Rendra mengakuinya. Benar-benar mengakuinya. Bahwa ia telah jatuh cinta dengan Alya. Mungkin ini karma untuknya karena sudah sering menjelekkan Alya. Tak pernah mau melihat sisi baik dalam diri Alya, selalu meremehkannya, dan membencinya. Intinya, semua hal yang ada dalam Alya selalu membuatnya muak. Tapi apa sekarang ? Hatinya sudah berkhianat dengan jatuh dalam pesona gadis itu. "Sekarang, lo tau apa salah lo, huh ?" Tanya Rendra dengan wajah amat sangat dingin disertai aura intimidasi yang mengerikan. Layla gigit bibir bawahnya sendiri. "Y-Ya, aku tau.." "Gue udah diem ngeliatin tingkah lo yang kekanakkan itu. Jangan kira gue bakal diemin lo ketika lo udah main kasar sama Alya." "Ta-tapi.., kita 'kan sahabat. Kok kamu bisa ngelakuin itu ke ak-" "Sahabat, sahabat, dan sahabat saja

