“Lalu kenapa tadi malam kau menginginkanku dan begitu menikmatinya saat aku menyentuhmu?” Tanya Alex. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Ana. “Aku minta maaf, seharusnya itu tidak terjadi.” Ucap Ana. “Apa kau sedang mempermainkanku?!” Alex agak meninggikan nada bicaranya. “Apa kau marah sekarang?” Ana terkejut dengan nada bicara Alex yang tiba-tiba tinggi. “Tentu saja. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Ana. Sebentar-sebentar kau menginginkanku, kemudian kau jaga jarak padaku, kemudian kau menginginkanku kembali, lalu kau menolakku. Apa aku hanya permainanmu?!” Tanya Alex yang tidak terima dengan sikap Ana. “Pak, aku hanya sekretarismu. Banyak wanita yang lebih baik di sekelilingmu.” Ucap Ana. Alex terdiam dan hanya memandangi Ana dengan tatapan tajam. Alex tidak bis

