Rasa Cemburu

1521 Kata
Niko sampai di Bali pukul sepuluh malam tanpa Bram ikut bersamanya. Niko menugaskan Bram mengurus perusahaannya selama dia berada di Bali. Mbok Yani begitu terkejut melihat kedatangan majikannya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Apalagi saat ini Lia tidak ada di Villa tepatnya Lia membantu Leon di tempat prakteknya karena belum ada pegawai baru yang menggantikan posisi Lia. Tadi Leon meminta tolong kepada Lia karena asistennya ada keperluan mendadak. Lia tidak enak untuk menolaknya apalagi selama ini Leon begitu baik dan sudah banyak membantu dirinya selama tinggal di Bali. "Lia sudah tidur mbok?" tanya Niko. "A_anu Tuan. Tadi non Lia pergi membantu dokter Leon di tempat prakteknya karena dokter Leon belum menemukan pegawai pengganti Lia kebetulan asisten dokter Leon juga ada keperluan mendadak," jelas Mbok Yani. Niko mengerutkan keningnya dia tidak menyukai istrinya dekat dengan sepupunya. Tepatnya Niko cemburu karena dia jelas tahu jika istrinya hampir menjadi istri sepupunya. "Nyonya tidak mengatakan sama Tuan karena Tuan lagi ada masalah di Jakarta makanya Nyonya menunggu Tuan pulang untuk menjelaskannya." Niko mengangguk tanda Dia mengerti penjelasan Mbok Yani. "Apa sopir tahu di mana alamat Leon praktek?" tanya Niko "Tahu tuan," sahut Mbok Yani. Niko langsung memerintahkan sopir mengantarkannya ke tempat praktek Leon menjemput istrinya. Niko begitu merindukan istrinya Dan Dia tidak ingin jika istrinya terlalu dekat dengan Leon. Sekitar 30 menit mereka sampai di tempat praktek Leon. Niko turun dari mobilnya menaiki tangga menuju tempat praktek Leon. Terlihat istri kecilnya sedang sibuk di meja mengatur pasien. Niko menyunggikan senyuman di bibirnya melihat istrinya yang begitu cantik, Lia terlihat serius dengan pekerjaannya. Niko memilih tidak mengganggu istrinya dan duduk diantara pasien yang lain. Kebetulan masih tinggal beberapa pasien saja. "Pak, jangan diliatin terus wanita cantik itu istri dokter Leon," seru salah satu pasien yang sedari tadi melihat Niko terus memperhatikan Lia dari tempat duduknya. "Kok ibu tahu itu istrinya dokter Leon?" "Ya tahulah, saya kan pasien dokter Leon. Siapa lagi kalau bukan istrinya orangnya datang dan pulangnya terus barengan," sahut pasien wanita itu. Niko menarik nafas dalam-dalam, sorot matanya masih tertuju pada Lia yang sedang memanggil pasien yang mendapat giliran masuk. Wanita yang duduk disampingnya memandang Niko dengan aneh. Akhirnya pasien wanita itu mendapatkan gilirannya lalu meninggalkan Niko mendekati Lia. "Mbak hati-hati ada Om-om dari tadi perhatikan Mbak." Pasien wanita itu memperingati Lia lalu Lia menoleh ke tempat yang pasti wanita itu tunjukan. "niko....," seru Lia dengan lirih dia begitu terkejut. "Jadi dia ayahnya Mbak Lia ya," pasien wanita itu menjadi tidak enak hati. "Bukan Bu. Dia suami saya," jawab Lia jujur. Pasien wanita itu memegangi jantungnya bersyukur dia tidak terkena serangan jantung mendengar pengakuan Lia. Malu sekali rasanya pasien itu dengan cepat masuk kedalam ruangan periksa. Niko beranjak dari tempat duduknya setelah melihat istrinya melihatnya. "Jam berapa pulang?" tanya Niko yang sudah duduk dikursi didepannya. "Habis pasien tadi .kamu sudah lama kok gak samperin Lia malah ngumpet dibelakang?" "Habis kamu sibuk banget sih jadi gak mau ganggu kamu lagi kerja," sahutnya sembari tersenyum lembut kepada istrinya. "Lia sudah habis pasiennya. Nanti