Rendra mengerjakan tugas kantornya dengan wajah datar. Siapapun yang melihatnya mungkin tak akan menerka apapun tentangnya. Namun tidak bagi Rafael yang sedang duduk di sofa, memperhatikan adik sepupunya tersebut dengan tampang malas. Ia tahu pasti dalam benak Rendra, terbayang jutaan pertanyaan mengenai keadaan Alya seperti apa sekarang. Jam 10 pagi sebelumnya, Rafael dikejutkan dengan telpon dari Rendra. Mengatakan untuk segera ke kantor PTC tanpa menjelaskan maksud dari permintaannya itu. Rendra meraih iPhone-nya, kembali mengirim chat BBM kepada Alya. Entah sudah berapa kali ia melakukan hal itu tanpa ada satu pun balasan dari Alya. "Daripada lo kayak anak abege lagi khawatir sama gebetannya, mending lo sekarang jenguk Alya dulu deh. Gak biasa banget tingkah lo kayak gini." Tukas R

