelah Nayra langsung menjalin hubungan sama ayah. Aku yakin Nayra hanya ingin uang ayah." Nayra kekeh dengan pemikirannya. Astrid terdiam, dia tidak ingin bertengkar dengan putrinya yang baru seminggu bersama. Putrinya memiliki sifat yang sangat keras. Setelah Sarapan Nayra, keluar dari rumah mengendarai mobilnya. Dia ingin mencari sang ayah kekantornya. Dia ingin membawa ayahnya pulang kerumah dan hidup seperti layaknya keluarga. Astrid memandangi putrinya dengan raut wajah sedih. "Nay, seandainya kamu tau kita tidak berhak atas diri ayahmu," ucap Astrid lirih. Nayra memarkir mobilnya sembarangan di lobby perusahaan. Tentu saja tidak ada yang berani melarangnya Siapa juga yang berani melarang Putri seorang pemilik perusahaan. Nay menaiki lift menuju ke lantai di mana tempat ruangan ayahnya. Sekretaris baru ayahnya cukup terkejut melihat kedatangan Nayra. "ayah mana?" tanyanya dengan angkuh. "ayah anda tidak ada ditempat. Beliau ada acara keluar kota," jawab sekretaris baru ayahnya. Kebetulan Bram lagi rapat mewakili Niko "Sejak kapan?" tanya Nayra lagi. "Sejak seminggu Nona," sahut sekretaris itu dengan sopan. "Katakan ayah perginya provinsi mana?" tanya Nayra lagi sambil berdiri dengan angkuhnya. "Maaf saya tidak tau Nona. Yang tau hanya pak Bram. Anda bisa tanyakan kepada pak Bram tetapi sekarang pak Bram lagi sedang rapat," ucap sekretaris itu. Nayra merasa ada yang aneh, biasanya jika ayahnya pergi keluar kota pastinya Bram akan ikut bersamanya. Nayra semakin penasaran kemana ayahnya pergi sampai Bram harus mengurus perusahaan. *** Sementara di Bali Lia terlihat begitu kelelahan, suaminya semalaman bermain dengan tubuhnya dan berkali-kali menengok anak dalam rahimnya. Lia masih betah bergelung di bawah selimut. "Lia sayang, bangun dulu minum susunya." Niko sudah membawa segelas s**u untuk istrinya. "Sayang bangun dong. "Lia capek banget," keluh Lia "Ibu hamil gak boleh males. Minum susu dulu habis tu kita keliling," Niko menyentil kening istrinya. "Klo gak mau bangun gimana kalo aku jenguk si kembar lagi biar kamu terus melek." Lia langsung membuka matanya. Tidak ingin suami dewasanya itu melakukan apa yang suaminya ucapkan kemarin saja tubuhnya masih lelah melayani nafsu gede suaminya. Lia langsung menerima gelas yang suaminya bawa dan langsung menghabiskan s**u hangatnya. Lia memberikan gelas kosong kepada suaminya kemudian Niko meletakkannya di atas nakas. "Sayang, seperti kamu gak suka ya main sama aku sampai baru aku bilang kayak gitu kamu langsung bangun menghabiskan susunya," Niko melihat istrinya, seakan Niko begitu kecewa. Biasanya wanita lain akan memohon untuk dia sentuh berbeda dengan istrinya. Lia merasa suaminya tersinggung dengan sikapnya tadi. Lia mendekati suaminya menakupkan tangannya pada bulu-bulu halus pada rahang suaminya. "jangan marah, maksud Lia gak gitu. Hanya saja semenjak hamil perut Lia agak sakit klo terlalu lama digenjot beda dengan dulu," jawab Lia jujur "Apa perut kamu sakit? Kenapa gak bilang kemarin,” Niko mulai panik dan memegangi perut istrinya. "Lia takut nanti kamu ngambek kayak ini," sahut Lia sedikit ragu. "Sayang aku minta maaf ya," Niko menciumi wajah istrinya kemudian berpindah keperut istrinya. "Sayang ayah minta maaf ya sudah bikin kalian berdua gak nyaman.' ucap Niko diperut istrinya seakan dia sedang meminta maaf kepada kedua buah hatinya. "Sekarang udah gak sakit kok ." Mereka memutuskan mandi bersama. Seperti hari-hari sebelumnya Niko memperlakukan istrinya seperti ratu. Setelah sarapan mereka berdua memutuskan main kepantai Sanur sekalian makan siang di sebuah rumah makan ikan laut yang sangat terkenal di kawasan pantai dekat Bali Beach Hotel. Banyak Artis dan pejabat pusat mampir ke rumah makan itu jika sudah datang ke Bali sama seperti Niko yang juga sering mampir kesana jika sedang ada di Bali. Niko memarkir mobilnya cukup jauh, seperti biasa parkiran mobil disana penuh sesak. Niko menggandeng tangan istri kecilnya melewati jalan setapak. Mereka cukup menjadi pusat perhatian, mungkin karena perbedaan yang mencolok diantara mereka namun mereka tidak peduli pandangan orang yang penting mereka bahagia. "Nanti kalo capek kasih tau ya." Niko memang begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya itu salah satu alasan Niko tidak berani meninggalkan istrinya sendiri sewaktu-waktu istrinya bisa melahirkan. "Gimana enak?" tanya Niko kepada istrinya. "Enak ,Lia nambah lagi ya." Niko begitu senang istrinya makan cukup banyak hari ini. Sepertinya selera anaknya sama seperti dirinya. Rumah makan itu semakin ramai dikunjungi. Terlihat satu rombongan sudah memesan tempat duduk disana dan tidak jauh dari tempat duduk Niko dan Lia. "Mas Niko kok kamu bisa ada di Bali, gak ngomong sama aku sih," seru seorang wanita cantik salah satu dari rombongan yang akan makan siang itu "Aku kangen banget sama kamu." Wanita itu langsung memeluk Niko. Lia syok, melihat ada wanita cantik yang umurnya sekitar tiga puluhan memeluk suaminya. Sepertinya wanita itu sangat mengenal suami nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN