“Ketika kau menjemput bahagiamu, jangan lupakan mereka yang juga turut berjuang agar supaya hidupmu mencapai ketenangan.” **** *H-7, INDONESIA* “Akhirnya kita pulang juga,” ujar Jay dengan senyuman lebar. “Tidak ada yang menjemput kita di sini, jadi kau mau langsung pulang ke rumah?” Aku yang masih setengah mengantuk hanya mengangguk-anggukkan kepala. “Kau lebih baik langsung pulang juga, keluargamu pasti rindu.” “Tidak apa-apa, mereka tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang,” katanya sambil memelukku dengan sebelah tangannya. Kami berdua sudah memesan taksi dan semacamnya, memasukkan koper ke bagasi dan langsung pulang. “Aku akan meminta jemput di rumahmu saja nantinya. Izinkan aku beristirahat di rumahmu.” “Tentu.” “Kau selalu seperti ini, sebentar lagi akan terjadi kegaduhan di

