Kemarahan Nayra

1373 Kata
Bram membawa ketiga teman Nayra namun tidak dia pulangkan. Dia harus mengintrogasi mereka nanti setelah tugasnya selesai. "Kak Ini kan bukan jalan pulang," ucap salah satu dari mereka yang bernama Monic teman kuliah Nayra. "Siapa bilang kalian akan lolos dengan mudahnya setelah beraninya menjebak putri dari Tuan Niko," sahut Bram dengan nada dingin, dia menatap tajam ketiga wanita itu. "Kami hanya mengikuti perintah saja," sahut yang lain yang terlihat ketakutan melihat expresi dingin sang asisten muda itu. Mereka bertiga tertunduk dibelakang. Sopir terus melaju kendaraan ke sebuah gudang milik Niko, gudang yang sudah tak terpakai lagi. Untuk sementara Ketiga wanita itu akan dikurung oleh Bram di sana. "Tolong lepaskan kami," pinta mereka sambil menangis sekaligus ketakutan. "Tidak segampang itu. Siapa suruh jadi anak bandel ya begini jadinya." Bram mengunci mereka disebuah ruangan yang minim penerangan, namun Bram masih punya hati nurani memerintahkan penjaga mengawasi mereka berdua dan membelikan nasi bungkus untuk mereka bertiga. "Awasi mereka sampai saya kembali," titah Bram kepada keempat penjaga itu. "Baik Pak Bram," sahut mereka semua. Bram melangkahkan kakinya keluar dari gudang yang sudah tak terpakai itu. Dia kembali ke mobil meminta sang sopir ke alamat yang dia minta untuk menjemput seseorang sesuai dengan perintah sang majikan. * Nayra yang tidak mengerti pembicaraan mereka langsung mendekati ketiga orang dewasa itu. "ayah tolong jelasin semua ini, Nayra tidak mengerti." "Bukan ayah kamu yang akan menjelaskan semuanya tapi Mommy." Suara wanita yang di bawa oleh Bram begitu mengejutkan mereka kecuali Niko. Astrid memasuki rumah itu dengan menatap tajam Zara sahabatnya. " Astrid..." "Iya ini aku Zara. Sahabatmu yang kamu rusak pernikahannya dan kamu hancurkan hidup putrinya," ucap Astrid dengan marah. Astrid sudah berdiri di depan Zara sahabatnya, menatap kedua wanita itu dengan tatapan jijik. "Mommy...." "Iya Nayra dia Mommy kamu yang ditahan oleh Tante Zara mu di Canada dan dipekerjakan disebuah club malam," sahut Niko. PLAKKK Sebuah tamparan dengan cepat mendarat di pipi Zara. Pelakunya adalah Nayra. "Nayra kamu berani menamparku." Zara memegangi pipinya yang kebas. "Nayra jangan keterlaluan kamu?" bentak Omanya. "Oma yang keterlaluan. Oma penipu Sama kayak wanita ini. Oma jahat sudah buat aku kehilangan orang tuaku," bentak Nayra kepada Omanya. Niko tidak menghentikan putrinya karena itu pantas untuk Zara maupun ibunya. Meski tidak sopan membentak orang tua tapi ibunya sudah sangat keterlaluan. Niko mengetahui kedekatan Zara karena ayah Zara adalah mantan kekasih ibunya dan ibunya sudah berjanji akan menjaga Zara kepada mantan kekasihnya yang meninggal karena penyakit " Mommy apa yang mereka lakukan sama Mommy cepet Mommy ceritakan sama Nay," pinta Nayra tidak sabar. "Zara dan Omamu menjebak Mommy dengan obat perangsang dan memasukan Malik kekamar sampai Mommy dan Malik melakukan itu dan ayahmu memergokinya langsung. Pada saat itu ayahmu marah dan terus dihasut oleh Omamu untuk menceraikan Mommy. Omamu tidak pernah setuju dengan hubungan kami karena Mommy bukan dari keluarga Kaya bahkan Mommy anak yatim-piatu," tutur Astrid menceritakan semuanya kepada putrinya. "Bahkan setelah kami bercerai pun dia dan Malik tidak melepaskan Mommy karena mereka tau ayah kamu masih mencintai Mommy dan mereka menjual Mommy dan memperkerjakan Mommy di Club malam di Canada sampai ayahmu menebus Mommy dan membawa Mommy kembali ke Jakarta. Zara ingin ayah kamu jijik sama Mommy." Astrid terisak menceritakan semuanya kepada putrinya. Nayra memeluk Mommynya dia begitu menyesal telah mempercayai Oma dan wanita jahat itu selama ini. "Tante Zara mulai saat ini kamu jangan pernah lagi muncul dihadapanku dan keluargaku. Aku benci kamu wanita iblis," maki Nayra masih memeluk ibunya. "Nayra, jangan kamu pernah menghina Zara didepan Oma," bela Rianti yang mata hatinya sudah tertutup. "Kenapa Oma gak trima? Aku juga sama membenci Oma. Ternyata Oma sama wanita iblis." "Nayra....!" Rianti mengangkat tangannya hendak menampar Nayra namun Niko dengan cepat mencengkram tangan ibu. "Mommy sudah keterlaluan," sentak Niko . "Mommy lebih cinta dengan putri dari mantan kekasih Mommy daripada putra Mommy sendiri. Baik kalo seperti itu Mommy bisa tinggalkan rumah ini dan hidup dengannya. Mulai sekarang Mommy tidak ada hubungannya dengan aku lagi," tegas Niko. Niko memberi perintah untuk Bram agar mengeluarkan Zara dengan Mommynya dari rumahnya. "Ini adalah rumah Mommy kamu tidak bisa mengusir Mommy dari rumah ini," bentak ibunya. Niko mendekati ibunya, dia begitu malu menyebut wanita itu dengan sebutan ibu. Seorang ibu akan