- Alya POV - Tarik napas, buang, tarik napas, buang. Sabar Alya. Hari ini dewi fortuna tak memihak padamu, yang bisa kau lakukan hanya bersabar sekarang. Oke, aku tak mempermasalahkan dewi fortuna yang begitu teganya tak memihakku hari ini. Yang jadi masalahnya, apakah stok kesabaranku akan cukup selama Rendra bertingkah egois sekaligus kekanakkan ini ?!! "Alya, tolong fotocopy-kan ini sebanyak 30 lembar !" Perintahnya -lagi- sebelum aku memasuki ruang kerjaku sendiri. Ini bahkan belum ada 5 menit setelah aku mengerjakan perintahnya yang sebelumnya !! Aku berbalik badan kemudian membuka pintu ruangannya dengan keras. "Demi Tuhan, Narendra !! Ini sudah kedua puluh empat kalinya kau menyuruhku ini-itu seenak jidatmu !!" Bentakku kesal, tak peduli dengan direktur manajemen lain yang mungki

