Alya datang ke kantor dengan langkah kecilnya. Udara pagi hari ini terasa begitu menusuk kulitnya yang bahkan hal itu belum pernah terjadi kepadanya. Karena tak tahan dengan dinginnya udara pagi hari, ia merapatkan jas kerjanya kemudian memasuki lift menuju lantai 34. Tugas-tugas kantornya mulai tak menumpuk lagi karena sudah terlepas dari masa-masa sibuknya kantor. Tentu ia sangat senang. Selepas acara dinner minggu lalu di rumah Rendra, Alya merasa ia sudah terlampau jauh. Terlampau jauh mengenal Rendra beserta keluarganya. Sosok bos yang selalu ia nilai sebagai bos paling dingin dan tak berperasaan. Namun kini si bos dingin itu telah terikat dengannya sebagai sepasang kekasih bohongan. Entahlah, kujalani saja dulu, batin Alya setelah itu keluar dari lift. Seperti biasa, sebelum Re