saya tunggu kamu sama Leon di ruangan saya ya. Jangan pake lama." Suara dokter Santi menginterupsi mereka berdua. "Siapa dia?" tanya Niko langsung. "Dan apa maksudnya di nungguin kamu di ruangannya bersama Leon?" tanya Niko dengan wajah serius. Lia dengan polosnya menjawab. " itu dokter Santi dia dokter kandungan yang praktek disini. Dia sahabat dokter Leon. Selama ini dokter Leon yang antar Lia periksa dan bayarin semuanya," jelasnya. Hati Niko seakan tertusuk ribuan jarum. Dia begitu menyesali karena begitu terlambat menemukan Lia sampai Lia dan darah dagingnya kontrol harus ditemani oleh laki-laki lain walaupun laki-laki itu adalah sepupunya. "Sekarang kamu tidak perlu Leon lagi untuk mengantarkanmu periksa. Itu tugasnya aku," ucap Niko. Setelah semua pasien habis Lia merapikan meja kerjanya Leon sudah tahu jika sepupunya ada di tempat prakteknya karena pasien tadi menceritakan apa yang terjadi di depan. "Maaf mas Niko sudah buat mas menunggu lama," ucap Leon tidak enak hati. Secepatnya kamu cari pegawai baru jangan istriku lagi dia harus banyak istirahat apalagi dalam waktu dekat ini dia akan melahirkan,” tegas Niko membuat Liaa tidak enak mendengarnya. "kok ngomongnya gitu sih," tegur Lia lembut. "Mas Niko pasti mengkhawatirkan kamu Lia makanya dia seperti itu," sela Leon. "Sudah sekarang tunjukin aku di mana ruangan temanmu, Mas mau antar Lia periksa kandungan." "cukup sama Lia aja biarkan Pak Dokter pulang ke rumah." "Sini Mas aku tunjukin," potong Leon. Dia sudah mengenal sepupunya dia paham sepupunya ini lagi kesal karena Leon meminta istrinya bekerja, istri seorang Niko yang harusnya jadi ratu tapi bagaimana lagi. Leon belum dapat penggantinya dan asistennya lagi ada keperluan mendadak. Dokter Santi begitu terkejut melihat sosok yang bersama Leon. Tentu saja kalangan kelas atas mengenal sosok Niko yang juga di kenal sebagai sang Casanova. "San, kenalin ini Mas Niko sepupuku dan suami Lia," ucap Leon. Dokter Santi langsung terperanjat, dia seakan tidak percaya dengan pendengarannya. "Suami dari Lia," ulang dokter Santi lagi. "Iya, saya suami Lia ada masalah," suara Niko tegas. "Ohh.. tidak pak," sahut dokter Santi dengan cepat. Dia tidak ingin kehilangan klien berduit seperti Niko "Silahkan duduk Pak." Dokter Santi mempersilahkan Niko dengan sopan. "Mas, aku tunggu kamu sama Lia diluar ya," ucap Leon sebelum menutup pintu ruangan. Lia merasa tidak nyaman dengan situasi ini dia dibuat begitu canggung. "Saya ingin tau semua perkembangan janin diperut istri saya," ucap Niko tegas ciri khas seorang pemimpin. "Baik pak," sahut Dokter Santi. Dokter Santi meminta Lia berbaring untuk diperiksa. Lia terlihat begitu kesulitan naik keatas bankar. Niko mendekati istrinya langsung menggendong tubuh istrinya meletakan diatas bankar, spontan apa yang Niko lakukan membuat Lia begitu malu, wajahnya seketika memerah dan Niko menyadari itu. Dokter Santi dan asistennya merasa iri melihat perlakuan manis yang Niko tunjukkan. Kedua wanita yang berstatus single itu berharap menemukan pasangan seperti sosok seperti Niko. Niko menatap layar monitor, walaupun dia tidak mengerti dunia kedokteran, namun dia merasa sangat bahagia. Dokter Santi menjelaskan kepada Niko dengan begitu detail. Niko begitu puas dengan penjelasan dari dokter. Seorang perawat membantu membersihkan gel pada perut Lia. Sedangkan Niko membantu istrinya duduk. Niko tersenyum kepada istrinya. "Makasih sudah menjaga mereka