Keadaanku masih bisa dibilang belum terlalu membaik. Luka di tangan kiri dan dahiku juga baru mulai mengering. Bagiku aku bisa bekerja dalam keadaan begini, tetapi Rendra menentangnya. Dia bilang aku gak usah masuk kerja dulu sampai kondisiku pulih. Karena kecelakaan kecil itu, Rendra menceramahiku lewat chatting BBM. Nyerocos kemana-mana bilang aku itu ceroboh lah, yang terlalu asik ngelamun sampai nggak peduli nyawa lah, dan sebagainya. Pusing, sakit mata, pening, lelah. Baca chat BBM-nya membuatku semakin bad mood. Contohnya sekarang, dia menelponku -lagi- untuk ketiga kalinya dalam satu hari ini. "Ya ?" "Aku bakal kesana jam 5 sore, pulang dari kantor." "Ngapain ?" "Masih ingat dengan perkataanku lusa yang lalu ? Dinas ke Amerika." Oh masalah dinas itu, toh. Kirain ap- eh ? Dina

