Sepersekian detik bibir Alex sudah mendarat di bibir Ana. Secara perlahan Alex menggerakkan bibirnya, merasakan gerakan Ana dan menebak-nebak apakah Ana akan membalas ciumannya atau malah menolaknya. Ana memejamkan matanya, dia sedikit ragu dengan kegiatan yang tengah mereka lakukan. Awalnya Ana tidak membalas gerakan bibir Alex, tetapi tetap saja dia tidak bisa menahan pesona dan aroma wangi tubuh maskulin yang ada pada diri Alex. Mereka sedang menikmati kegiatan mereka. Dengan refleks tangan Alex bergerak menuju kancing kemeja Ana dan mulai membukanya satu persatu. Hingga akhirnya tangan Alex sampai pada kancing baju Ana di bagian d**a, tetapi ada saja hal yang mengganggu. Dering telepon Alex berbunyi ditengah kegiatan romantis mereka. Alex dan Ana seketika terkejut saat mendengar