melindungi anaknya sendiri tapi berbeda dengan ibunya yang lebih memilih melindungi anak dari mantan kekasihnya. "Mommy sudah lupa jika rumah ini sudah dilelang dan perusahaan ayah sudah hancur. Aku yang membeli lagi rumah ini dan membangun usaha ayah yang bangkrut karena ulah Mommy sendiri," tegas Niko. "Tapi aku ini Mommy kamu Ko sampai kapanpun tidak akan merubah fakta itu," Rianti menarik tangannya dari Bram yang hendak menariknya keluar. "Fakta itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun akan tetapi Mommy sudah memilih Zara dan menghancurkan keluargaku. Jujur aku malu menyebutmu dengan sebutan Mommy lagi." Niko mengalihkan pandangannya dari ibunya, dia melihat putri dan mantan istrinya sedang berpelukan. Bram melanjutkan tugasnya meminta beberapa anak buahnya mengeluarkan Zara dan ibunya keluar dari rumah. Tidak ada anak yang tidak sedih namun Ibunya sudah tidak bisa lagi diperbaiki sudah bertahun-tahun kelakuannya tidak pernah berubah jadi Niko memutuskan melepas ibunya dengan orang yang menjadi pilihannya. Niko memberi kesempatan ibu dan anak melepaskan kangen dia menaiki tangga meninggalkan mereka berdua di ruang tamu menuju kekamarnya. Niko begitu merindukan istri kecilnya, padahal dia sudah berencana mengajak istrinya berkeliling sambil menikmati indahnya pulau Bali. Niko memutuskan untuk mandi sebentar setelah itu dia akan menghubungi istri kecilnya yang begitu dia rindukan. Ponsel Lia berdering dia melihat suaminya melakukan panggilan Video call. Lia yang sedang duduk di teras sedari tadi sudah menunggu kabar dari suaminya. Lia menggeser tombol hijau menampakkan suaminya berbaring diatas ranjang dengan hanya memakai celana selutut tanpa memakai atasan. "Daddy gimana dengan Nayra?" Itu pertanyaan yang muncul pertama kali dari bibir Lia. Niko mengerutkan keningnya istri kecilnya tidak terpesona dengan tubuhnya padahal dia sengaja tidak memakai atasannya. "Kenapa tidak nanyain aku dulu?" protes Niko "kamu kan udah Lia liat baik-baik saja jadi Lia gak tanya lagi," sahutnya polos. "ko jawab Lia gimana dengan Nayra," ucap Lia dengan wajah memohon. "Kasih aku ciuman dulu baru dijawab," pinta Niko dengan senyuman menggodanya. " Lia serius nie." "No...cium dulu baru jawab," paksa Niko Cup Lia mengecup layar ponselnya seakan itu suaminya. Niko tersenyum penuh kemenangan mendapatkan apa yang dia inginkan. Niko memberitahukan Nayra sudah ada dirumah namun Niko tidak menceritakan tentang Astrid nanti pas ketemu dia akan menceritakan semuanya. Niko begitu merindukan istrinya dia ingin secepatnya ada di Bali. "Sayang, aku kangen banget sama kamu. Tunggu ya secepatnya aku ke Bali." "Iya ..." "Love You baby." Niko mengecup layar ponselnya. Niko seperti sedang kasmaran. Mereka berdua berdua mengakhiri panggilan telpon karena pintu kamar Niko ada yang mengetuk dari luar. Niko turun dari ranjang langsung menuju kearah pintu melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya. "Mas Niko boleh aku masuk Mas ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," ucap Astrid dengan lembut. Astrid masih terlihat sangat cantik sama seperti dulu. Kamu mau bicara apa katakan disini saja. Tidak etis kita bicara dikamar apalagi kita sudah berpisah," sahut Niko tidak mengijinkan Astrid masuk kedalam kamarnya. Astrid mengerti maksud mantan suaminya itu. Bibirnya menyunggingkan senyuman. "Mas barusan Nayra minta aku nginep, jadi aku mau minta ijin sama kamu dulu." "Aku pikir Nayra butuh kamu. Aku harap kamu bisa membantu Nayra ke jalan yang benar. Maaf aku sudah gagal menjadi seorang ayah," ucap Niko begitu sedih. Astrid meraih kedua tangan mantan suaminya, dia bisa merasakan kesedihan suaminya. " Mas kita berdua yang salah, mulai sekarang kita bisa bekerjasama untuk mendidik Nayra semua belum terlambat. Aku masih mencintai kamu Mas."ucap Astrid jujur. Niko menarik tangannya. "Astrid sekarang ini sudah ada wanita lain dalam hatiku bahkan cintaku sangat besar untuknya, aku mencintainya melebihi hidupku sendiri. Jadi jangan membicarakan masa lalu lagi," tegas Niko. Astrid sudah siap untuk kemungkinan ini. Dia menganggukan tanda dia mengerti. Astrid juga tidak berani terlalu berharap apalagi dirinya wanita yang kotor. " Kita bisa merawat Nayra bersama-sama tanpa harus terlibat hubungan." tegas Niko. "Iya Mas aku mengerti. Terimakasih sudah mengijinkan aku menginap disini." Niko memutuskan untuk tidak membahas masalah Nayra, dia berikan tugas ini ke Astrid. Mereka makan malam bersama, Niko meminta pelayan menyiapkan makan malam lebih awal karena Niko memutuskan untuk balik ke Bali malam ini. "ayah mau kemana malam-malam bisa gak ayah temenin aku sama Mommy di rumah," pinta Nayra.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN