Kebenaran

1548 Kata
Niko tidak bisa sepenuhnya menyalahkan putrinya. Dialah orang yang paling bersalah atas apa yang terjadi dengan putrinya. Dia sendiri yang membiarkan putrinya dekat dengan Zara sedari kecil sehingga Nayra begitu bergantung dengan Zara sampai sekarang ini. Sejak perceraiannya dengan Astrid istrinya, Niko memiliki dunianya sendiri, membangun bisnis ayahnya sehingga sampai berada dititik ini. Kehidupannya hanya bekerja dan menghibur dirinya dengan teman wanitanya yang hambar berganti setiap malam. Niko memanjakan putrinya dengan kemewahan Zara dan ibunya yang menemani Nayra kecil sampai kini beranjak dewasa. Niko bisa memaklumi kedekatan Nayra dengan Zara. Namun anehnya Niko tidak pernah melarang Zara masuk dalam kehidupan putrinya meski Niko tau wanita itu yang menyebabkan perceraiannya dengan Astrid sang istri. Namun, ada alasan lain juga kenapa Niko milih bercerai dari pada mempertahankan pernikahan mereka walaupun saat itu Nayra masih sangat kecil. Dengan berat hati Niko harus meninggalkan istri kecilnya di Bali. Lia ingin ikut tapi Niko melarangnya bukan tanpa alasan. Kondisi dan keselamatan Lia menjadi prioritas utamanya. Zara wanita yang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya. "Mbok tolong jaga istri saya. Pokoknya telpon saya klo ada masalah disini," pesan Niko kepada Mbak Yani. "Tuan jangan menghawatirkan Nyonya. Mbok akan menjaganya dengan baik," sahut Mbok Yani. Niko memeluk tubuh istrinya yang sedang bersedih memikirkan sahabatnya. Niko menakupkan kedua tangannya diwajah istrinya. "Sayang. Tolong jangan pikirkan masalah Nayra aku akan mengurusnya.' "Nay seperti itu karena aku," Lia tetap menyalakan dirinya sendiri. " Kamu tidak salah sayang, aku yang salah sudah lost control terhadap Nayra. aku terlalu memanjakannya sampai dia seperti ini," ucap Niko lembut kemudian mengecup wajah istrinya. "aku pergi dulu. Nanti kabari kamu lagi," imbuh Niko . Lia menganggukkan kepalanya. Niko membungkuk mencium perut istrinya. "ayah urus kakak kalian dulu ya, kalian jaga mommy jangan bikin mommy lelah," Niko kembali mencium perut istrinya. "ko hati-hati. Jangan lupa kabari Lia ya," pinta Lia yang masih bersedih Tolong tersenyum sayang kalo kamu sedih aku jadi gak bersemangat," pinta Niko dengan lembut. Lia menerbitkan senyumannya mengiring kepergian suaminya. Lia mengantar suaminya sampai mobil dimana Bram sudah menunggunya. Niko melambaikan tangannya kepada istrinya. "Lia ayo masuk," ajak Nenek Yuni. Lia masuk kembali kedalam Villa. "Jangan bersedih, suamimu pasti bisa mengurus semua ini. Tuan Niko laki-laki yang tangguh," ucap Nenek Yani lagi. Lia mensugesti dirinya jika semuanya akan baik-baik saja "Lia kamu makan dulu, kamu harus ingat pesan suami kamu, kamu harus jaga dirimu dan anak dalam kandunganmu." Lia menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin membuat suaminya kepikiran,.dia harus bisa menjaga dirinya dan anak mereka. * "Tuan, pengacara kita sudah berada di kantor polisi saat ini sedang mengupayakan Nona Nayra bisa keluar dengan uang jaminan," lapor Bram. Niko duduk di kursi penumpang dengan pandangan kearah jendela. Sedangkan Bram duduk di depan samping pengemudi sedang sibuk dengan IPad ditangannya. "Bram, cari tau siapa yang menjebak Nayra," titah Niko . Dia yakin ada yang menjebak putrinya. "Baik Tuan." Bram dengan cepat mengetik sesuatu di ponselnya lalu mengirimkannya kepada anak buahnya untuk diteruskan. Bram meminta anak buahnya untuk menyelidiki kasus Nayra sesuai perintah Niko . Rupanya kali ini sudah ada yang berani main-main dengan menyentuh putri kesayangannya. Mereka sampai sudah sampai di Bandara Ngurah Rai. Sebuah jet pribadi milik Niko sudah menunggu mereka berdua. Sementara di kantor polisi terliat Zara dan nenek Nayra beserta pengacara pribadi Niko sedang bernegosiasi dengan pihak kepolisian. Zara dan ibu Rianti terlihat begitu sedih mereka menangisi Nayra yang duduk termenung dalam trali besi. "Mom, wanita itu sudah mendorong Nayra sampai jatuh sedalam-dalamnya," ujar Zara membuat wanita tua itu semakin membenci Lia. "Iya Zara kamu bener banget wanita itu memang pembawa sial. Nayra seperti ini karena wanita itu," sahut ibunya Niko penuh kebencian. Nayra tak bergeming dia duduk menatap kosong ruangan kecil itu. Dia begitu santai tanpa ada rasa takut maupun menyesal sama sekali Niko sampai di kantor polisi, pengacaranya sudah menunggunya, namun yang Niko ingin ketahui pertama kali adalah keadaan putrinya. Laporan Bram beberapa menit yang lalu membuat Niko syok. Dia baru tau jika putrinya sudah biasa menggunakan obat terlarang itu. Begitu sedihnya Niko , dia sudah gagal menjadi seorang ayah. Selama ini dia mengira dengan uang yang dia berikan akan membuat anaknya bahagia. Bener bahagia namun dia terjerat pergaulan seperti ini. Pertemanannya dengan Lia sempat membuat Nayra bisa membawa pengaruh positif baginya namun ketika Nayra merasa di khianati oleh temannya. relasinya Niko bisa menjamin putrinya kali ini. Tanpa banyak bicara Niko duduk menunggu polisi mengeluarkan putrinya. Rianti dan Zara mendekati Niko . Wanita tua itu terus mengoceh menyalahkan Lia dengan apa yang menimpa Nayra. Jujur saja bibir Bram begitu genit ingin menjawab nenek tua itu. "Niko , kamu harus pikirkan putrimu dari sekarang biar tidak salah pergaulan lagi. Kamu harus menikahi Zara, karena Zara yang bisa menyelamatkan putrimu dari kehancuran, Ko berkorban lah sedikit demi putri kamu ini," bujuk ibunya terus. Wanita tua itu duduk disamping Niko yang tak menunjukkan expresi apapun. Zara juga ikut duduk disamping Niko , tangannya memegangi lengan Niko sedikit membelainya. "Aku tau kamu tidak cinta sama aku, tapi aku tidak mempermasalahkan itu. Aku hanya ingin bantu kamu menyelamatkan Nayra, putri kamu Niko . Dia ingin kita menikah. Kenapa itu sulit sekali untuk mu," ucap Zara lembut kembali membelai lengan Niko yang tetap tak bergeming. Bram merasa ingin muntah melihat wajah Zara yang seperti Mak lampir itu. Mungkin lebih cantik Mak lampir daripada wanita licik itu bagi Bram. Bram berfikir kenapa ada wanita yang segila Zara yang begitu menghalalkan cara untuk mendapatkan laki-laki. Siapa juga yang mau dengan wanita seperti itu, pikir Bram yang terus memperhatikan mereka dari tempatnya berdiri. Nayra dibawa keluar begitu juga dengan sahabat-sahabatnya karena ini kasus berkelompok biar kasus ini ditutup terpaksa mereka semua harus dikeluarkan. Zara sudah bisa menebak gerakan Niko akan seperti ini, dia tidak mau namanya tercoreng jadi Zara sudah meyakinkan teman Nayra yang lain jika mereka tidak akan sampai di penjara begitu lama. Temen-temen Nayra dibawa pergi oleh Bram atas perintah Niko , sedangkan Nayra ikut di mobil ayahnya begitu juga dengan ibunya. Zara juga ikut disana mereka terlihat seperti keluarga dengan Niko duduk ditengah-tengah diantara Nayra dan Zara sedangkan ibunya duduk di depan. Ibu Rianti mengambil gambar mereka bertiga. Niko tetap menahan dirinya emosinya sebelum mereka sampai di rumahnya Sesampainya di rumah Niko langsung turun berjalan mendahului mereka