KECURIGAAN YANG NYATA

1809 Kata

“Ketika dia menatap mataku, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Dia mengunciku dan aku tidak bisa menemukan jalan keluar kecuali balik menatapnya.” *** Hari pertama yang aku lewati di rumahnya benar-benar tidak nyaman meskipun sebisa mungkin aku bersifat natural seperti tidak ada hal besar terjadi diantara kami berdua. Nyatanya itu tidak mudah, aku harus berusaha mengontrol diriku dengan banyak mensugesti pikiranku sendiri agar tidak menyerah. “Kau tidak banyak bicara, kau sadar itu, ‘kan?” tegur Gabriel ketika melihatku hanya berdiri diam di dekat jendela sambil mengamati langit yang mulai menggelap. “Selain itu kau mematikan ponselmu sampai-sampai Arisha menghubungiku karena khawatir.” Aku menoleh, menatap Gabriel yang berdiri di sebelahku dengan segelas s**u hangat di ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN