“Tentang dia yang tidak pernah aku ketahui keberadaannya. Tentang dia yang mengorbankan sesuatu yang berharga untuknya hanya untuk anak yang tidak tumbuh bersamanya. Tentang dia yang terbaring tanpa sekalipun membuka matanya untuk memastikan apa yang sudah dia beri benar-benar berguna.” *** -AUTHOR P.O.V- “Apa Arsila tahu tentang Kak Arnam?” tanya Arisha segera setelah dia keluar dari salah satu ruang rahasia yang digunakan sebagai ruang rawat khusus bagi saudara kembar kakak laki-lakinya itu. “Bagaimana bisa aku tidak tahu kalau kakak memiliki kembaran?” “Karena mereka menyembunyikannya,” jawab Gea ringan. “Arnam sudah tinggal bersama keluargaku sejak dia masih bayi dan Arnold datang beberapa tahun kemudian.” “Apa aku boleh memberitahu Arsila?” tanya Arisha dengan polosnya sebelum k