bertiga lalu duduk di sofa ruang tamu, expresi Niko sulit ditebak namun yang jelas dia terus menatap Zara. "Sudah puas kamu Zara." Kata pertama yang keluar dari bibir Niko, mereka bertiga kebingungan maksud Niko sebenarnya. "Niko, kamu mestinya berterimakasih kepada Zara dari awal Nayra ditangkap oleh polisi, Zara yang selalu menemaninya," ucap ibunya. "Mom, aku bertanya pada Zara bukan sama mommy," suara Niko tegas tak ingin terbantahkan. Mata tajamnya kembali menatap Zara, yang begitu kebingungan apa maksud Niko sebenarnya. "Niko , apa sih maksud kamu, aku tidak mengerti." "Tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti. Bukannya kamu kemarin yang bantu Nayra keluar dari rumah ini dengan mengalihkan perhatian bodyguard." ucap Niko. "Niko , Aku akui itu. Putrimu stres dikurung di rumah kamu tidak boleh egois seperti ini," sahut Zara memberikan alasan yang membenarkan sikapnya. Nayra mendekati ayahnya lalu memeluk tubuh kekar itu. "ayah, aku seperti ini karena ayah tidak sayang lagi sama aku lagi hanya Tante Zara yang tulus kasih aku perhatian semuanya mengkhianati aku," Nayra menangis sambil memeluk tubuh ayahnya. "Nayra, kamu kira ayah tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. ayah tau kamu sudah menggunakan barang itu sejak dulu. Dan Zara orang yang mengajari kamu memakainya kan." Zara dan Nayra langsung terdiam, kedua wanita itu berfikir bagaimana Niko bisa tau semua ini. Niko melepaskan pelukan tangan putrinya pada tubuhnya lalu berdiri mendekati Zara yang terlihat pucat pasi. Niko berdiri tepat dihadapan Zara menatap wanita itu dengan tatapan tajam. "Zara kamu kira aku tidak tau permainan kamu bahkan aku tau kamu itu siapa. Kamu sudah terlalu jauh menghancurkan keluargaku. Aku bahkan tau statusmu siapa Zara. Sekali kamu bertindak lagi kamu dan Malik akan tamat di negara ini." Tubuh Zara langsung bergetar mendengan Niko menyebut nama Malik, Jadi Niko sudah mengetahui hubungannya dengan Malik. "Kenapa diam Zara? Apa kamu ingin aku langsung yang turun tangan terhadap suamimu itu." Suara Niko begini mengerikan walaupun laki-laki itu terlihat santai berdiri di hadapannya dengan masukan kedua tangannya kesaku celananya " Niko, kamu ngomong apa sih? Zara itu masih single kamu jangan memfitnahnya," sela ibunya langsung mendekati Niko menariknya lebih jauh dari Zara. Niko menoleh kearah ibunya. "Mommy bisa diem gak. Apa Mommy kira aku tidak tau kamu juga tau masalah ini. Bahkan Aku tau Mommy dan Zara bekerja sama untuk memisahkan kami dan laki-laki pada malam itu yang kalian perintahkan tidur di ranjangku adalah Malik." "Aku bicara berdasarkan bukti bukan menuduh. Mom, justru disini aku yang dikhianati oleh wanita yang melahirkanku kedunia ini." Tatapan tajam Niko tidak hanya tertuju pada Zara tapi juga pada ibunya yang terlihat syok. Nayra yang tidak mengerti pembicaraan mereka langsung mendekati ketiga orang dewasa itu. "ayah tolong jelasin semua ini, Nayra tidak mengerti." "Bukan ayah kamu yang akan menjelaskan semuanya tapi Mommy." Suara wanita yang di bawa oleh Bram begitu mengejutkan mereka kecuali Niko . Astrid memasuki rumah itu dengan menatap tajam Zara sahabat namun sahabat itu dan ibu mertuanya menghancurkan kehidupan pernikahannya dengan Niko . laki-laki yang dia cintai sampai sekarang ini. Meskipun perpisahan terjadi sudah bertahun-tahun lamanya namun Astrid masih tetap mencintai mantan suaminya apalagi perpisahan mereka karena kesalahpahaman yang disebabkan dua wanita iblis itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN