"Terkadang aku tidak mengerti kenapa dengan mudahnya kau bisa meruntuhkan semua dinding yang sudah aku bangun sekuat tenaga hanya dengan suara. Jika aku mengatakan itu sebagai ketidakadilan, aku pikir kau tetap harus menyetujuinya.” *** Mulai kemarin aku sudah menjalankan misi jalanan seperti biasa. Aku mengikuti seorang hakim yang diduga menjadi dalang penyebab kematian salah satu anak dari klien- apa aku bisa menyebutnya sebagai klien? Pokoknya seperti itu. Aku tidak mengerti kenapa seorang pembunuh bisa secara bebas berkeliaran dan malah menjatuhkan hukuman kepada orang lain. “Dia masuk dalam kamar nomor 98,” ucapku, memberi informasi kepada Senior Gibran yang masih berada di dalam mobil. “Apa aku perlu mengaktifkan sistem di mataku?” “Tidak perlu, aku bisa melihatmu melalui cct

