Selesai makan, Amel meninggalkan ruang makan dan naik ke atas, menuju ke kamarnya. Setelah mengunci pintu kamar, Amel merebahkan diri di tempat tidur yang sudah enam bulan tidak ditempati, dan berguling-guling sebentar sambil tertawa senang, dan tidak menyadari jika Jonathan sudah masuk ke dalam kamarnya melalui balkon. Jonathan mendekati tempat tidur untuk mengamati Amel dari dekat dan memeriksa bagaimana keadaan gadis itu. Di ruang makan tadi, dia sempat terkejut melihat tatapan mata Amel yang tampak dingin padanya, dan tidak sedikitpun menyapa dirinya. Jonathan menyadari jika perbuatannya selama enam bulan terakhir memang cukup keterlaluan, akan tetapi dia tidak menyangka Amel akan berubah sedrastis itu. “Mau ngapain lo ke sini?!” tanya Amel dingin saat menyadari kehadiran Jonathan.

