"Aira, Kendra mana?” Kardi melongok ke dalam toko elektronik milik Kendra yang baru saja dibuka. Mencari sosok pria yang bisa saja muncul dan menanggalkan giginya jika ketahuan menggoda Aira. Aira memutar bola matanya malas. “Pulang. Mengantar obat untuk ayah. Kenapa? Nggak puas sama pelayanan Naya?” dengusnya. “Puas bagaimana? Ayah mertuamu datang dan nyaris saja melaporkan aku ke kantor polisi!” Kardi masuk dengan omelan yang masih bertahan di bibirnya. “Kalau aku ketahuan tadi, bisa dipastikan apa yang kita lakukan selama ini ikut terbongkar.” Ucapan Kardi yang lebih mirip dengan ancaman itu seketika membuat Aira membeku. Tak sanggup lagi melawan ucapan Kardi yang tengah melihat mesin cuci. “Karena kelalaianmu membuatku tidak bisa menikmati Naya. Maka kamu harus melayaniku, Ra.” Ka

