"Hans !" Pangil ku ketika ibu jarinya mengusap pipiku dengan lembut menyeka air mata yang masih terlihahat basah, sesekali matanya bermain di manik mataku yang amat sulit ku atikan "apakah kau baik-baik sj dgn perikahan ini biy ?" Tanyanya kala air mataku semakin tumpah tak terbendung mengingat semua yang teradi, merelaknnya yang sebenarnya sangat mencintaiku, mengorbankan perasaannya dengan aku menikahi tunangan mendiang adik ku "maaf...hikss...maaf kan aku Hans" sahutku yang tak mampu lagi menahan semuanya. "Kenapa kau meminta maaf biy ?, ...mungkin jika aku di posisimu aku pun akan melakukan hal yang sama" hans menghela nafas dalam "jangan terlalu menyalahkan dirimu sebab ini bukan salahmu biy ..ini semua karna keadaan jd tolong berhentilah menyalahkan dirimu sendiri dan tolong jangan menagis lagi" ucapannya sedikt melegakan hati rubby ,tak kuasa Hans melihat rubby yang menagis sesenggukkan dia pun meraih tubuh rubby Dan mendekapnya dalam, Hans begitu sangat mencintai wanita yang dipeluknya ini namun sayangnya takdir tak berpihak pada mereka berdua untuk bersatu.
Hans masih merasakan degub jatungnya yang terpacu masih sama seperti ketika dia terahir melihat wanita yang amat di sayanginya ini menuju altar pernikahan bersama orang lain, dia pun masih mengingat dirinya hadir dengan senyuman ya walaupun hatinya sakit. Mugkin benar kata orang orang di luar sana yang mengatakan seberapa lama kita menjalin hubungan tapi jikalau memang tidak berjodoh maka sama saja kita menjaga jodoh orang, mirisnya aku si penjaga jodoh orang tersebut, sangat miris bukan. Kurasakan hangat tubuh rubi "apa dia benar baik-baik saja ?" batinku dalam hati, namun secara sepontan ketika hans merenggangan pelukannya, tubuh rubby terkulai lemas dan tangannya menjutai ke bawah tak sadarkan diri "ya Tuhan" pekik Hans kala mendapati kondisi rubby yang tiba tiba saja drop, dia langung meraih tangan rubby dan memeriksanya, mengecek denyut nandi dan ... "Tunggu dulu ..kau...kau hamil rubby" kata batinya yang mulai sedikit kaget,kemudian mengecek suhu tubuhnya "benar dia sedang hamil" batinya lagi memastikan. Hans dengan segera membopog tubuh rubby ke dalam mobilya melaju segera ke rumah sakait untuk memastikannya lebih lanjut. Ini adalah sebuah kejutan yang tidak dia inginkan sama sekali padahal niat Hans yang menemui rubby adalah untuk membujuknya bercerai dengan Jimmy Dan membawa rubby bersamanya. Rubby lebih patas bersamanya ketimbang dengan laki-laki iblis seperti Jimmy. "Sialan Ku Jimm !..,kau pasti akan Ku balas nanti lebih dari apa yang kau lakukan pada rubby" hans berdecih kesal sambil tanganya tak mau melepaskan gengaman tangannya Dari rubby yang duduk tak sadarkan diri di kursi dekat kemudinya.