dengan baik selama ini, aku sangat mencintai kalian," ucapnya begitu lembut tentu saja didengar oleh perawat dan dokter Santi. Jujur mereka berdua begitu penasaran dengan kisah percintaan mereka. Semua orang bisa melihat perbedaan umur mereka yang lebih tepatnya Lia lebih cocok menjadi anaknya. " jangan lebay deh malu tau," sahut Lia dengan nada lirih. Niko terkekeh-kekeh melihat istrinya yang pemalu ini. Lia kini sudah duduk di hadapan dokter Santi dengan Niko duduk disampingnya. "Lia, kamu harus rajin kontrol mungkin seminggu sekali, persalinanmu juga semakin dekat jadi kita harus pantau terus," ucap dokter Santi sembari menuliskan resep. "Apa perlu istri saya kontrol setiap hari." Dokter Santi menahan tawanya mendengarkan kalimat Niko barusan. Sedangkan Lia begitu malu dengan suaminya ini. Padahal sebenarnya suaminya ini sudah pernah mengurusi wanita hamil itulah pemikiran Lia. Namun ada yang Lia tidak ketahui. Mereka keluar dari ruangan dokter Santi. Leon masih betah menunggu mereka berdua. "Nanti pembayaran selama Lia periksa kirim semuanya pada Bram. Mas gak mau istri sama anak Mas dianggap pasien gratisan," ucap Niko, hari ini Lia merasa suaminya begitu menyebalkan. Malu sekali liat suaminya yang begitu sombong. "Tenang Mas, nanti aku minta bagian administrasi menaikan semua tagihannya sebagai bunga," sahut Leon sambil tertawa. Sekalian Mas bayar seharga lima kali lipat harga tempat praktek mu ini," sahut Niko sombong. Leon percaya dong, sepupunya ini begitu kaya raya sanggup membeli apapun yang dia mau. Niko tidak mau meladeni sepupunya, mendingan dia cepat pulang ingin bermesraan dengan istri kecilnya. Mereka masuk kedalam mobil setelah berpamitan dengan Leon. Sang sopir melajukan kendaraan mewah milik sang majikan meninggalkan tempat praktek Leon. "Leon, apa aku tidak salah liat tadi itu beneran suami Lia," seru dokter Santi yang masih begitu penasaran. " Apa perlu aku mintakan buku nikah mereka," sahut Leon. Santi melihat ada kesedihan di mata Leon. Santi tau selama ini Leon jatuh cinta kepada Lia. "Sabar ya... Nanti kamu pasti dapat pengganti yang lebih baik," ucap Dokter Santi sembari menepuk lengan Leon. ** "kamu kok pulang sih mestinya jagain Nayra dulu," ucap Lia. Kini mereka sudah ada di villa dan di kamar mereka. "Apa kamu tidak senang aku pulang ke Bali atau kamu lebih suka bersama Leon dari pada laki-laki tua ini," sahut Niko kesal. Lia yang baru saja selesai mandi. Mendekati suaminya yang duduk diranjang bersandar pada headboard. Lia naik keatas ranjang. " kok ngomongnya kayak gitu sih. Tentu saja Lia seneng kamu pulang. Tapi Nayra juga butuh ayahnya. Kita gak bole egois. Aku sedih jika Nayra terus kecanduan kamu harus mendampinginya, jangan sampai Nayra berfikir ayahnya mengabaikannya," ucap Lia dengan lembut. Niko bisa melihat rasa sayang yang tulus di mata Lia untuk Nayra. Niko membentangkan kedua tangannya seolah meminta Lia masuk kedalam pelukannya. Lia membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Nayra sekarang sudah didampingi oleh seorang paling pantas. aku sudah membawa Astrid pulang dan sekarang dia lagi di rumah nemeni Nayra," jelas Niko sembari membelai lembut rambut panjang Lia. "Astrid itu siapa ?" tanya Lia. Niko agak ragu mengatakannya namun dia memilih jujur kepada istri kecilnya. "Astrid itu ibu kandung Nayra," jawab Niko sembari memperhatikan expresi wajah istri kecilnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN