Baru juga Kendra sampai di toko, ia harus putar balik pulang ke rumah karena Aira sudah menutup toko mereka. Dengan perasaan kesal ia kembali karena menganggap Aira malas. Belum pukul enam sore toko sudah ditutup, bagaimana caranya bisa mendapatkan pembeli kalau buka lambat tutup cepat, pikirnya. Dan ketika rasa kesal Kendra belum hilang, ia sudah dikejutkan dengan keadaan rumah. Kedua orang tuanya duduk bersisian di sofa, Aira di sofa tunggal, Naya duduk bersimpuh di lantai. Dan Lisa berdiri bersandar di dekat Aira. Mereka semua memasang wajah tegang sehingga Kendra ikut duduk dengan tanda tanya besar di kepalanya. “Ada apa ini?” tanyanya setelah sepersekian detik diam memperhatikan. “Itu, istrimu memberikan obat perangsang kepada Naya sampai dia gila dan menggoda ayahmu!” sahut Herni

