Perlahan kesehatan Amel kembali pulih seperti sedia kala, dan itu membuat semua orang di rumah merasa lega. Pandangan Laras, dan Brenda terhadap Ardian juga mulai berubah menjadi baik. Mereka berdua sangat menghargai apa yang sudah dilakukan pria itu terhadap Amel. Laras berharap sikap Ardian dapat seperti itu terus setelah keduanya menikah, tetap berlaku sabar dan penuh pengertian pada Amel, seperti yang sudah pria itu lakukan selama ini. “Kak, gua boleh masuk?” tanya Brenda dari depan kamar Amel. “Masuk aja,” sahut Amel yang tengah mengerjakan sesuatu di laptop di tempat tidur. “Elo lagi ngapain?” tanya Brenda yang sudah duduk di samping Amel. “Mau coba ngelamar kerja.” “Di mana?” “Belum tau lah, ini lagi liat-liat dulu mana yang cocok.” “Kenapa nggak balik aja sih ke Anyer? Di sa

