Wanitaku ll

795 Kata
Tak ada satupun manusia yang tau kemana hati akan berlabuh, perasaan manusia pun kerap kali berubah ubah, Tuhan sang maha membolak balikan perasaan sekaligus hati, sejauh apapun keinginanmu untuk menetap namun harus juga pergi maka tak satupun bisa mencegahnya. Takdir dan nasib selalu beriringan namun manusialah yang berhak sepenuhnya untuk menentukan apa yang akan dilakukan sebagai pilihan hidupnya.  Kini rubby tengah duduk diranjang tempat rawatnya, pandangannya sayu melamunkan sesuatu, akankah janin yang ia kandung akan tetap bisa ia pertahankan di rahimnya, benarkah jimmy begitu sangat membencinya hingga pernah mengatakan tak ingin memiliki anak darinya, dari pernikahan ini. Rubby terus saja mengusap perutnya yang masih rata Dan tanpa terasa air matanya pun kini menetes jatuh dari pelupuknya mengalir membasahi pipi, betapa sakit ia rasakan jika terus mengingat kalimat jimmy, jika suaminya itu tidak ingin memiliki anak.              CEKREKKKK.... (Suara kenop dan pintu terbuka), mata rubby yang tadinya sayu kini menatap tubuh seorang pria, dengan kasar ia mengusap linangan air mata yang membasahi pipi, tatapan mereka saling mengunci Dan suasana berubah menjadi hening tatkala langkah kaki jimmy menggunakan sepatu mahalnya menggema di area ruangan tersebut, tubuh rubby bergetar hebat seakan takut melihat sosok iblis yang menghampirinya. Jimmy melihat jelas rasa takut yang ditunjukan oleh istrinya tersebut, dengan perlahan tapi pasti jimmy meraih tubuh istrinya yang duduk diranjang rawatnya itu, memeluknya erat namun rubby meronta ronta menolak jimmy memeluknya namun jimmy terus memeluk tubuh istrinya tersebut hingga ahirnya rubby menerimanya dengan pasrah, isak tangis rubby kian menjadi ketika tubuhnya kini kian pasrah menerima pelukan suaminya. Sorot mata mereka saling bertemu...jimmy menyeka air Mata rubby dengan penuh kasih, rubby dapat melihat bahwa suaminya kini tulus melakukan itu padanya, rubby menundukan kepalanya Dan menempelkannya pada d**a bidang jimmy yang menggunakan kemeja putih menghirup aroma mint khas jimmy, kaitan tangannya menguat melingkar di perut suaminya itu, jimmy merasakan tubuhnya kian panas saat deru nafas rubby ia rasakan tepat pada dadamya, isakan pilu rubby membuat detak jatungnya berdenyut dengan cepat seakan akan hendak melompat dari tempatnya, entah rubby bisa mendengarnya atau tidak sudah tidak jimmy hiraukan, yang jelas jimmy ingin memeluk erat wanitanya ini dan menenangkannya memberikan rasa nyaman padanya. "Apa kau sungguh takut padaku" , tutur jimmy pada rubby .. Mereka masih berpelukan dengan erat "j..jim a..aku mohon biarkan anak ini tetap hidup aku ..aku menginginkannya" jawab rubby yang beriringan dengan tangisannya ,dengan cepat jimmy menangkup wajah istrinya itu menggunakan tangannya, kembali mengunci manik mata indah rubby "jika itu membuatmu tidak takut padaku, jika itu yang membuat kau tak membenciku dan mau menerimaku..,maka aku akan mempertahankan ini” tangan jimmy sambil mengusap perut milik rubby dengan ksaih "ini bukan hanya sekedar milik mu biy...tapi juga milik Ku ..milik kita berdua, ...ini anak kita....berjanjilah untuk selalu menjaganya" lanjut ucapan jimmy pada rubby yang pada ahirnya di anguki oleh rubby Dan keduanya larut akan perasaanya masing-masing. Setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit dan memastikan kondisi rubby jauh lebih baik ahirnya yasa membolehkan dirinya untuk pulang kerumah, dengan hati yang mantap kini kaki rubby kembali menginjakkan kakinya dirumah sang suami yaitu jimmy, jimmy yang mulai telaten memperhatikan rubby begitu sangat poseaif Dan protektif pada istrinya, sesekali rubby memperhatikan sifat lain dari jimmy yang berbeda, lembut dan juga penyayang sangat jauh dari jimmy yang ia kenal pada saat awal menikah yang tak perduli dengannya,kasar Dan terus menyakiti dirinya luar Dan dalam, tapi lihatlah jimmy yang sekarang dia mulai begitu memperhatikan asupan gizi untuk istrinya yang hamil, memperhatikan setiap kenyamanan rubby, segala sesuatunya ia pikirkan dengan matang dan baik. "Jim sudahlah aku kenyang, tidak bisa masuk lagi..aku ingin muntah" ucap rubby yang menolak suapan nasi besrta lawuk pauk di sendok yang disodorkan oleh jimmy " biy kau baru makan sedikit sekali ...ayolah makan masak kamu tega membiarkan anak kita kelaparan di dalam" bujuk jimmy kepada istinya itu "sungguh jim ...ini sudah cukup jangan paksa aku memakannya aku tidak suka baunya ....hueeewkkkkk" dengan reflek rubby langsung menutup mulutnya dan berlari menuju washtafel "huwekkk...huewkkk...huwekkk" rubby memuntahkan semua isi perutnya yang terasa sangat mual sekali ,jimmy berlari kalang kabut membuntuti wanitanya itu ,dia benar-benar kawatir akan kondisi rubby, dia melihat istrinya itu memuntahkan semuanya, semua suapan yang ia berikan pada rubby "kamu baik-baik saja biy ?" Tanyanya dengan wajah tak karuan "aku baik-baik aja kok ,tenanglah memang seperti ini orang yang sedang hamil Dan aku sudah bicara pada yasa bahwa hal seperti ini adalah hal yang wajar saat awal-awal masa kehamilan" rubby menguratkan senyum pada bibirnya menegaskan ketenangan untuk sang suami jimmy. Sungguh jimmy berubah 180 derajat tapi rubby bersyukur atas perubahan ini ,meskipun sebenarnya ia masih belum bisa sepenuhnya menerima dan mencintai jimmy namun dia akan berusaha menghargai setiap usaha pria itu untuk mau berubah. Mungkin seiring berjalannya waktu maka rasa cinta itu akan datang dan bisa menerima jimmy sepenuhnya, menjadi wanitanya yang akan selalu ada bersama disisinya, semoga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN