“Aku akan mencampakkannya, aku akan membuangnya lalu aku akan hidup sendirian sampai tidak lagi mendengar kebisingan di sekitar.” *** Seperti yang sudah aku katakan, aku tidak peduli dengan Gabriel. Aku tidak membutuhkannya dan aku bisa pergi kapanpun sesukaku. Karena itu, aku terang-terangan menarik koperku pagi itu, melewati penjaga yang sudah siap mencegatku dengan tenang. “Apa?” tanyaku pura-pura tidak tahu ketika ada 3 penjaga yang berdiri menghadangku. “Kenapa menghalangi jalanku?” “Maaf, Nona. Tuan berpesan untuk tidak membiarkan Nona pergi sampai Tuan kembali,” kata salah satu dari mereka, laki-laki dengan perawakan tinggi besar yang entah bagaimana terlihat seram. “Mohon kembali masuk ke dalam dan menunggu sampai Tuan kembali, Nona.” “Kapan dia kembali?” tanyaku lagi. “Kataka

